Laporan: Ninis Indrawati

NGANJUK | SUARAGLOBAL.COM – Dalam rangka membentuk sumber daya manusia kepolisian yang tidak hanya unggul secara keterampilan, tetapi juga kokoh secara spiritual, Polres Nganjuk kembali menggelar kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) di Masjid Al-Ikhlas, Kamis (14/8/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pejabat utama, personel Polri, serta ASN Polres Nganjuk. Suasana khidmat terasa sejak awal acara, yang menjadi ajang penguatan karakter dan peningkatan kualitas pribadi para anggota, baik dari sisi mental, spiritual, maupun profesional.

Baca Juga:  Perisai Digital Nusantara: TNI Gelar Latihan Siber Gabungan 2025 untuk Tangkal Ancaman Dunia Maya dan Perkuat Pertahanan Digital Nasional

Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., dalam arahannya menegaskan bahwa setiap anggota kepolisian harus terus mengembangkan diri.

“Ilmu pengetahuan dan keterampilan harus terus diasah, karena itu adalah bekal utama dalam melayani masyarakat dan menjalankan tugas kepolisian. Jangan pernah berhenti menimba ilmu yang bermanfaat,” ujarnya.

Baca Juga:  Kunci Nyantol, Maling Senyum Lebar! Kunci Tertinggal di Kontak, Honda Vario Pedagang Tempe di Pasar Pagi Salatiga Raib Digondol Maling

Sementara itu, Ustadz Imam Muhammad Makrus, Ulama Kamtibmas Kecamatan Nganjuk yang menjadi pengisi tausiyah, mengingatkan pentingnya menyeimbangkan antara kecakapan dunia dan bekal akhirat.

“Ilmu agama juga penting sebagai landasan moral. Dengan ilmu agama, setiap langkah kita dapat bernilai ibadah dan menjadi amal di akhirat,” pesannya.

Baca Juga:  Sinergi TNI-POLRI: Operasi Ketupat Semeru 2025 Dimulai! Polres Pelabuhan Tanjung Perak Siapkan Ratusan Personel Amankan Lebaran

Melalui program Binrohtal yang digelar secara rutin ini, Polres Nganjuk berharap seluruh anggotanya dapat memadukan keterampilan profesional dengan kekuatan iman. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat dilakukan secara humanis, responsif, dan berkualitas, sekaligus memperkuat citra Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang berintegritas. (*)