Laporan: Anil Rahman

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Upaya memperkuat peran media sebagai kontrol sosial dan membangun komunikasi yang positif antara masyarakat dan lembaga pemasyarakatan terus digalakkan. Salah satu contohnya adalah kunjungan silaturahmi yang dilakukan oleh pengurus Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Surabaya yang berlokasi di Jalan Letjen Sutoyo, Medaeng, pada Senin (7/4/25).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan yang dipimpin oleh Koordinator Wilayah Rampas Juang 08, Florencia, disambut hangat oleh Kepala Rutan Kelas 1 Surabaya, Tomi Elyus, beserta jajaran. Pertemuan itu bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan menjadi ruang strategis untuk membangun sinergi dalam penyebaran informasi, berbagi pengalaman, serta memperkuat peran kontrol sosial dalam sistem pemasyarakatan.

Baca Juga:  Polisi Masuk Kampung dan Wisata: Polres Batu Gencarkan Edukasi Layanan Darurat 110

“Silaturahmi yang penuh keakraban ini menjadi ajang berbagi informasi, pengalaman, serta memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan,” ujar Florencia.

Pihak Rutan Surabaya juga menjadikan momen ini sebagai ajang mempresentasikan berbagai program pembinaan yang selama ini dijalankan. Kepala Rutan, Tomi Elyus, menjelaskan bahwa lembaganya berkomitmen kuat dalam menerapkan prinsip zero narkoba dan anti penipuan online. Selain itu, Rutan juga aktif membekali para warga binaan dengan pelatihan keterampilan serta kegiatan ekonomi produktif.

Baca Juga:  Sakit Hati Berujung Maut: Dua Bersaudara di Kudus Tewas Ditikam, Ini Penjelasannya

“Kegiatan ini untuk membekali narapidana dan anak didik agar siap kembali ke masyarakat. Harapannya, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan mandiri setelah menyelesaikan masa tahanannya,” terang Tomi.

Florencia juga menegaskan bahwa kritik dan masukan dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya terus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap warga binaan dan keluarganya.

Baca Juga:  Tak Sekadar Apel: RSUD dr. Iskak Padukan Profesionalisme dan Kekeluargaan

“Karena dari hasil kritikan, masukan akan menjadi suatu evaluasi untuk membenahi lebih baik lagi untuk pelayanan ke warga binaan maupun ke keluarga warga binaan,” tutupnya.

Dengan adanya sinergi seperti ini, diharapkan media dan lembaga pemasyarakatan dapat saling memperkuat dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih terbuka, humanis, dan akuntabel. (*)