Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2024 dengan semangat tinggi pada Jumat, 15 November 2024, di Alun-alun Kabupaten Sidoarjo.

Mengusung tema “Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi Untuk Indonesia Maju,” acara ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa upaya melawan korupsi memerlukan partisipasi seluruh komponen masyarakat.

Baca Juga:  Bank Jatim Teken Kerja Sama dengan Kementerian Perdagangan untuk Dorong Ekspor UMKM Indonesia

Acara dimulai dengan senam bersama yang meriah, diikuti oleh penampilan teatrikal dari Inspektorat Kabupaten Sidoarjo. Seluruh lapisan masyarakat hingga pejabat penting turut ambil bagian, termasuk Pjs. Bupati Sidoarjo, Muhammad Isa Anshori, Sekretaris Daerah Fenny Apridawati, serta para anggota Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sidoarjo.

Peserta tampak memenuhi alun-alun, menciptakan suasana penuh semangat yang mencerminkan tekad kuat Sidoarjo dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

Baca Juga:  Radar Surabaya dan Radar Sidoarjo Rayakan HUT dengan Semangat Sinergi dan Inovasi

Dalam pidatonya, Pjs. Bupati Muhammad Isa Anshori menekankan bahwa peringatan Hakordia bukan sekadar simbolis, melainkan perwujudan komitmen untuk menciptakan budaya anti korupsi yang nyata.

“Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia harus menjadi titik balik untuk meningkatkan integritas. Ini bukan hanya pekerjaan para penegak hukum, tetapi kewajiban kita bersama sebagai masyarakat.

Baca Juga:  Aset Program Pemerintah Jadi Sasaran! Dua Outdoor AC KDMP Dicuri, Pelaku Raup Jutaan Rupiah

Kita semua bertanggung jawab untuk menjaga kejujuran dan transparansi, baik dalam pemerintahan maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Isa Anshori.

Ia menambahkan bahwa korupsi bukan hanya merusak sistem pemerintahan, tetapi juga menghambat pembangunan yang seharusnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:  Tragedi di Tengah Danau Rawa Pening: Perahu Oleng Pemancing Asal Salatiga Tewas Tenggelam

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk tidak hanya menghindari tindakan korupsi, tetapi juga proaktif dalam melaporkan pelanggaran seperti gratifikasi dan pungutan liar kepada pihak berwenang.

Di sela-sela kegiatan, Inspektur Kabupaten Sidoarjo, Andjar Surjadianto, menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk mengikis praktik-praktik korupsi.

Baca Juga:  Diduga Asyik Nyabu, Warga Rokan Hilir Diciduk Unit Intel Kodim 0207/Simalungun di Rumah Saudaranya

Ia berharap tema tahun ini dapat menjadi momentum memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi, serta membangun sistem yang lebih transparan dan akuntabel.

“Melalui peringatan ini, kami ingin menggugah kesadaran bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci sukses dalam memberantas korupsi.

Baca Juga:  Presiden Jokowi “Gondok Banget” Atas Gol Kontroversial Bahrain: Indonesia Tertahan di Laga Kualifikasi Piala Dunia

Partisipasi aktif dari semua pihak sangat penting untuk menciptakan pemerintahan yang benar-benar berintegritas,” ujar Andjar.

Kegiatan yang berlangsung di Alun-alun ini tidak hanya menekankan pesan moral, tetapi juga memberikan ruang interaksi yang mendorong partisipasi aktif warga.

Baca Juga:  Jejak Pengabdian Bhayangkara Diabadikan: Kapolda Jateng Resmikan Museum Polres Salatiga, Menjaga Api Sejarah untuk Generasi

Semangat kebersamaan yang tercipta di acara tersebut diharapkan dapat menjadi modal sosial dalam menolak korupsi dalam bentuk apa pun di masa mendatang.

Dengan peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan kembali bahwa hanya dengan usaha bersama, langkah nyata, dan integritas tinggi, cita-cita Indonesia maju yang bebas korupsi dapat diwujudkan. (*)