Laporan: Andy Saputra

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Suasana hari pertama masuk sekolah di Kota Semarang berubah menjadi duka mendalam. Sebuah kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang Jalan Kokrosono, Semarang Tengah, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Insiden tragis itu merenggut nyawa seorang siswa sekolah dasar (SD), sementara dua korban lainnya mengalami luka berat.

Peristiwa memilukan tersebut diduga dipicu kelalaian pengendara yang nekat menerobos perlintasan kereta api meski palang pintu telah ditutup dan sirene peringatan sudah berbunyi.

Berdasarkan informasi kepolisian, sepeda motor Honda Supra yang ditumpangi tiga orang tetap melaju menuju perlintasan. Padahal, petugas jaga telah memberikan tanda bahaya dengan menutup palang pintu dan mengaktifkan sirene sebagai peringatan datangnya kereta.

Baca Juga:  Police Goes to School: Kapolres Boyolali Motivasi Pelajar untuk Disiplin dan Patuh Hukum

Namun, peringatan itu diabaikan. Dalam hitungan detik, kereta barang yang melaju dari arah barat menghantam bagian belakang sepeda motor tersebut.

Benturan keras membuat kendaraan terpental hingga menghantam pembatas jalan. Ketiga penumpangnya ikut terlempar dan terkapar dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Korban meninggal dunia diketahui berinisial HRA (9), seorang siswa SD asal Kaliasin, Semarang Utara. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terlebih tragedi itu terjadi tepat saat aktivitas sekolah kembali dimulai.

Sementara dua korban lainnya, ZIA (12) dan Rujito (45), berhasil dievakuasi dalam kondisi kritis. Keduanya mengalami luka berat di bagian kepala dan kini masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Tragedi ini langsung mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus memastikan pemerintah hadir membantu proses penanganan para korban.

Baca Juga:  Tradisi Pedang Pora Warnai Penyambutan Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono, Simbol Estafet Kepemimpinan dan Semangat Baru Melayani Masyarakat

Luthfi mengungkapkan telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk mengawal proses pelayanan medis serta berkoordinasi dengan rumah sakit agar seluruh kebutuhan penanganan korban dapat dipenuhi.

“Kami pastikan pihak rumah sakit memberikan penanganan terbaik. Saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan berkoordinasi agar seluruh biaya dan bantuan perawatan dibantu penuh oleh pemerintah,” tegas Ahmad Luthfi di Semarang, Senin (20/7/2026).

Selain memastikan bantuan, Luthfi juga melontarkan peringatan keras kepada seluruh pengguna jalan agar tidak lagi mengabaikan rambu keselamatan di perlintasan kereta api.

Menurutnya, banyak pengendara yang keliru memperkirakan kecepatan laju kereta sehingga nekat menerobos saat sirene telah berbunyi.

Baca Juga:  Khofifah: Digitalisasi Pendidikan Harus Bermakna, Guru Tetap Tak Tergantikan

“Jarak dan kecepatan kereta itu menipu mata. Begitu sirene berbunyi, semua kendaraan wajib berhenti tanpa pengecualian, meskipun palang belum turun sepenuhnya. Jangan sampai nyawa melayang sia-sia hanya karena tidak sabar,” tegasnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Mengabaikan sirene, rambu, maupun palang pintu hanya akan membuka peluang terjadinya kecelakaan fatal yang dapat merenggut nyawa dalam sekejap.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut, sekaligus mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, terutama saat melintas di perlintasan kereta api. Kesabaran beberapa detik jauh lebih berharga dibanding kehilangan nyawa untuk selamanya. (*)