SUMBAWA | SUARAGLOBAL.COM – Suasana penuh tawa, nyanyian, dan semangat persahabatan mewarnai hari terakhir pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Jumat (17/7/2026). Berbeda dengan kesan MPLS yang dulu identik dengan tekanan dan intimidasi, kini peserta didik baru justru menikmati pengalaman sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan.

Lagu “Hari Baru” dan “Rukun Sama Teman” menggema di halaman sekolah, mengiringi semangat para siswa baru yang tampak antusias saling berkenalan, bermain bersama, hingga belajar hidup rukun dengan teman-teman barunya.

Momen penuh keceriaan itu disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, yang melakukan peninjauan ke SMA Muhammadiyah Sumbawa Besar, SD Negeri 1 Sumbawa, dan SD Negeri 14 Sumbawa.

Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan MPLS Ramah yang dinilai berhasil menjadi pondasi awal pembentukan karakter peserta didik sekaligus menciptakan budaya sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.

“Alhamdulillah saya mengunjungi beberapa sekolah. Saya melihat pelaksanaan MPLS di sekolah-sekolah ini sangat bagus. Program seperti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), menyanyikan lagu Hari Baru, hingga membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman dengan membiasakan hidup rukun telah berjalan dengan baik,” ujar Abdul Mu’ti.

Baca Juga:  Tim Intel Korem 022/PT Bongkar Jaringan Narkoba, Amankan Senjata Api dan Tangkap Pengedar di Simalungun

Menurut Mendikdasmen, hari pertama masuk sekolah merupakan momentum yang sangat penting untuk membangun kebiasaan positif yang akan terus melekat selama peserta didik menjalani pendidikan.

Di SD Negeri 14 Sumbawa, konsep MPLS Ramah benar-benar diterapkan secara menyeluruh. Selama lima hari pelaksanaan, peserta didik tidak dibebani pelajaran akademik yang berat. Sebaliknya, mereka diajak bermain, bernyanyi, mengenal lingkungan sekolah, hingga belajar bekerja sama dengan teman-teman baru.

Kepala SD Negeri 14 Sumbawa, Asminingsih, menjelaskan bahwa sekolah sengaja mengedepankan suasana yang ramah agar anak-anak merasa nyaman sejak hari pertama.

Selain mengenalkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), sekolah juga menggelar pra-MPLS dengan mengundang para orang tua untuk memahami seluruh rangkaian kegiatan sehingga proses adaptasi anak berlangsung lebih mudah.

“Kami ingin anak-anak merasa nyaman, bahagia, dan senang datang ke sekolah. Selama lima hari ini mereka belajar hidup rukun, mengenal teman, dan memahami pembiasaan positif melalui konsep 7KAIH,” jelas Asminingsih.

Guru Kelas I SD Negeri 14 Sumbawa, Kristina, mengatakan bahwa masa transisi dari taman kanak-kanak menuju sekolah dasar menjadi fase penting yang membutuhkan pendekatan yang menyenangkan.

Baca Juga:  Stamina Terjaga, Kekompakan Antar Personel Terbina

Alih-alih langsung belajar di dalam kelas, peserta didik justru diajak mengenal lingkungan sekolah melalui berbagai permainan edukatif.

Menurutnya, konsep MPLS Ramah juga memberi kesempatan kepada guru untuk memahami karakter setiap peserta didik sekaligus menciptakan suasana belajar yang aman dan bebas bullying.

“Anak-anak belum langsung dibebani belajar. Kami mengajak mereka bermain, bernyanyi, berkenalan, sehingga mereka merasa senang berada di sekolah. Respon mereka sangat positif,” ujarnya.

Keberhasilan MPLS Ramah ternyata juga tidak lepas dari keterlibatan orang tua.

Salah satu wali murid kelas I, Sintia, mengaku sangat terbantu dengan komunikasi aktif yang dibangun pihak sekolah.

Melalui penyampaian informasi rutin dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), anak-anak semakin bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Setiap hari anak saya selalu bertanya apa yang harus dipersiapkan besok. Dia sangat senang mengikuti MPLS dan antusias mengerjakan LKPD,” tuturnya.

Semangat menciptakan lingkungan sekolah yang aman juga diterapkan di SMA Muhammadiyah Sumbawa Besar.

Peserta didik baru, Defli, mengaku sangat menikmati seluruh kegiatan MPLS karena dapat mengenal lingkungan sekolah, berkenalan dengan teman-teman baru, dan merasakan suasana sekolah yang nyaman.

“Kegiatan MPLS-nya menyenangkan. Kami dikenalkan dengan lingkungan sekolah, bertemu teman-teman baru, dan sekolahnya terasa nyaman serta asri,” katanya.

Baca Juga:  Tangis Bahagia di Prambon: Rumah Supardi Akan Dipugar, Harapan Baru dari Bupati Sidoarjo

Kepala SMA Muhammadiyah Sumbawa Besar, Jon Kennedi, menegaskan bahwa sekolah menerapkan sistem MPLS bebas perundungan.

Berbagai permainan interaktif, kegiatan kelompok, hingga pembiasaan saling menyapa diterapkan agar seluruh peserta didik baru cepat beradaptasi dan saling mengenal.

“Kami ingin sekolah menjadi tempat yang nyaman. Karena itu sejak awal kami tanamkan budaya saling menyapa, saling menghargai, berinteraksi, dan mengenal satu sama lain melalui berbagai permainan,” jelas Jon.

Menutup kunjungannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa nilai utama dari MPLS Ramah bukan sekadar kegiatan pengenalan sekolah selama lima hari.

Yang jauh lebih penting, menurutnya, adalah bagaimana seluruh kebiasaan baik yang telah ditanamkan terus dijalankan sepanjang tahun ajaran.

Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) diharapkan menjadi budaya baru di lingkungan sekolah sehingga peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, saling menghormati, berkarakter kuat, dan siap menghadapi masa depan.

“Yang terpenting adalah bagaimana mereka dapat menerapkan kebiasaan baik yang kita sebut 7 KAIH dan membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman. Mulainya tentu dari awal ketika MPLS. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kita semua,” tutup Abdul Mu’ti. (Fssw)