Laporan: Ninis Indrawati

BATU | SUARAGLOBAL.COM – Demi mendukung ketahanan pangan nasional yang diusung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Polres Batu Polda Jatim, berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Batu untuk mengubah lahan tidur menjadi area pertanian produktif. Langkah ini diharapkan dapat menguatkan cadangan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Bertempat di Dusun Dresel, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata mengumumkan pemanfaatan lahan tidur seluas 10 hektar yang akan ditanami jagung.

Baca Juga:  Klaim JKN Makin Aman! RSUD dr. Iskak Matangkan Koding INA-CBGs dan iDRG, Tegaskan Nol Fraud

\”Inisiatif ini melibatkan sinergi antara Polres, Pemerintah Kota, dan warga desa setempat untuk mengolah lahan agar lebih bermanfaat dan produktif,\” ujar AKBP Andi Yudha.

AKBP Andi Yudha menambahkan bahwa proyek ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan lahan pertanian hingga 20 hektar.

Baca Juga:  Ziarah, Olahraga hingga Resepsi Akbar di Tegal, HPN 2026 PWI Jateng Digelar Meriah dan Sarat Makna

\”Program ini bukan hanya bertujuan jangka pendek, namun juga mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Kota Batu,\” jelasnya.

Alasan memilih komoditas jagung adalah untuk mendukung kebutuhan pakan ternak, khususnya sapi perah, yang banyak terdapat di sekitar wilayah tersebut.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Tinjau Langsung Operasi Pencarian Korban KM Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

\”Dengan adanya pasokan jagung berkualitas, kesehatan sapi akan lebih baik sehingga produksi susu pun meningkat,\” imbuh Kapolres.

Dinas Pertanian Kota Batu, diwakili oleh Kepala Dinas Hery Yulianto, SP, M.M., turut mendukung penuh langkah ini. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi sangat penting untuk menyukseskan program prioritas ketahanan pangan dalam 100 hari pertama pemerintahan.

Baca Juga:  Polres Blitar Kota Gencarkan Sterilisasi Gereja Jelang Paskah: Wujudkan Ibadah Aman, Kota Damai

Kami berharap hasil dari lahan ini dapat meningkatkan perekonomian petani sekaligus memperkuat posisi Kota Batu sebagai kota yang mandiri pangan,\” kata Hery.

Sebagai bentuk dukungan, Dinas Pertanian akan menyediakan bibit, pupuk, dan pendampingan teknis untuk para petani yang terlibat dalam program ini. Inspeksi lapangan juga akan rutin dilakukan guna memastikan keberhasilan proyek.

Salah satu anggota kelompok tani Lestari, Sukoyo, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini. \”Kami merasa terbantu dan bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Semoga program ini terus berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan kesejahteraan kami,\” ungkapnya.

Baca Juga:  Tragedi Bukit Surungan: Mabes Polri Terjun Langsung Usut Kecelakaan Maut Bus ALS di Padang Panjang, 12 Tewas dan 23 Luka

Panen pertama jagung dari lahan seluas 10 hektar ini dijadwalkan akan berlangsung pada Juni 2025. Dengan adanya kerja sama antara Polres Batu dan Dinas Pertanian, diharapkan hasil yang dicapai tidak hanya memberikan suplai pangan berkualitas untuk daerah tersebut, tetapi juga mendukung pariwisata Kota Batu melalui penyediaan bahan pangan lokal yang melimpah.

Program optimalisasi lahan tidur ini diyakini mampu menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola sumber daya yang ada untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan taraf hidup petani lokal. (*)