Laporan: Iswahyudi Artya

GRESIK | SUARAGLOBAL.COM –  Satlantas Polres Gresik terus berinovasi dalam menyampaikan edukasi keselamatan berlalu lintas. Kali ini, melalui program Dai Kamseltibcarlantas, mereka menggandeng santri Pondok Pesantren Mambaus Sholihin untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masyarakat, (05/12/24).

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini diisi dengan tausiyah dari Aipda Suntono, seorang anggota Satlantas yang juga bertindak sebagai pendakwah.

Baca Juga:  Gubernur Jatim Hadiahi Kambing Etawa bagi Peserta Berbusana Adat Terunik di HUT RI ke-80

Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas sebagai bentuk ibadah dan implementasi dari ajaran agama.

Mematuhi aturan lalu lintas adalah wujud tanggung jawab kepada Allah dan sesama manusia. Dengan menjaga keselamatan, kita juga menjaga amanah yang diberikan Allah berupa kesehatan dan kehidupan,\” tuturnya.

Baca Juga:  Operasi Aman Candi 2025: Tiga Pilar Salatiga Sasar Premanisme dan Pelanggar Perda

Selain penyampaian pesan moral, kegiatan ini juga diiringi dengan pembagian bantuan bahan pokok kepada para santri sebagai wujud kepedulian Polres Gresik terhadap kesejahteraan masyarakat pesantren.

Langkah ini sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan pondok pesantren sebagai salah satu pilar pendidikan moral di masyarakat.

Baca Juga:  Semarak Lomba Baris Berbaris Kreasi di Simokerto: Ajang Unjuk Kedisiplinan dan Kreativitas Siswa SD

Kasatlantas Polres Gresik, AKP Derie Fradesca, S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya taat hukum, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya keselamatan di jalan raya.

Melalui pendekatan religius seperti ini, kami berharap pesan keselamatan berlalu lintas dapat diterima dengan lebih mendalam. Santri memiliki peran strategis untuk menjadi contoh baik di lingkungan mereka,” ungkapnya.

Baca Juga:  PSEL Benowo Jadi Role Model Nasional: AHY Dorong Kota Besar Terapkan Teknologi 'Waste to Energy

Program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam implementasi Program Mahameru Lantas, sebuah inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan budaya tertib berlalu lintas di wilayah Gresik.

AKP Derie menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus digalakkan di berbagai pondok pesantren dan komunitas masyarakat.

Baca Juga:  Gagalkan Penyelundupan Sabu di Pelabuhan Pasongsongan, Polres Sumenep Bekuk Kurir Asal Sampang

Dengan kolaborasi seperti ini, diharapkan para santri tidak hanya memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas tetapi juga mampu menyebarkan pesan tersebut kepada masyarakat luas.

Program ini menegaskan bahwa membangun budaya keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama, yang harus didasari nilai agama, budaya, dan kesadaran hukum.  (*)