Laporan: Ninis Indrawati

GRESIK | SUARAGLOBAL.COM – Upaya mendukung ketahanan pangan nasional terus digencarkan di Kecamatan Benjeng. Pada Rabu (19/02/25), kegiatan penyerapan gabah petani berlangsung di Desa Gluran Ploso dengan melibatkan berbagai pihak terkait guna memastikan hasil panen terserap optimal.

Acara ini dimulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh Serma Supeno Hadi selaku Batiwanwil Koramil 0817/10 Benjeng, Babinsa Koramil 0817/10 Benjeng, Ketua Asosiasi Gapoktan Kecamatan Benjeng Bapak Darman, Mitra Bulog H. Mukdori, serta petani pemilik lahan Bapak H. Iwan.

Baca Juga:  Beredar Video Tawuran Antar Pelajar Di Jalan Lingkar Salatiga, Polisi Sisir Lokasi Kejadian

Sebelum penyerapan gabah dilakukan, Mitra Bulog dan Babinsa lebih dahulu meninjau lokasi panen pada pukul 09.00 WIB untuk memastikan kesiapan lahan dan kualitas padi yang akan dipanen. Proses panen sendiri dimulai pukul 09.30 WIB menggunakan mesin pemanen modern (Combi Harvester) di lahan milik Bapak H. Iwan.

Baca Juga:  Perangi Perundungan, Polresta Malang Kota Gandeng Sekolah dan Guru Perkuat Pendidikan Karakter

Setelah panen selesai, gabah yang telah dikeringkan dimuat ke kendaraan untuk dibawa ke tempat Mitra Bulog pada pukul 10.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.30 WIB dengan total penyerapan mencapai 8 ton gabah kering panen (GKP) yang siap untuk didistribusikan.

Penyerapan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga gabah serta memastikan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. Kolaborasi antara petani, pemerintah, serta Mitra Bulog diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan daerah dan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi para petani.

Baca Juga:  Jatim Kejar Lonjakan TKA 2026: Dinas Pendidikan Jatim Luncurkan Strategi Baru, TKA Clinic dan Digital Learning untuk Dongkrak Kompetensi

Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap kondusif, tertib, dan aman. Dengan adanya sinergi yang baik antara petani dan pemangku kepentingan, diharapkan sektor pertanian di Kecamatan Benjeng dapat semakin berkembang dan berkontribusi positif terhadap ketahanan pangan nasional. (*)