Laporan: Iswahyudi Artya

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Dunia kerja bukan tempat untuk sekadar datang, duduk, mengerjakan tugas, lalu pulang. Pesan itulah yang ditekankan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur kepada para peserta program Magang HUB.

Para peserta didorong tidak menjadi anak magang yang pasif. Mereka justru diminta aktif menggali ilmu, berani bertanya, membangun komunikasi, serta cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja pemerintahan.

Penguatan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Raden Wijaya Kanwil Kemenkum Jatim, Senin (10/8/2026).

Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Raden Fadjar Widjanarko, memberikan arahan langsung kepada peserta Magang HUB. Kegiatan itu turut diikuti sejumlah pejabat di lingkungan Kanwil Kemenkum Jatim, para pembimbing atau pendamping peserta magang, serta seluruh peserta program.

Fadjar menegaskan, kesempatan magang harus dimanfaatkan secara maksimal. Peserta tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan yang diberikan.

Menurutnya, setiap tugas yang dikerjakan harus menjadi pintu untuk memahami bagaimana sebuah organisasi bekerja.

“Jangan hanya berorientasi pada penyelesaian tugas. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, bertanya, beradaptasi, dan memahami proses kerja yang ada di setiap unit,” ujar Fadjar.

Baca Juga:  d’Emmerick Hotel Salatiga Kembali Gelar Kejuaraan Renang, Bidik 450 Atlet Muda dari Jateng-DIY

Pesan tersebut menjadi penekanan penting bagi peserta Magang HUB. Sebab, pengalaman berada di lingkungan pemerintahan tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan teknis, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal secara langsung budaya kerja profesional.

Fadjar menjelaskan, dunia kerja memiliki dinamika yang berbeda dengan lingkungan pendidikan. Karena itu, peserta perlu membangun kemampuan sekaligus karakter sejak mengikuti program magang.

Integritas dan kedisiplinan menjadi dua hal yang tidak boleh ditawar.

Peserta diminta mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik, menjaga sikap, mematuhi ketentuan yang berlaku, sekaligus membangun komunikasi dan kerja sama dengan orang-orang di lingkungan kerja.

Bagi Fadjar, kemampuan tersebut merupakan bekal penting ketika para peserta nantinya benar-benar memasuki dunia kerja.

Tidak hanya soal kedisiplinan, peserta juga didorong terus mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Keterampilan teknologi, administrasi, komunikasi, kreativitas, inovasi hingga kemampuan memecahkan masalah dinilai perlu terus diasah selama menjalani program.

Dengan begitu, pengalaman magang tidak berhenti sebagai catatan dalam curriculum vitae. Lebih jauh, pengalaman tersebut diharapkan benar-benar membentuk kemampuan dan pola pikir peserta.

Perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat juga menjadi perhatian. Menurut Fadjar, generasi muda harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Baca Juga:  Sinergi Polres Pasuruan dan Serikat Pekerja: Wujudkan May Day 2025 yang Aman dan Bermartabat

Kemampuan beradaptasi menjadi modal penting karena dunia kerja tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang telah dipelajari di bangku pendidikan.

Peserta dituntut mampu menghadapi situasi baru, memahami karakter lingkungan kerja, berkomunikasi dengan berbagai pihak, serta mencari solusi ketika menghadapi persoalan.

“Kemampuan dan karakter harus dibangun bersamaan. Pengalaman yang diperoleh selama magang diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan di dunia kerja,” tambahnya.

Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa program magang bukan sekadar aktivitas formal untuk memenuhi kewajiban pendidikan.

Di balik aktivitas tersebut, terdapat proses pembentukan mental, sikap profesional, keterampilan komunikasi, hingga kemampuan bekerja dalam sebuah tim.

Melalui program Magang HUB, Kanwil Kemenkum Jatim memberikan ruang kepada generasi muda untuk merasakan pengalaman kerja secara langsung di lingkungan pemerintahan.

Peserta dapat menghubungkan teori dan pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan dengan praktik yang mereka temui di lapangan.

Interaksi langsung dengan lingkungan kerja juga memungkinkan peserta memahami bagaimana sebuah organisasi menjalankan tugas, membagi tanggung jawab, membangun koordinasi, hingga memberikan pelayanan.

Bagi peserta, pengalaman tersebut tentu menjadi kesempatan berharga untuk mengenali dunia profesional sejak dini.

Baca Juga:  Polisi Kalianget Gerak Cepat Bantu Warga Pinggirpapas Atasi Krisis Air Bersih

Mereka tidak hanya belajar menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga belajar bagaimana bersikap sebagai bagian dari sebuah organisasi.

Mulai dari datang tepat waktu, memahami instruksi, menjaga komunikasi, bekerja sama dengan rekan, menghormati pimpinan dan pembimbing, hingga bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan.

Kanwil Kemenkum Jatim berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan setiap tahapan Magang HUB untuk mengembangkan potensi diri.

Pengalaman yang diperoleh selama program diharapkan tidak berhenti ketika masa magang berakhir. Sebaliknya, pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, dan karakter yang terbentuk diharapkan menjadi bekal ketika peserta melangkah menuju dunia kerja sesungguhnya.

Kegiatan penguatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Hukum Jawa Timur dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.

Dengan transfer pengetahuan dan pengalaman secara langsung, program Magang HUB diharapkan mampu mencetak generasi yang bukan hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap menghadapi dinamika dunia kerja dengan kompetensi, integritas, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.

Sebab, ketika pintu dunia kerja mulai terbuka, mereka yang mampu belajar cepat dan beradaptasi akan memiliki bekal lebih kuat untuk melangkah lebih jauh. (*)