Laporan: Iswahyudi Artya

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur mengambil langkah proaktif dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Timur pada Selasa (25/2/2025), sejumlah strategi utama dirumuskan guna mengendalikan inflasi.

Baca Juga:  FOPI Jatim 2025-2029 Resmi Dilantik: Targetkan Prestasi Petanque Lebih Gemilang dengan Strategi Baru

Asisten Direktur KPw BI Jatim, Petrus Endria Effendhi, menegaskan bahwa aspek ketersediaan dan keterjangkauan harga menjadi prioritas utama dalam menghadapi lonjakan permintaan menjelang Lebaran. “Dengan koordinasi yang baik, kita optimis harga tetap stabil,” ujarnya.

Beberapa langkah strategis yang dibahas dalam rapat tersebut antara lain:

1. Pemantauan Stok dan Harga di Pasar – Memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar agar tidak terjadi kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga.

Baca Juga:  Hari Bhayangkara Merakyat: CFD Polres Tanjung Perak Hadirkan Layanan Publik Gratis dan Hiburan Rakyat

2. Operasi Pasar Murah – Menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat untuk menekan potensi lonjakan harga.

3. Koordinasi dengan Distributor – Mengoptimalkan distribusi barang agar tidak terjadi hambatan logistik yang dapat berdampak pada inflasi.

4. Transparansi Informasi Harga – Menyebarkan informasi harga secara luas agar masyarakat dapat berbelanja dengan lebih bijak dan menghindari panic buying.

Baca Juga:  Misteri Kematian di Kamar 29: Wanita Probolinggo Ditemukan Tak Bernyawa Diduga dengan Luka Cekikan Jadi Petunjuk Utama

Hasil dari rapat koordinasi ini akan dibahas lebih lanjut dalam High-Level Meeting (HLM) TPID bersama Gubernur Jawa Timur guna merumuskan kebijakan lanjutan yang lebih komprehensif. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat selama momentum Idul Fitri. (*)