Gaspol Lawan Stunting! Polda Jatim-BKKBN Satukan Kekuatan Demi Generasi Emas

Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas terus diperkuat. Polda Jawa Timur bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur resmi memperkokoh sinergi dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari percepatan penurunan angka stunting, pembangunan keluarga berkualitas, hingga edukasi bagi calon pasangan muda.
Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Selasar Patuh Mapolda Jatim, Selasa (21/7/2026), dipimpin langsung Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., bersama jajaran Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur.
Turut hadir dalam pertemuan itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Shodiqin, Inspektur Wilayah III Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Brigjen Pol. Hery Wiyanto, serta sejumlah pejabat utama Polda Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol. Pasma Royce menegaskan bahwa keberhasilan program pemerintah tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar target peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan keluarga dapat tercapai secara maksimal.
“Silaturahmi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Polda Jawa Timur dan BKKBN,” ujar Brigjen Pasma.
Ia menegaskan, Polda Jatim siap memberikan dukungan penuh terhadap seluruh program prioritas pemerintah. Bahkan, kerja sama yang telah berjalan akan terus disesuaikan agar selaras dengan kebutuhan dan tantangan saat ini.
Menurutnya, Polda Jatim juga membuka ruang koordinasi yang lebih luas melalui Biro SDM maupun satuan kerja terkait agar sosialisasi berbagai program BKKBN dapat menjangkau seluruh personel kepolisian.
“Kami juga membuka ruang koordinasi untuk pelaksanaan sosialisasi kepada personel melalui Biro SDM maupun satuan terkait sehingga program-program BKKBN dapat diimplementasikan secara optimal,” tegasnya.
Wakapolda berharap sinergi yang semakin erat tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan keluarga yang sehat, kuat, berkualitas, dan terbebas dari ancaman stunting.
Sementara itu, Inspektur Wilayah III Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Brigjen Pol. Hery Wiyanto mengapresiasi komitmen Polda Jawa Timur yang terus aktif mendukung program pembangunan keluarga.
Menurutnya, kerja sama Polri dan BKKBN harus diwujudkan melalui langkah-langkah nyata di lapangan agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kerja sama Polri dan BKKBN harus terus diperkuat melalui implementasi yang nyata di lapangan,” ujar Brigjen Pol. Hery.
Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut menjadi kunci keberhasilan berbagai program strategis nasional, seperti Program Siap Nikah, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, keluarga berencana dengan semangat “Dua Anak Lebih Sehat”, hingga percepatan penurunan stunting.
Tak hanya itu, sekitar 1.300 Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang tersebar di seluruh kecamatan di Jawa Timur telah diarahkan untuk bersinergi dengan para Bhabinkamtibmas.
Kolaborasi itu diharapkan mampu memperkuat edukasi, pendampingan keluarga, hingga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
BKKBN juga siap berkoordinasi apabila masih terdapat Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang belum mendata kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pendataan tersebut dinilai penting agar intervensi gizi dapat dilakukan secara tepat sasaran sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.
Di sisi lain, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Shodiqin berharap dukungan Polda Jatim semakin diperluas dalam pelaksanaan berbagai program unggulan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Program-program tersebut meliputi TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), SIDAYA (Lansia Berdaya), hingga pemanfaatan Superapps SAKINA sebagai layanan konsultasi keluarga.
Shodiqin juga berharap sosialisasi program-program tersebut dapat menjangkau peserta didik di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur sehingga pemahaman mengenai pentingnya membangun keluarga sehat dapat ditanamkan sejak dini.
“Kami berharap sosialisasi program-program tersebut dapat menjangkau peserta didik di SPN Polda Jatim sehingga dapat membentuk keluarga yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting sejak dini,” ungkap Shodiqin.
Selain membahas penguatan program bersama, kedua institusi juga mendiskusikan penyesuaian nota kesepahaman (MoU) yang akan berakhir pada 2027 agar tetap relevan dengan perkembangan kebijakan dan program pemerintah.
Dengan sinergi yang semakin solid antara Polda Jawa Timur dan BKKBN, upaya menekan angka stunting sekaligus membangun keluarga Indonesia yang tangguh diharapkan semakin efektif, sehingga mampu melahirkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas. (*)












Tinggalkan Balasan