Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2024 dengan semangat tinggi pada Jumat, 15 November 2024, di Alun-alun Kabupaten Sidoarjo.

Mengusung tema “Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi Untuk Indonesia Maju,” acara ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa upaya melawan korupsi memerlukan partisipasi seluruh komponen masyarakat.

Baca Juga:  Apel Akbar KNC 2025: Ribuan Pelajar Nganjuk Raih Beasiswa, Pendidikan Jadi Prioritas Pembangunan

Acara dimulai dengan senam bersama yang meriah, diikuti oleh penampilan teatrikal dari Inspektorat Kabupaten Sidoarjo. Seluruh lapisan masyarakat hingga pejabat penting turut ambil bagian, termasuk Pjs. Bupati Sidoarjo, Muhammad Isa Anshori, Sekretaris Daerah Fenny Apridawati, serta para anggota Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sidoarjo.

Peserta tampak memenuhi alun-alun, menciptakan suasana penuh semangat yang mencerminkan tekad kuat Sidoarjo dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

Baca Juga:  Polres Pasuruan Tetapkan Pria Paruh Baya Jadi Tersangka Atas Dugaan Kasus Kekerasan pada Anak, Ini Jelasnya

Dalam pidatonya, Pjs. Bupati Muhammad Isa Anshori menekankan bahwa peringatan Hakordia bukan sekadar simbolis, melainkan perwujudan komitmen untuk menciptakan budaya anti korupsi yang nyata.

“Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia harus menjadi titik balik untuk meningkatkan integritas. Ini bukan hanya pekerjaan para penegak hukum, tetapi kewajiban kita bersama sebagai masyarakat.

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Pemalsu Dokumen untuk Joki UTBK-SNBT, 14 Tersangka Diamankan

Kita semua bertanggung jawab untuk menjaga kejujuran dan transparansi, baik dalam pemerintahan maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Isa Anshori.

Ia menambahkan bahwa korupsi bukan hanya merusak sistem pemerintahan, tetapi juga menghambat pembangunan yang seharusnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:  Menuju Regulasi Berkualitas, Kemenkum Jatim Pastikan Raperda Probolinggo Implementatif

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk tidak hanya menghindari tindakan korupsi, tetapi juga proaktif dalam melaporkan pelanggaran seperti gratifikasi dan pungutan liar kepada pihak berwenang.

Di sela-sela kegiatan, Inspektur Kabupaten Sidoarjo, Andjar Surjadianto, menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk mengikis praktik-praktik korupsi.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Anugerahkan Satyalancana kepada 2.684 Personel: Tekankan Jogo Jatim dan Pelayanan Polri yang Lebih Humanis

Ia berharap tema tahun ini dapat menjadi momentum memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi, serta membangun sistem yang lebih transparan dan akuntabel.

“Melalui peringatan ini, kami ingin menggugah kesadaran bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci sukses dalam memberantas korupsi.

Baca Juga:  Pemkab dan DPRD Sidoarjo Dorong Guru dan Kepala Sekolah SD Tingkatkan Kompetensi Lewat Deep Learning

Partisipasi aktif dari semua pihak sangat penting untuk menciptakan pemerintahan yang benar-benar berintegritas,” ujar Andjar.

Kegiatan yang berlangsung di Alun-alun ini tidak hanya menekankan pesan moral, tetapi juga memberikan ruang interaksi yang mendorong partisipasi aktif warga.

Baca Juga:  Aksi Brutal di Tengah Malam: Seorang Jurnalis Madura Dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo,  Ini Jelasnya

Semangat kebersamaan yang tercipta di acara tersebut diharapkan dapat menjadi modal sosial dalam menolak korupsi dalam bentuk apa pun di masa mendatang.

Dengan peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan kembali bahwa hanya dengan usaha bersama, langkah nyata, dan integritas tinggi, cita-cita Indonesia maju yang bebas korupsi dapat diwujudkan. (*)