Laporan: Tedy M

BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – TNI Angkatan Darat Kodim 0724/Boyolali bersama masyarakat Desa Ringin Larik, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, melaksanakan kegiatan karya bakti pada Kamis (18/07/24). Kegiatan ini menyasar pendopo pertemuan Griyo Seno dan jalan-jalan di sekitarnya.

Karya bakti ini melibatkan kolaborasi antara TNI, Polri, Banser, pemerintah kecamatan, kelurahan, siswa SD, serta komunitas setempat. Mereka bersama-sama membersihkan area pendopo Griyo Seno dan jalan-jalan utama yang sering digunakan oleh warga.

Baca Juga:  Langkah Tegas Rutan Salatiga: Tes Urine Petugas dan Warga Binaan, Hasil Nihil Narkoba

Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, S.Pd., M.Han., melalui W.s Pasiter Kodim 0724/Boyolali Lettu Inf Abdul Wahib menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kebersihan dan kenyamanan lingkungan serta mempererat hubungan antar instansi dan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk turut serta dalam upaya pemeliharaan lingkungan demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Baca Juga:  Program 10.000 CCTV Polres Pasuruan Kota Berhasil Ungkap Sindikat Curanmor di 13 Lokasi

Pasiter juga menjelaskan bahwa kegiatan serupa dilaksanakan oleh seluruh satuan Kodim di jajaran TNI AD. Ini adalah bentuk komitmen TNI dalam menjaga kesehatan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Kepala Desa Ringin Larik, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi dan mendukung adanya kegiatan positif seperti ini. Menurutnya, karya bakti ini sangat bermanfaat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, terutama karena pendopo Griyo Seno sering dijadikan tempat berkumpul bagi anak-anak muda.

Baca Juga:  Tradisi Pedang Pora Warnai Penyambutan Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono, Simbol Estafet Kepemimpinan dan Semangat Baru Melayani Masyarakat

“Saya sebagai Kepala Desa mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Kodim 0724/Boyolali serta jajaran yang telah melaksanakan kegiatan karya bakti di desa kami,” tuturnya. (*)