Laporan: Vb Prabawani

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Memeriahkan momen libur sekolah sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7, Saloka Theme Park menghadirkan gebrakan baru melalui ajang Saloka Mencari Musik 2026. Program yang mengusung semangat kreativitas tanpa batas ini tidak hanya menjadi wadah bagi para musisi Tanah Air, tetapi juga melahirkan tiga karya terbaik yang akan diproduseri langsung oleh gitaris Sheila On 7, Eros Candra, dan dipersiapkan menjadi jingle terbaru Saloka.

Ajang yang dimulai sejak Januari 2026 tersebut menjadi salah satu program unggulan Saloka dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui karya musik. Bertepatan dengan musim liburan sekolah yang berlangsung sejak 20 Juni hingga 12 Juli 2026, Saloka ingin menghadirkan pengalaman wisata yang bukan hanya menghadirkan wahana, tetapi juga ruang berekspresi bagi komunitas kreatif.

General Manager Saloka, Agustinus Haryanto, menjelaskan bahwa tahun ini Saloka mengusung konsep Urban Culture sebagai identitas baru.

Menurutnya, Saloka ingin menjadi ruang interaksi sekaligus atraksi bagi masyarakat, tempat di mana setiap orang dapat mengekspresikan kreativitas dan berkomunikasi melalui berbagai karya seni, termasuk musik.

“Urban culture kami jadikan ujung tombak karena Saloka ingin menjadi ruang interaksi dan ekspresi masyarakat. Kami berharap konsep ini mampu memberikan pengalaman dan manfaat lebih bagi para pengunjung, terutama selama momen libur sekolah,” jelas Agustinus.

Baca Juga:  Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Buru 2024 resmi berakhir, Kecamatan Namlea raih Dua emas Dua Perak

Sementara itu, Manajemen Saloka, Danny Agung Nugroho, mengatakan bahwa Saloka Mencari Musik merupakan strategi jangka panjang untuk memberikan ruang kepada para pencipta lagu sekaligus memperluas promosi destinasi wisata melalui media musik.

“Tujuan ajang ini adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi komunitas pencipta lagu untuk berkarya. Selain itu, program ini menjadi strategi promosi kami agar masyarakat semakin mengenal Saloka melalui lagu-lagu yang lahir dari para kreator,” ujarnya.

Antusiasme para musisi dalam kompetisi ini terbilang luar biasa. Selama sekitar satu setengah bulan masa pendaftaran, panitia berhasil mengumpulkan 103 karya lagu dari musisi Kabupaten Semarang maupun berbagai daerah di Indonesia.

Memasuki Maret 2026, seluruh karya mulai menjalani proses kurasi dan penjurian yang dipimpin langsung oleh Eros Candra. Seleksi dilakukan secara bertahap hingga menyisakan 10 besar sebelum akhirnya dipilih tiga karya terbaik yang diumumkan pada 1 April 2026.

Ketiga pemenang tersebut adalah:

Jambore dengan lagu “Pasar Malam”.

Baca Juga:  Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf Prayoga Erawan Pimpin Koorps Raport Perwira Jajaran Kodim 0714/Salatiga

Rivera dengan lagu “Weekend”.

Anggara Musiclab dengan lagu “Hari Penuh Ceria”, yang terinspirasi dari slogan Saloka, “Ceria Tiada Habisnya.”

Ketiga lagu inilah yang kini tengah dipersiapkan menjadi jingle resmi terbaru Saloka di bawah arahan dan produksi Eros Candra.

Eros mengungkapkan proses menentukan pemenang bukanlah pekerjaan mudah. Banyak karya yang masuk memiliki kualitas musikal maupun produksi yang sangat baik.

Ia menyebut proses kurasi dilakukan berulang kali hingga akhirnya mengerucut menjadi sepuluh besar sebelum dipilih tiga lagu terbaik bersama pihak Saloka.

Menariknya, dari ratusan karya yang diterima, sekitar lima lagu diketahui memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses produksinya.

Menurut Eros, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari dan justru harus disikapi secara bijak.

“Kehadiran teknologi AI saat ini memang tidak bisa kita hindari. Hal itu tidak masalah. Bagi saya yang terpenting adalah bagaimana mereka bisa membawakannya dengan baik. Saya sangat menghargai kreativitas mereka walaupun di dalamnya menggunakan bantuan AI,” ujar Eros.

Salah satu karya yang paling menarik perhatian datang dari Anggara Musiclab melalui lagu “Hari Penuh Ceria.”

Dalam wawancara terpisah, Anggara mengungkapkan dirinya merupakan seorang DJ sekaligus lulusan seni musik, khususnya karawitan. Berbekal latar belakang tersebut, ia mencoba menghadirkan warna berbeda dengan memadukan musik Electronic Dance Music (EDM) bersama instrumen tradisional seperti gamelan dan angklung.

Baca Juga:  Operasi Zebra 2025 Dimulai, Surabaya Perketat Penindakan Pelanggaran Berisiko Fatal

Menurutnya, perpaduan tersebut dipilih karena ingin menghadirkan karakter musik yang unik dan selaras dengan identitas Saloka yang mengangkat budaya lokal.

“Kalau hanya EDM sudah biasa dan sudah banyak yang menggunakan. Saya mencari ciri khas yang cocok dengan Saloka. Karena Saloka juga mengangkat tradisi setempat, maka saya menggabungkannya dengan gamelan dan angklung,” tutur Anggara.

Perpaduan musik modern dan tradisional tersebut diharapkan mampu menghadirkan identitas baru bagi Saloka sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui medium musik yang lebih segar, modern, dan mudah diterima berbagai kalangan.

Melalui Saloka Mencari Musik 2026, Saloka membuktikan bahwa taman rekreasi tidak hanya menjadi destinasi hiburan, tetapi juga mampu menjadi ruang lahirnya karya kreatif yang melibatkan masyarakat. Kehadiran tiga lagu pemenang yang segera dirilis sebagai jingle resmi diharapkan semakin memperkuat citra Saloka sebagai destinasi wisata keluarga yang inovatif, kreatif, dan dekat dengan budaya lokal. (*)