Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM — Sebuah prasasti memang hanya berupa batu bertuliskan nama dan momentum peresmian. Namun di balik tanda tangan yang dibubuhkan Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H., Selasa (11/8/2026), tersimpan pesan besar: pendidikan anak usia dini tengah dipersiapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun generasi masa depan.

Prasasti peresmian gedung Nurul Asyhar Preschool Ungaran resmi ditandatangani Bupati Semarang di Ungaran. Momentum tersebut menjadi penegasan komitmen DPD LDII Kabupaten Semarang dalam memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui bidang pendidikan.

Penandatanganan prasasti itu turut dihadiri Ketua Umum Yayasan Nurul Asyhar Almansurin Ungaran, H. Eddy Purwanto, S.IP., M.Kes., serta Sekretaris DPD LDII Kabupaten Semarang, Drh. H. Slamet Kasiran.

Bagi LDII Kabupaten Semarang, berdirinya Nurul Asyhar Preschool bukan sekadar bertambahnya sebuah bangunan pendidikan di Kabupaten Semarang. Lebih jauh, lembaga tersebut diharapkan menjadi ruang strategis untuk menanamkan fondasi karakter dan nilai-nilai kebaikan sejak anak berada pada usia dini.

Nurul Asyhar Preschool merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Nurul Asyhar Almansurin Ungaran.

Kehadirannya menjadi bagian dari kontribusi LDII Kabupaten Semarang dalam menjalankan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, khususnya melalui bidang pendidikan.

Baca Juga:  HUT RI ke-81 Jadi Momentum Kebangkitan Boyolali, Kapolres Tekankan Persatuan

Gedung Nurul Asyhar Preschool sebelumnya telah diresmikan pada 5 Agustus 2026 oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Semarang, M. Taufiqur Rahman, S.Ag., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Semarang.

Saat itu, Bupati Semarang sedang menjalankan tugas kedinasan di Jakarta.

Meski peresmian gedung telah dilakukan, penandatanganan prasasti oleh Bupati Ngesti Nugraha menjadi momentum lanjutan yang mempertegas keberadaan lembaga pendidikan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Di sinilah pesan pentingnya.

Membangun pendidikan tidak cukup hanya dengan mendirikan gedung megah, menyediakan ruang kelas, atau menghadirkan berbagai fasilitas. Tantangan yang lebih besar justru berada di dalamnya: bagaimana tempat tersebut mampu menjadi lingkungan yang mendorong anak tumbuh dengan ilmu, karakter, akhlak, dan kebiasaan positif.

Ketua Umum Yayasan Nurul Asyhar Almansurin Ungaran, H. Eddy Purwanto, mengatakan keberadaan Nurul Asyhar Preschool diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam membangun fondasi pendidikan anak sejak usia dini.

Harapan tersebut bukan tanpa alasan.

Masa anak-anak merupakan fase penting dalam pembentukan karakter. Pada usia tersebut, berbagai kebiasaan, sikap, pola interaksi, hingga nilai-nilai dasar mulai tumbuh dan berkembang.

Karena itu, pendidikan anak usia dini tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik.

Baca Juga:  Transformasi Digital UMKM Sidoarjo: Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Peningkatan Daya Saing

Lingkungan belajar juga harus mampu menghadirkan keteladanan, pembiasaan yang baik, suasana positif, serta nilai-nilai yang dapat menjadi bekal anak dalam menjalani tahapan pendidikan berikutnya.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah tidak hanya menjadi tempat anak mengenal huruf, angka, dan pengetahuan dasar. Sekolah juga menjadi ruang pertama bagi anak untuk belajar mengenal tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian, kebersamaan, serta pentingnya berbuat baik kepada sesama.

Bagi LDII Kabupaten Semarang, pendidikan merupakan investasi jangka panjang.

Hasilnya memang tidak selalu bisa dipetik dalam hitungan hari atau bulan. Bahkan, buah dari sebuah proses pendidikan bisa baru terlihat ketika anak-anak tersebut tumbuh menjadi generasi dewasa.

Namun justru di situlah nilai strategis pendidikan.

Generasi yang hari ini duduk di bangku preschool kelak akan memasuki dunia pendidikan yang lebih tinggi, dunia kerja, kehidupan sosial, hingga menjadi bagian dari masyarakat yang menentukan arah masa depan bangsa.

Karena itu, pendidikan menjadi salah satu ruang pengabdian yang dinilai memiliki dampak luas dan berkelanjutan.

LDII tidak hanya mendorong lahirnya generasi yang memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga generasi profesional religius yang mampu menggabungkan kompetensi dengan karakter dan nilai-nilai kebaikan.

Harapannya, ilmu yang dimiliki tidak berhenti menjadi prestasi pribadi, melainkan dapat digunakan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Baca Juga:  Walikota Salatiga Selenggarakan Buka Bersama di Rumah Dinas

Penandatanganan prasasti Nurul Asyhar Preschool akhirnya bukan sekadar seremoni.

Di balik momentum tersebut, terdapat harapan agar gedung yang berdiri di Ungaran itu benar-benar menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya generasi penerus.

Tempat anak-anak mengenal ilmu.

Tempat mereka belajar bersosialisasi.

Tempat karakter mulai dibentuk.

Dan tempat nilai-nilai kebaikan dibiasakan sejak usia dini.

Sebab, sebuah bangunan pendidikan pada akhirnya bukan dinilai hanya dari kokohnya konstruksi. Nilai sejatinya justru terletak pada generasi yang lahir dari proses pendidikan di dalamnya.

Gedung bisa berdiri dalam hitungan bulan. Tetapi membangun karakter manusia membutuhkan waktu bertahun-tahun, keteladanan, kesabaran, dan konsistensi.

Karena itu, Nurul Asyhar Preschool diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah lembaga pendidikan baru. Lebih dari itu, lembaga tersebut diharapkan menjadi bagian dari perjalanan panjang mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, profesional, religius, dan mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Dari sebuah prasasti yang ditandatangani hari ini, terselip sebuah harapan besar untuk masa depan.

Sebab masa depan bangsa tidak hanya dibangun dari gedung yang kokoh, tetapi dari generasi yang tumbuh di dalamnya dengan ilmu, karakter, dan nilai-nilai kebaikan. (*)