Laporan: Suroto

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Jalan desa dibangun, jembatan diperbaiki, rumah warga dipugar, air bersih mengalir, hingga layanan kesehatan dan edukasi menyentuh masyarakat pelosok. Selama hampir sebulan, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kembali menunjukkan wajah nyata gotong royong membangun negeri dari wilayah paling bawah.

Komitmen tersebut ditegaskan Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin, S.E., M.Han., saat memimpin penutupan TMMD Reguler ke-129 dan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026).

TMMD yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 itu menyasar empat wilayah di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Semarang, Purworejo, Sukoharjo, dan Banjarnegara.

Program tersebut bukan sekadar membangun fisik desa. Di balik jalan yang dibeton dan jembatan yang diperbaiki, terdapat misi yang lebih besar, yakni memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kegiatan TMMD ini kan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh TNI bekerja sama dengan Pemda yang tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita ingin menjangkau masyarakat yang ada di pelosok-pelosok, kita ingin membangun masyarakat Indonesia dari desa, karena kita tahu bahwa desa adalah pangkal dari pembangunan masyarakat Indonesia,” ujar Pangdam IV/Diponegoro.

Di wilayah Kodim 0714/Salatiga, kegiatan dipusatkan di Desa Cukil dan Desa Kemetul, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Salah satu fokus utamanya adalah pembangunan infrastruktur yang menghubungkan antardesa.

Pembangunan akses tersebut diharapkan mampu membuka mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memudahkan warga dalam mengakses berbagai fasilitas pelayanan.

Sementara itu, Kodim 0708/Purworejo melaksanakan TMMD di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno. Sasaran utamanya berupa pembangunan jalan rabat beton dan sumur bor.

Baca Juga:  23 Warna Budaya Menyatu di IICF 2025 Usung Semangat Akulah Indonesia: Dari Tradisi hingga Kuliner Nusantara

Program serupa juga digelar Kodim 0726/Sukoharjo di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, serta Kodim 0704/Banjarnegara di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan.

Penutupan di masing-masing daerah juga melibatkan pimpinan Kodam IV/Diponegoro.

Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Mohammad Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., CFrA., menghadiri penutupan di Lapangan Kajoran, Desa Brondong, Kabupaten Purworejo.

Irdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han., berada di Lapangan Parangjoro, Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Sedangkan Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Musa David M. Hasibuan, S.I.P., M.A.B., mengikuti penutupan di Lapangan Gumelem Kulon, Kabupaten Banjarnegara.

Selama pelaksanaan, seluruh sasaran fisik utama TMMD dilaporkan berhasil diselesaikan 100 persen.

Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan dan peningkatan jalan serta jembatan, pembangunan Pos Kamling, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan fasilitas air bersih melalui sumur bor, hingga pembangunan fasilitas sanitasi.

Namun TMMD tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur.

Berbagai program nonfisik juga digelar untuk memperkuat pengetahuan, kesehatan, dan ketahanan sosial masyarakat.

Di antaranya penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, pencegahan stunting, pasar murah dan pembagian sembako, serta pelayanan kesehatan gratis.

Dengan demikian, TMMD menjadi paket pembangunan yang menyentuh berbagai kebutuhan dasar masyarakat desa.

Pangdam IV/Diponegoro menegaskan bahwa kemajuan desa memiliki kaitan erat dengan kemajuan Indonesia secara keseluruhan.

Menurutnya, pembangunan nasional tidak dapat dilepaskan dari kondisi masyarakat di desa. Ketika desa memiliki akses infrastruktur, air bersih, fasilitas kesehatan, dan lingkungan yang semakin baik, maka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat juga semakin besar.

“Kalau desanya maju, desanya sejahtera, maka rakyat Indonesia pun akan sejahtera. Oleh karena itu kami dari TNI, Kodim, Korem, Kodam Diponegoro maupun dari Angkatan Darat berkomitmen akan selalu membantu secara tulus dan ikhlas kepada masyarakat seluruh Jawa Tengah agar kami bisa bersama-sama dengan masyarakat untuk membangun bangsa Indonesia lebih baik,” lanjutnya.

Baca Juga:  Heboh Isu "Tangkap Lepas"! Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tegaskan Dua Tersangka Masih Ditahan

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam TMMD bukan hanya sebatas mengerjakan proyek pembangunan.

TNI berupaya menjadi bagian dari masyarakat, bekerja bersama pemerintah daerah dan warga untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat desa.

TMMD merupakan program kerja sama terpadu dan berkelanjutan yang melibatkan TNI, Polri, kementerian/lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK), serta pemerintah daerah.

Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan di wilayah yang membutuhkan perhatian.

Masing-masing pihak memadukan sumber daya dan langkah kerja untuk menciptakan pembangunan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Selain meningkatkan kesejahteraan, program tersebut juga memiliki dimensi pertahanan karena ikut memperkuat ketahanan wilayah serta hubungan antara TNI dan masyarakat.

Tema yang diusung dalam kegiatan kali ini adalah “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.”

Tema tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan desa membutuhkan kerja bersama, bukan hanya mengandalkan satu institusi.

Pelaksanaan TMMD juga diperkuat Program Unggulan Kasad.

Sejumlah program tambahan dijalankan, antara lain pembangunan lima unit TNI AD Manunggal Air Bersih, penguatan ketahanan pangan pada lahan seluas satu hektare, rehabilitasi 13 unit RTLH, pembangunan lima unit MCK, serta percepatan penurunan stunting.

Selain itu, dilakukan pula penanaman pohon serta kegiatan pembersihan lingkungan fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Program-program tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berkutat pada beton, jalan, dan jembatan.

Baca Juga:  Makin Pintar Kelola Duit! Dari Transaksi Harian hingga Investasi, wondr by BNI Temani Anak Muda Wujudkan Masa Depan

Aspek lingkungan, kesehatan, pangan, hingga kebutuhan dasar warga ikut menjadi perhatian.

Dalam rangkaian kegiatan penutupan, Pangdam IV/Diponegoro beserta jajaran juga mengikuti video conference (Vicon) Launching 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih oleh Presiden RI Jenderal TNI (HOR) (Purn.) H. Prabowo Subianto.

Momentum tersebut semakin memperkuat semangat pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di berbagai daerah.

Ketersediaan jembatan dan air bersih menjadi bagian penting dalam membuka akses masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan warga.

Meski program TMMD Reguler ke-129 telah berakhir, Pangdam meminta hasil pembangunan tidak berhenti pada seremoni penutupan.

Seluruh hasil pembangunan harus dipelihara dan dirawat bersama agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Pangdam juga meminta seluruh Dansatgas melakukan evaluasi dan kaji ulang terhadap pelaksanaan program.

Evaluasi tersebut penting untuk mengetahui berbagai capaian, kendala, serta hal-hal yang masih perlu diperbaiki sebagai bahan penyempurnaan pelaksanaan TMMD berikutnya.

Sebab, pembangunan yang selesai dikerjakan bukanlah garis akhir.

Justru setelah personel TMMD meninggalkan lokasi, masyarakat memiliki peran penting untuk menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan tersebut.

Pada akhirnya, TMMD bukan semata cerita tentang jalan yang menjadi lebih baik, rumah warga yang diperbaiki, atau sumur bor yang mengalirkan air bersih.

Lebih dari itu, TMMD menjadi gambaran bagaimana TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dapat duduk bersama, bekerja bersama, dan bergerak bersama.

Dari desa, pembangunan dimulai. Dari masyarakat, kekuatan bangsa tumbuh.

Dan dari sinergi itulah cita-cita membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera diharapkan terus bergerak hingga pelosok Jawa Tengah. (*)