Dari Lapangan Lapas, Semangat Kemerdekaan Menggelegar! Porseni HUT ke-81 RI Resmi Dibuka

Laporan: Bayu S
PURWODADI | SUARAGLOBAL.COM — Semangat kemerdekaan mulai membara di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi. Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa dalam pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang diikuti pegawai serta warga binaan, (07/08/26).
Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, kegiatan tersebut bukan sekadar menjadi panggung adu kemampuan olahraga. Lebih dari itu, Porseni menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, membangun sportivitas, sekaligus menanamkan semangat nasionalisme di lingkungan Lapas.
Pembukaan Porseni berlangsung meriah namun tetap tertib dan kondusif. Prosesi pembukaan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto.
Ada cara unik yang dipilih untuk menandai dimulainya rangkaian perlombaan. Erik Murdiyanto secara resmi membuka Porseni melalui prosesi pemotongan pita yang terikat pada balon Porseni.
Begitu pita dipotong, balon kemudian diterbangkan ke udara. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bukan hanya pejabat struktural yang hadir. Seluruh pegawai dan warga binaan turut mengikuti upacara pembukaan. Kebersamaan pun terlihat begitu kuat ketika seluruh peserta berkumpul dalam satu rangkaian kegiatan untuk menyambut pesta kemerdekaan.
Meski berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan, seluruh kegiatan tetap berjalan dengan tertib. Semangat kompetisi tidak menghilangkan nilai kebersamaan yang menjadi pesan utama dalam penyelenggaraan Porseni.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi Erik Murdiyanto menegaskan bahwa Porseni harus dimaknai lebih jauh daripada sekadar pertandingan untuk mencari pemenang.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu sarana pembinaan karakter, memperkuat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan sikap sportif dan rasa cinta terhadap Tanah Air.
“Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia hendaknya kita maknai sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan semangat kebersamaan, dan menumbuhkan jiwa sportivitas. Melalui Porseni ini, saya berharap seluruh peserta, baik pegawai maupun warga binaan, dapat mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi nilai fair play, serta menjadikan kegiatan ini sebagai sarana mempererat silaturahmi dan membangun energi positif di lingkungan Lapas Purwodadi,” ujar Erik Murdiyanto.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa semangat kemerdekaan tidak mengenal sekat. Baik pegawai maupun warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan atmosfer kebersamaan dan kegembiraan dalam memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Erik juga menambahkan bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan. Pembentukan karakter dan pengembangan potensi warga binaan menjadi bagian penting yang terus didorong melalui berbagai kegiatan positif dan produktif.
Karena itu, kegiatan olahraga dan seni dipandang memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang sehat, aktif, dan penuh energi positif.
Melalui kegiatan olahraga, peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik, tetapi juga belajar mengendalikan emosi, menghargai lawan, mematuhi aturan, menerima kemenangan maupun kekalahan, serta menjaga kekompakan.
Sementara bagi warga binaan, keterlibatan dalam kegiatan seperti ini menjadi bagian dari proses pembinaan yang diharapkan dapat membangun rasa percaya diri sekaligus mengasah kemampuan untuk berinteraksi secara positif dengan lingkungan.
Porseni tahun ini menghadirkan sejumlah cabang olahraga yang dipastikan bakal membuat suasana lingkungan Lapas semakin semarak. Di antaranya sepak bola, bola voli, serta berbagai olahraga tradisional.
Menariknya, perlombaan tersebut melibatkan partisipasi aktif pegawai dan warga binaan. Lapangan olahraga pun menjadi ruang bertemunya semangat kompetisi dengan nilai kebersamaan.
Sorak-sorai dan semangat bertanding diharapkan tidak hanya menghasilkan hiburan, tetapi juga menjadi energi positif bagi seluruh keluarga besar Lapas Kelas IIB Purwodadi.
Selain meningkatkan kebugaran dan kesehatan jasmani, kegiatan olahraga bersama juga diharapkan mampu memperkuat solidaritas serta membangun hubungan yang semakin harmonis antara petugas dan warga binaan.
Di balik setiap pertandingan, terselip pesan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana setiap peserta mampu bertanding secara sportif, menghormati aturan, dan menjaga persaudaraan.
Semangat itulah yang ingin dibangun Lapas Kelas IIB Purwodadi melalui Porseni dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, peringatan kemerdekaan di Lapas Purwodadi diharapkan tidak berhenti pada seremoni. Semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” diterjemahkan melalui aktivitas nyata yang mendorong kebersamaan, pembinaan karakter, kesehatan, kreativitas, serta sikap saling menghargai.
Porseni pun menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat tumbuh di mana saja. Bahkan di balik tembok Lapas, Merah Putih tetap mampu menyatukan langkah, menghidupkan sportivitas, dan menyalakan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Lapas Kelas IIB Purwodadi berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pembinaan yang positif dan produktif. Momentum HUT ke-81 RI menjadi kesempatan untuk semakin memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus menumbuhkan rasa cinta Tanah Air di tengah proses pembinaan warga binaan.
Kini, pertandingan telah dimulai. Bola bergulir, semangat bertanding menyala, dan suasana kemerdekaan pun semakin terasa.
Dari balik tembok Lapas Purwodadi, pesan kemerdekaan kembali digaungkan: bersatu, sportif, sehat, dan terus bergerak menjadi lebih baik. (*)












Tinggalkan Balasan