Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM — Pemandangan tak biasa terlihat di Gedung B Terminal Bus Tipe A Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (14/5/2026) siang. Deretan kios makanan, warung kopi, hingga agen tiket bus tampak tertutup rapat. Aktivitas yang biasanya ramai penumpang mendadak lesu.

Baca Juga:  Terang Natal Menyapa Lereng Sine: Kebersamaan dan Toleransi Warnai Perayaan Natal GKJW Ketanggung Menyongsong Tahun 2026

Puluhan pedagang memilih menutup kios secara massal sebagai bentuk protes terhadap kebijakan penutupan akses masuk terminal dari arah Yogyakarta menuju Semarang melalui Gerbang B. Kebijakan itu dinilai menjadi penyebab utama merosotnya jumlah penumpang yang masuk ke area terminal.

Baca Juga:  Secangkir Kopi, Segudang Solusi Lahir Komitmen Besar, Kapolres Boyolali Perkuat Kolaborasi Penegakan Hukum Terpadu Demi Rakyat

Akibatnya, denyut ekonomi pedagang kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas terminal ikut terpukul keras.

Koordinator Perkumpulan Pekerja Terminal Bawen (PPTB), Tilik Jumiyat, mengatakan kondisi terminal berubah drastis sejak akses masuk mulai dibatasi. Menurutnya, penumpang kini lebih memilih turun di luar terminal karena akses menuju Gedung B dianggap tidak praktis.