Laporan: Andy Saputra

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen mendukung perkembangan seni dan budaya lokal kembali ditunjukkan PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menyalurkan bantuan dana pengembangan kepada Institut Musik Jalanan (IMJ) Kota Semarang sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan komunitas kreatif dan peningkatan kualitas musisi lokal.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan melalui Program InJourney Airports Community Upskilling for Aviation pada Selasa (30/6/2026). Program ini menjadi salah satu langkah nyata perusahaan dalam menciptakan ekosistem bandara yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat transportasi, tetapi juga menjadi ruang apresiasi seni dan budaya.

General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan bantuan yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas organisasi maupun kualitas karya yang dihasilkan oleh Institut Musik Jalanan.

Baca Juga:  Antusias Warga Membludak! Pasar Murah Polres Ngawi Jadi Solusi Sembako Terjangkau

“Kami berharap bantuan ini dapat mendukung peningkatan kapasitas Institut Musik Jalanan (IMJ) dalam mengembangkan kualitas pertunjukan, proses pembinaan anggota, serta mendukung aktivitas kreatif yang berkelanjutan,” ujar Sulistyo.

Menurutnya, program TJSL tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberdayakan komunitas seni sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di lingkungan Bandara Ahmad Yani Semarang.

Selama ini, Institut Musik Jalanan telah menjadi mitra yang secara rutin menghadirkan pertunjukan musik di area bandara. Penampilan para musisi lokal tersebut dinilai mampu memberikan suasana yang lebih hangat, nyaman, dan berkesan bagi para penumpang maupun pengguna jasa bandara.

Baca Juga:  Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi! "SEKAR BERSEMI" Hadir! PKK Mart Siap Majukan Ekonomi Keluarga

“Kehadiran penampilan musisi di bandara tidak hanya menciptakan suasana yang menyenangkan untuk para pengguna jasa, tetapi juga bertujuan agar sinergi dengan ragam komunitas seni dapat terus terjalin dengan harmonis,” jelas Sulistyo.

Ia menambahkan, keberadaan komunitas seni lokal di kawasan bandara juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan yang datang maupun berangkat dari Kota Semarang.

Sementara itu, Ketua Institut Musik Jalanan (IMJ) Jawa Tengah, Jamaludin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Menurutnya, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk melengkapi fasilitas audio recording yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan utama komunitas dalam melakukan pembinaan serta menghasilkan karya musik yang lebih berkualitas.

Baca Juga:  Pilkada Damai : Muatan Pesan Dalam Patroli Kamtibmas Polsek Susukan

Peralatan tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung proses latihan, rekaman karya, hingga pengembangan kemampuan anggota IMJ agar semakin profesional dan produktif.

Dukungan dari Bandara Ahmad Yani ini diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi para musisi jalanan untuk terus berkarya, meningkatkan kompetensi, sekaligus memperluas ruang ekspresi seni di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi antara dunia usaha dan komunitas kreatif, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang berharap dapat terus menghadirkan lingkungan bandara yang hidup, ramah, serta menjadi etalase budaya lokal yang membanggakan. (*)