Laporan: Ninis Indrawati

TULUNGAGUNG | SUARAGLOBAL.COM – Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, RSUD dr. Iskak Tulungagung menggelar serangkaian kegiatan edukasi dan sosialisasi pada Selasa (3/12/2024).

Baca Juga:  Kecelakaan di Simpang Tiga Blotongan: Pemuda Mangunsari Alami Luka Serius, Usai Tabrakan Dengan Bus

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang HIV/AIDS serta pentingnya kesetaraan hak dalam akses layanan kesehatan.

Diprakarsai oleh Kelompok Staf Medis (KSM) Poli Seruni dan Poli Penyakit Dalam, tema tahun ini adalah “Take the Right Path: Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa.

Baca Juga:  Polres Nganjuk Tempelkan Stiker Layanan Pengaduan 24 Jam di Kendaraan Dinas

Tema ini menyoroti pentingnya menciptakan layanan kesehatan yang inklusif, tanpa diskriminasi, bagi setiap individu, termasuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Dalam sosialisasi tersebut, para pemateri menjelaskan secara rinci tentang HIV dan AIDS. HIV, singkatan dari Human ,

Baca Juga:  Menembus Blank Spot: Bangkalan Mantapkan Langkah di Rakor Digital se-Jawa Timur

Immunodeficiency Virus, adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Penyakit ini dapat melemahkan tubuh sehingga sulit melawan infeksi.

“HIV sering kali tidak menunjukkan gejala yang mencolok pada tahap awal. Pasien bisa terlihat sehat selama lima tahun pertama. Namun, jika tidak ditangani, akan muncul berbagai komplikasi kesehatan yang serius,” ujar dr. Nuraida Wisudani, Sp.PD. KGEH, salah satu narasumber acara.

Baca Juga:  Polsek Beji Ajak Warga Gunung Gangsir Aktif Jaga Kamtibmas Lewat Sambang Pos Kamling

Penularan HIV umumnya terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dan transfusi darah yang terkontaminasi.

Selain itu, risiko penularan dari ibu ke bayi juga menjadi perhatian serius. “Pemeriksaan pada ibu hamil sangat penting untuk mencegah penularan kepada bayi,” tambah dr. Nuraida.

Baca Juga:  Pengedar Sabu di Pasuruan Berhasil Diringkus, 10 Poket Siap Edar Disita Polisi

Pesan Penting: Jangan Diskriminasi ODH

Di tengah ancaman HIV/AIDS, dr. M. Jasin Jachja, Sp.PD., menekankan pentingnya memberikan dukungan kepada ODHA.

“Mereka berhak mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan yang layak. Jangan jauhi mereka. Sebaliknya, bantu mereka mendapatkan akses layanan kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Redam Amarah Warga, Polisi Amankan 7 Warga Kayu Kebek: Kasus Dugaan Asusila Masih Dalam Penyelidikan

RSUD dr. Iskak juga berkomitmen mendukung target eliminasi HIV pada tahun 2030 dengan menyediakan layanan konseling dan tes sukarela (VCT). Poli Seruni, misalnya, melayani pemeriksaan VCT setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga selesai.

Acara yang digelar di ruang tunggu Poli Obgyn ini menarik perhatian banyak pengunjung. Selain mendapatkan informasi penting, peserta juga diberi kesempatan bertanya secara interaktif. Para penanya terbaik bahkan mendapatkan hadiah doorprize.

Baca Juga:  LPPD Jatim Kembangkan Kapasitas Intelektual Mahasiswa dan Mahasantri dengan Workshop Penulisan Ilmiah

Salah satu peserta, Rina, mengaku merasa lebih paham tentang HIV/AIDS setelah mengikuti sosialisasi. “Informasi ini sangat membantu saya memahami bagaimana cara mencegah penularan dan pentingnya mendukung ODHA,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, RSUD dr. Iskak berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya HIV/AIDS serta pentingnya memberikan dukungan bagi ODHA. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk menciptakan masyarakat yang sehat, inklusif, dan bebas stigma. (*)