Laporan: Iswahyudi Artya

GRESIK | SUARAGLOBAL.COM — Peresmian pabrik pemurnian emas terbesar di dunia milik PT Freeport Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Namun, Ketua Umum Garda Taruna Nusantara (Gantara), Asep Syaefullah, SH, mengingatkan pentingnya pengawasan yang ketat agar tujuan pendirian pabrik ini benar-benar untuk kemakmuran rakyat, (19/03/25).

Baca Juga:  Psikopat Narsistik di Balik Mutilasi Koper Merah: Hasil Tes Forensik Ungkap Profil Keji Pelaku

Menurut Asep, pembangunan pabrik di kawasan industri JIIPE, Gresik, memang sejalan dengan upaya hilirisasi dan peningkatan nilai tambah sektor pertambangan emas. Tapi, ia menegaskan bahwa tanpa pengawasan dan pendampingan pemerintah, potensi besar ini bisa disalahgunakan.

Baca Juga:  Kiai Pengasuh Ponpes di Ngawi Divonis 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar Atas Kasus Kekerasan Seksual

“Pemerintah harus hadir dalam pengaturan, pengawasan, dan edukasi masyarakat agar pengelolaan emas ini tidak menjadi lahan kejahatan baru yang dimainkan oleh para elit,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar pabrik ini tidak menjadi sarana monopoli pasar emas oleh segelintir kelompok. “Jangan sampai hanya segelintir pihak yang menikmati hasilnya. Sesuai tujuan, pabrik ini harus membawa manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia,” tegas Asep.

Baca Juga:  Polres Gresik Ungkap Kasus Penipuan Rekrutmen ASN dengan Modus SK Palsu

Gantara berharap pemerintah terus mengawasi dan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya emas agar potensi besar ini benar-benar menjadi kekuatan ekonomi bangsa, bukan sekadar bisnis elite. (*)