Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Pergantian pucuk pimpinan Polres Salatiga diwarnai suasana khidmat sekaligus mengharukan. Tradisi Pedang Pora menyambut Kapolres Salatiga yang baru, AKBP Afrito Marbaro, S.H., S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., M.Han., berlangsung di Mapolres Salatiga, Senin (19/10/2026). Pada hari yang sama, keluarga besar Polres Salatiga juga melepas AKBP Jonathan David Harianthono yang melanjutkan pengabdian sebagai Wakil Direktur Reserse Narkoba (Wadir Resnarkoba) Polda Jawa Tengah.

Dua momen tersebut menjadi gambaran estafet kepemimpinan di tubuh Polri. Di satu sisi, kehadiran pimpinan baru disambut dengan penghormatan dan harapan untuk melanjutkan pengabdian. Di sisi lain, perpisahan dengan pejabat lama berlangsung penuh kehangatan, meninggalkan kesan mendalam bagi personel yang selama ini bertugas bersama.

Disambut Bunga, Kehangatan Keluarga Besar Polres Salatiga

Kedatangan AKBP Afrito Marbaro bersama istrinya, Ny. Ita Afrito Marbaro, disambut melalui rangkaian tradisi kepolisian yang sarat makna. Suasana hangat terasa sejak awal prosesi ketika siswa TK Kemala Bhayangkari mengalungkan bunga kepada Kapolres Salatiga yang baru.

Sementara itu, Ny. Ita Afrito Marbaro menerima buket bunga dari siswi TK Kemala Bhayangkari. Sambutan sederhana tersebut menghadirkan keceriaan sekaligus menjadi simbol penerimaan keluarga besar Polres Salatiga terhadap pimpinan baru beserta keluarganya.

Momen itu juga memperlihatkan sisi humanis institusi kepolisian. Di tengah tanggung jawab besar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tradisi penyambutan menjadi ruang untuk mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan Polres Salatiga.

Usai penyambutan, prosesi dilanjutkan dengan tradisi Pedang Pora, sebuah penghormatan bagi pejabat yang memulai tugas baru. Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan Perwira Tradisi, Kasat Samapta AKP Supeno, S.H., M.H.

Dengan langkah khidmat, AKBP Afrito Marbaro bersama sang istri memasuki gerbang Pedang Pora yang dibentuk oleh personel Perwira Pertama Polres Salatiga. Di sepanjang jalur prosesi, keduanya disambut oleh para Pejabat Utama (PJU), pengurus Bhayangkari, serta jajaran personel Polres Salatiga.

Baca Juga:  Tak Ada Ampun! Polda Jatim Siap Sikat Premanisme hingga ke Akar

Tradisi tersebut bukan sekadar seremoni penyambutan. Pedang Pora menjadi simbol penghormatan, penerimaan, dan kesiapan seluruh jajaran untuk melanjutkan tugas bersama di bawah kepemimpinan yang baru.

Penyerahan Kunci Ruang Dinas, Simbol Estafet Kepemimpinan

Momen penting terjadi ketika AKBP Afrito Marbaro bersama istri tiba di dalam lingkaran Pedang Pora. Keduanya disambut langsung oleh Kapolres Salatiga sebelumnya, AKBP Jonathan David Harianthono, S.H., S.I.K., M.H.

Pertemuan kedua pejabat tersebut menjadi simbol peralihan tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Salatiga. Pergantian pimpinan bukan berarti memulai semuanya dari awal, melainkan melanjutkan berbagai program dan pengabdian yang telah berjalan.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kunci ruang dinas Kapolres dari pejabat lama kepada pejabat baru. Penyerahan tersebut menjadi penanda simbolis bahwa tanggung jawab kepemimpinan kini beralih kepada AKBP Afrito Marbaro.

Sebelum memasuki ruang kerja, dilakukan tradisi pemotongan pita yang diawali dengan doa bersama. Rangkaian ini menandai dimulainya pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Kapolres Salatiga yang baru.

Di balik prosesi yang tertata, tersimpan harapan agar kepemimpinan baru mampu menjaga kesinambungan program, memperkuat soliditas internal, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Laporan Satuan Jadi Bekal Pimpinan Baru

Setelah tradisi penyambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan laporan satuan dari AKBP Jonathan David Harianthono kepada AKBP Afrito Marbaro. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Widya Qasana Tribrata Polres Salatiga dan diikuti seluruh perwira Polres Salatiga.

Laporan satuan menjadi bagian penting dalam proses pergantian kepemimpinan. Melalui mekanisme tersebut, pejabat lama menyampaikan gambaran mengenai pelaksanaan tugas, kondisi kesatuan, situasi wilayah, serta kesinambungan program kerja yang perlu menjadi perhatian pimpinan berikutnya.

Baca Juga:  Ini Keinginan Presiden Joko Widodo Kepada Seluruh Pemerintah Daerah di Indonesia Tentang Reformasi Kemudahan Berinvestasi

Informasi tersebut menjadi bekal bagi Kapolres yang baru dalam memahami dinamika tugas di wilayah hukum Polres Salatiga. Dengan demikian, pelaksanaan tugas kepolisian diharapkan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan berbagai tantangan keamanan dan kebutuhan pelayanan masyarakat.

Kesinambungan program juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik. Masyarakat membutuhkan kehadiran polisi yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga responsif terhadap persoalan sehari-hari, mampu memberikan perlindungan, serta membangun komunikasi yang baik dengan warga.

AKBP Jonathan David Harianthono Dilepas dengan Haru

Jika penyambutan pimpinan baru berlangsung penuh penghormatan, suasana berbeda terasa saat AKBP Jonathan David Harianthono dilepas untuk melanjutkan tugas di tempat penugasan yang baru.

Usai laporan satuan, keluarga besar Polres Salatiga menggelar tradisi pelepasan bagi AKBP Jonathan David Harianthono yang mendapat amanah baru sebagai Wadir Resnarkoba Polda Jawa Tengah.

Prosesi dimulai dari lobi Mapolres Salatiga dan dilanjutkan dengan tradisi Pedang Pora. Di dalam lingkaran penghormatan tersebut, AKBP Jonathan menerima kalungan bunga dari AKBP Afrito Marbaro selaku Kapolres Salatiga yang baru.

Pemberian bunga itu menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi atas pengabdian AKBP Jonathan selama memimpin Polres Salatiga. Momen tersebut sekaligus menandai peralihan kepemimpinan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Langkah demi langkah saat melewati gerbang Pedang Pora menghadirkan suasana emosional. Bagi keluarga besar Polres Salatiga, prosesi itu bukan hanya bagian dari tradisi organisasi, melainkan juga penghormatan terhadap perjalanan tugas seorang pemimpin yang kini melanjutkan pengabdian di lingkungan Polda Jawa Tengah.

Di balik seragam dan tanggung jawab kedinasan, terdapat kebersamaan yang terbangun melalui berbagai tugas, tantangan, dan dinamika pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, perpisahan tersebut menjadi momen untuk mengenang kebersamaan sekaligus menyampaikan doa bagi kelancaran tugas di tempat yang baru.

Baca Juga:  Operasi Ketupat Candi 2026 Dimulai, Salatiga Siapkan Pos Pengamanan di Titik Strategis

Setelah melewati gerbang Pedang Pora, AKBP Jonathan menerima ucapan selamat jalan dan doa sukses dari para Pejabat Utama serta seluruh personel Polres Salatiga.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama dan lambaian tangan dari para personel di pintu gerbang Mapolres Salatiga. Suasana akrab bercampur haru mewarnai momen terakhir tersebut, mencerminkan ikatan kekeluargaan yang terjalin di lingkungan kepolisian.

Kepemimpinan Baru, Harapan Baru bagi Masyarakat

Pergantian kepemimpinan Polres Salatiga menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Di bawah kepemimpinan AKBP Afrito Marbaro, Polres Salatiga diharapkan terus menjaga profesionalisme, memperkuat sinergi TNI-Polri, serta membangun kemitraan yang semakin erat dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen warga.

Tantangan menjaga keamanan wilayah tidak dapat dilepaskan dari kerja sama antara kepolisian dan masyarakat. Upaya pencegahan gangguan keamanan, penegakan hukum, serta penanganan persoalan sosial membutuhkan komunikasi dan partisipasi publik yang berkelanjutan.

Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” pun menjadi landasan dalam menjalankan tugas. Personel kepolisian diharapkan hadir secara humanis, responsif, dan profesional dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta penegakan hukum.

Sementara itu, AKBP Jonathan David Harianthono akan melanjutkan pengabdiannya di bidang reserse narkoba Polda Jawa Tengah. Penugasan baru tersebut menjadi babak berikutnya dalam perjalanan kariernya di institusi Polri.

Tradisi penyambutan dan pelepasan yang berlangsung pada hari yang sama menyampaikan pesan bahwa jabatan dapat berganti, tetapi pengabdian harus terus berjalan. Dari gerbang Pedang Pora hingga penyerahan kunci ruang dinas, seluruh rangkaian menjadi simbol kesinambungan tugas, penghormatan terhadap pengabdian, dan harapan untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin baik bagi masyarakat Kota Salatiga. (*)