Laporan: Ninis Indrawati

TULUNGAGUNG | SUARAGLOBAL.COM – Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, RSUD dr. Iskak Tulungagung menggelar serangkaian kegiatan edukasi dan sosialisasi pada Selasa (3/12/2024).

Baca Juga:  Podcast Radio Elisa Jadi Panggung Sosialisasi Rekrutmen Prajurit TNI AD oleh Danrem 073/Makutarama

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang HIV/AIDS serta pentingnya kesetaraan hak dalam akses layanan kesehatan.

Diprakarsai oleh Kelompok Staf Medis (KSM) Poli Seruni dan Poli Penyakit Dalam, tema tahun ini adalah “Take the Right Path: Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa.

Baca Juga:  Strategi Mudik Gesit 2025: Kakorlantas Polri Lepas Tim Pemantau Lalu Lintas di Jakarta

Tema ini menyoroti pentingnya menciptakan layanan kesehatan yang inklusif, tanpa diskriminasi, bagi setiap individu, termasuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Dalam sosialisasi tersebut, para pemateri menjelaskan secara rinci tentang HIV dan AIDS. HIV, singkatan dari Human ,

Baca Juga:  Kolaborasi Strategis PIPAS dan Pemadam Kebakaran: Ciptakan Rutan Surabaya Aman dari Risiko Bencana

Immunodeficiency Virus, adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Penyakit ini dapat melemahkan tubuh sehingga sulit melawan infeksi.

“HIV sering kali tidak menunjukkan gejala yang mencolok pada tahap awal. Pasien bisa terlihat sehat selama lima tahun pertama. Namun, jika tidak ditangani, akan muncul berbagai komplikasi kesehatan yang serius,” ujar dr. Nuraida Wisudani, Sp.PD. KGEH, salah satu narasumber acara.

Baca Juga:  Operasi Zebra Semeru 2025 di Tuban: 21 Remaja Balap Liar Diamankan, 17 Motor Disita dalam Razia Tengah Malam

Penularan HIV umumnya terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dan transfusi darah yang terkontaminasi.

Selain itu, risiko penularan dari ibu ke bayi juga menjadi perhatian serius. “Pemeriksaan pada ibu hamil sangat penting untuk mencegah penularan kepada bayi,” tambah dr. Nuraida.

Baca Juga:  Respon Cepat Jalan Rusak, Wabup Sidoarjo Awasi Perbaikan Jalan Berlubang di Ruas Pasar Larangan

Pesan Penting: Jangan Diskriminasi ODH

Di tengah ancaman HIV/AIDS, dr. M. Jasin Jachja, Sp.PD., menekankan pentingnya memberikan dukungan kepada ODHA.

“Mereka berhak mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan yang layak. Jangan jauhi mereka. Sebaliknya, bantu mereka mendapatkan akses layanan kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Polresta Banyuwangi Gandeng Komunitas Banyuwangi Positive Perkuat Benteng Ruang Digital dari Ancaman Post Truth

RSUD dr. Iskak juga berkomitmen mendukung target eliminasi HIV pada tahun 2030 dengan menyediakan layanan konseling dan tes sukarela (VCT). Poli Seruni, misalnya, melayani pemeriksaan VCT setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga selesai.

Acara yang digelar di ruang tunggu Poli Obgyn ini menarik perhatian banyak pengunjung. Selain mendapatkan informasi penting, peserta juga diberi kesempatan bertanya secara interaktif. Para penanya terbaik bahkan mendapatkan hadiah doorprize.

Baca Juga:  Transparansi Pajak BBKB Dipertanyakan, DPRD Jatim Minta Penjelasan NTB

Salah satu peserta, Rina, mengaku merasa lebih paham tentang HIV/AIDS setelah mengikuti sosialisasi. “Informasi ini sangat membantu saya memahami bagaimana cara mencegah penularan dan pentingnya mendukung ODHA,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, RSUD dr. Iskak berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya HIV/AIDS serta pentingnya memberikan dukungan bagi ODHA. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk menciptakan masyarakat yang sehat, inklusif, dan bebas stigma. (*)