Laporan: Yuan

JAKARTA | SUARAGLOBAL.COM – Sebuah mobil yang diduga milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan membawa Makanan Bergizi Gratis (MBG) terlibat kecelakaan di area SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12/2025). Insiden tersebut terjadi ketika para siswa tengah melaksanakan kegiatan di lapangan sekolah.

Peristiwa nahas itu langsung menjadi perhatian publik setelah rekaman video kejadian beredar luas dan viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat suasana panik, di mana para guru, petugas sekolah, dan warga sekitar berusaha menolong siswa yang menjadi korban. Teriakan histeris dan upaya evakuasi tampak jelas di lokasi kejadian.

Baca Juga:  NU Tawangsari Tancap Gas! Pendidikan, Sosial dan Ekonomi Jadi Senjata Utama RAKER 2026

Berdasarkan narasi dalam unggahan yang beredar, kecelakaan diduga terjadi akibat kelalaian pengemudi mobil. “Dari informasi yang didapatkan, diduga pengemudi ingin menginjak rem, namun yang diinjak pedal gas. Sehingga mobil nyelonong masuk ke lapangan upacara,” bunyi keterangan dalam unggahan tersebut.

Baca Juga:  Antisipasi 3C di Jam Rawan, Patroli Semampir Berjalan Tanpa Kendala

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, membenarkan adanya insiden tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media. Kendati demikian, ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah korban maupun kronologi lengkap peristiwa.

“Betul, data masih kami himpun ya. Mohon waktu,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim untuk menuju lokasi guna memastikan kondisi di lapangan serta melakukan koordinasi lanjutan. “Tim BGN sedang ke lokasi,” kata Dadan singkat.

Baca Juga:  Residivis Curanmor Gasak 30 Motor di Jawa Timur, Satreskrim Polres Ngawi Ringkus di Jalan Raya Ngawi–Solo

Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Pihak sekolah juga disebut tengah berkoordinasi dengan aparat dan tenaga medis terkait penanganan para siswa yang terdampak. (*)