Laporan: Wahyu Widodo

AMBARAWA | SUARAGLOBAL.COM  – Suasana di Jalan Lingkar Ambarawa (JLA) yang biasanya ramai oleh deru kendaraan mendadak berubah mencekam pada Rabu (5/3/2025) sore. Ratusan pemotor yang diduga terlibat balap liar terpaksa berhamburan setelah Satlantas Polres Semarang menggelar razia besar-besaran. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan hingga akhirnya polisi berhasil mengamankan 118 unit sepeda motor.

Kasatlantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, membenarkan adanya penindakan tegas terhadap pelaku balap liar yang kerap meresahkan masyarakat. Para pemotor yang terjaring langsung dibawa ke Mapolsek Ambarawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:  Polisi Bersih, Negeri Kuat: Polres Trenggalek Gelar Tes Urine Mendadak untuk 25 Perwira

“Betul, sore tadi kami tindak. Data terakhir ada 118 motor yang kami amankan,” ujar AKP Lingga.

Razia ini bukan dilakukan secara mendadak, melainkan hasil dari pemetaan titik-titik rawan yang kerap digunakan sebagai arena balap liar. Polisi telah mengidentifikasi beberapa lokasi strategis tempat para pemotor biasa berkumpul, seperti Jalan Diponegoro, JLA, wilayah Pringapus, serta kawasan Exit Tol Ungaran. Sepanjang Ramadan 1446 H, titik-titik ini menjadi fokus pengawasan untuk mencegah aksi ugal-ugalan di jalan raya.

Baca Juga:  Akses Hukum untuk Rakyat Makin Terbuka, 83 PBH Jatim Resmi Teken Perjanjian Program 2026

Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menargetkan balap liar, tetapi juga berbagai tindak kriminal lain seperti tawuran dan geng motor. Selain razia, patroli intensif dilakukan untuk memastikan kondusivitas wilayah selama bulan suci ini.

Baca Juga:  Bimtek Penguatan 10 Program PKK di Bangkalan: Memantapkan Peran Kader dalam Pembangunan Desa

“Kami juga memberikan edukasi secara humanis kepada para pengguna jalan terkait tata tertib berlalu lintas dan menegur pelanggar, misalnya yang tidak mengenakan helm,” jelas AKBP Ratna.

Ia juga mengapresiasi peran serta masyarakat yang aktif melaporkan potensi gangguan keamanan di wilayahnya. Dengan adanya kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan jalanan tetap aman dan nyaman bagi pengguna selama bulan Ramadan. (*)