Laporan: Budi Santoso

NGAWI | SUARAGLOBAL.COM – Suasana penuh khidmat sekaligus meriah menyelimuti Desa Hargosari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis malam (2/7/2026) hingga Jumat dini hari (3/7/2026). Tradisi Sedekah Bumi atau Bersih Desa kembali digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan hasil bumi yang diberikan kepada masyarakat.

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Hargosari. Pelaksanaannya selalu bertepatan dengan bulan Suro dan malam Jumat Legi, yang diyakini masyarakat Jawa sebagai momentum sakral untuk memanjatkan doa serta menjaga kelestarian adat dan budaya leluhur.

Sebagai puncak acara, masyarakat disuguhi pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Semar Mbangun Kayangan” yang dibawakan oleh dalang ternama Ki Aang Wiyatmoko dari Mojosongo, Karanganyar, Jawa Tengah. Penampilan tersebut semakin semarak dengan iringan gamelan dari kelompok karawitan Prabancono, yang berhasil menghidupkan suasana dan memukau para penonton hingga menjelang pagi.

Baca Juga:  Jangan Cari Jati Diri di Jalanan! Kapolres Kendal Ingatkan Pelajar Bahaya Lingkaran “Kreak”

Ratusan warga tampak memadati halaman rumah Kepala Desa Hargosari, Sumono, yang menjadi lokasi penyelenggaraan acara. Tidak hanya warga setempat, masyarakat dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Sine juga datang untuk menyaksikan pagelaran budaya tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan itu Camat Sine Agus Dwi Narimo, Danramil Sine Kapten Subangit, Kapolsek Sine AKP Heri beserta anggota, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama memeriahkan tradisi tahunan tersebut.

Dalam sambutannya, Camat Sine Agus Dwi Narimo mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Hargosari yang tetap konsisten melestarikan budaya warisan leluhur.

Baca Juga:  Menjaga Stabilitas Pilkada: Kapolres Sampang Optimalkan Deteksi Dini dan Beri Motivasi Umroh untuk Bhabinkamtibmas

“Dengan adanya kegiatan Bersih Desa ini, kita semakin mempererat rasa kebersamaan, kekompakan, gotong royong, sekaligus melestarikan budaya Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah desa dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi Sedekah Bumi bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai sosial, budaya, dan persaudaraan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.

Sementara itu, Kepala Desa Hargosari Sumono mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan acara tersebut. Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat semangat gotong royong dan swadaya masyarakat.

“Acara ini murni hasil swadaya warga. Tidak ada anggaran dari pemerintah pusat maupun daerah untuk penyelenggaraannya. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan bantuan, baik berupa dana, tenaga, maupun pikiran sehingga acara dapat berlangsung dengan lancar,” katanya.

Baca Juga:  10 Unit Mobil Damkar Jinakan Si Jago Merah! Pabrik Triplek di Tengaran Ludes Dilalap Api, Kerugian Tembus Miliaran Rupiah

Sumono juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan Desa Hargosari.

“Mari kita terus menjaga gotong royong, kekompakan, dan semangat guyub rukun. Semoga dengan adanya Bersih Desa ini, Desa Hargosari senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, serta menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi, masyarakatnya hidup makmur, tenteram, dan sejahtera,” pungkasnya.

Tradisi Sedekah Bumi di Desa Hargosari menjadi bukti bahwa budaya Jawa tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Di balik kemeriahan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, tersimpan makna mendalam tentang rasa syukur, persatuan, pelestarian budaya, serta semangat gotong royong yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. (*)