Laporan: Wahyu Widodo

SEMARANG | SUARAGLOBAL COM – Di tengah derasnya arus informasi media sosial yang kerap dibanjiri kabar bohong, manipulasi fakta, hingga disinformasi, kualitas wartawan kembali menjadi sorotan. Pers yang profesional dinilai tetap menjadi benteng terakhir dalam menjaga kepercayaan publik terhadap informasi yang benar.

Menjawab tantangan tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah bekerja sama dengan PT Semen Gresik menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Whiz Semarang selama dua hari, Selasa-Rabu (21–22/7/2026).

Sebanyak 18 peserta dari jenjang Wartawan Muda, Madya, hingga Utama mengikuti proses uji kompetensi yang bertujuan mengasah kemampuan jurnalistik sekaligus memperkuat integritas profesi di tengah perubahan dunia media yang semakin dinamis.

Pembukaan UKW berlangsung penuh semangat dengan dihadiri jajaran pengurus PWI, unsur pemerintah, TNI-Polri, hingga perwakilan dunia usaha yang sama-sama memiliki komitmen memperkuat ekosistem pers yang sehat dan kredibel.

Sekretaris Dewan Penasihat PWI Pusat, Sasongko Tedjo, menegaskan bahwa sejak pertama kali diluncurkan pada Hari Pers Nasional (HPN) 2011 di Palembang, program UKW PWI telah melahirkan lebih dari 21 ribu wartawan berkompeten di seluruh Indonesia.

Menurutnya, perkembangan teknologi memang terus mengubah wajah industri media. Platform pemberitaan berubah, pola konsumsi informasi ikut bergeser, namun prinsip dasar jurnalistik tetap tidak berubah.

Baca Juga:  Polres Semarang Bongkar Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Berkedok Pengobatan Spiritual

Akurasi, objektivitas, independensi, dan keberimbangan tetap menjadi fondasi utama yang harus dimiliki setiap wartawan profesional.

Sasongko yang juga bertugas sebagai salah satu asesor UKW menegaskan bahwa produk jurnalistik yang berkualitas akan selalu menjadi rujukan masyarakat meskipun media sosial dipenuhi berbagai konten yang belum tentu benar.

“Dengan produk berkualitas, tulisan wartawan yang berkompeten akan selalu menjadi rujukan informasi di tengah kepungan konten media sosial. Karena itu UKW tetap diperlukan agar wartawan menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, objektif, berimbang, serta memberi manfaat dan arah bagi masyarakat,” tegasnya.

Komitmen memperkuat kualitas insan pers juga datang dari dunia usaha.

Senior Manager Communications & CSR PT Semen Gresik, Taufik Susanto, menegaskan bahwa perusahaan memandang pers bukan sekadar mitra publikasi, melainkan bagian penting dalam pembangunan daerah dan kemajuan bangsa.

Menurutnya, narasi yang sehat, edukatif, dan membangun hanya dapat dihasilkan oleh wartawan yang benar-benar memiliki kompetensi dan integritas tinggi.

Karena itulah PT Semen Gresik merasa bangga dapat mendukung penuh penyelenggaraan UKW sebagai sponsor kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Deepfake Presiden Prabowo dan Pejabat Lainnya

“Narasi yang edukatif, berimbang, dan kredibel lahir dari wartawan yang kompeten, berintegritas, dan telah teruji. Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan UKW ini,” ujar Taufik.

Ia menambahkan bahwa derasnya arus informasi digital saat ini memiliki potensi besar memunculkan disinformasi apabila tidak diimbangi dengan karya jurnalistik yang berkualitas.

Melalui sinergi antara pemerintah, korporasi, organisasi profesi, dan insan pers, diharapkan lahir berbagai informasi yang positif, konstruktif, sekaligus mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat Jawa Tengah.

Salah satu pesan paling menarik dalam pembukaan UKW datang dari Ketua PWI Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana.

Pria yang akrab disapa Iwan itu mengingatkan bahwa tantangan jurnalistik saat ini bukan hanya menghadapi banjir informasi, tetapi juga perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, teknologi AI memang sangat membantu pekerjaan wartawan, tetapi tidak boleh menggantikan fungsi utama seorang jurnalis.

Ia mengingatkan seluruh peserta UKW agar memahami Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025, yang menegaskan bahwa AI hanya merupakan alat bantu dalam proses jurnalistik.

“Sebagai wartawan harus mengendalikan AI, bukan dikendalikan AI. AI hanya alat bantu, bukan pengganti tugas jurnalistik,” tegas Iwan.

Baca Juga:  Proyek dan Pengawasan: Kejari Buru Pastikan Transparansi Lewat Pendampingan, Ini Jelasnya 

Selain menguasai teknologi, wartawan juga diwajibkan memahami dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Undang-Undang Pers, hingga berbagai pedoman khusus seperti Pedoman Pemberitaan Ramah Anak dan Pedoman Media Siber.

Menurutnya, kemampuan teknis dan etika harus berjalan beriringan agar kepercayaan publik terhadap media tetap terjaga.

Pembukaan UKW turut dihadiri berbagai unsur sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas insan pers di Jawa Tengah.

Hadir mewakili Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kompol Riyanto, kemudian Kapten Utadi mewakili Kapendam IV/Diponegoro, serta perwakilan Dinas Komunikasi dan Digital Provinsi Jawa Tengah.

Turut hadir pula Ketua Dewan Kehormatan PWI Jateng Amir Machmud NS, Sekretaris PWI Jateng Achmad Ris Ediyanto, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Alkomari, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sunarto, serta Ketua Badan Khusus UKW PWI Jateng R. Widiyartono.

Melalui penyelenggaraan UKW ini, PWI Jawa Tengah bersama PT Semen Gresik berharap semakin banyak wartawan yang tidak hanya piawai menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menjaga integritas, mengedepankan etika jurnalistik, serta menjadi garda terdepan dalam menghadirkan informasi yang akurat di tengah derasnya gelombang disinformasi dan kecanggihan teknologi AI. (*)