Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Suasana Jalan Lingkar Salatiga (JLS) mendadak berubah mencekam. Sebuah truk boks bernomor polisi B 9072 SM yang melaju dari arah Solo menuju Semarang diduga mengalami gangguan sistem pengereman hingga menabrak tiga sepeda motor di wilayah Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kecelakaan beruntun tersebut terjadi saat arus lalu lintas sedang padat, bertepatan dengan jam pulang kerja. Benturan keras tak terhindarkan dan membuat sejumlah korban terkapar di badan jalan.

Petaka itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sementara empat korban lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD dr Soebarkat Tjitrodarmodjo Kota Salatiga.

Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Henry Sulistyanta mengatakan, kecelakaan diduga bermula ketika sistem pengereman truk mengalami gangguan.

“Truk dari arah Solo menuju Semarang, saat sampai dilokasi kejadian tiba-tiba rem tidak berfungsi, sebelum menabrak sempat klakson kencang. Namun karena bertepatan dengan jam pulang kerja, lalu lintas padat, kecelakaan tak terhindarkan,” kata Henry.

Baca Juga:  PEKPPP Mandiri 2025 Dimulai: Kanwil Ditjenpas Jateng Siap Kawal Layanan Publik Berintegritas

Menurut Henry, truk tersebut dikemudikan D (48), warga Kepuh, Lemah Sugih, Majalengka. Saat melintas di JLS, kendaraan diduga mengalami rem blong sehingga pengemudi kehilangan kendali.

Dalam kondisi tersebut, truk kemudian menghantam tiga sepeda motor. Satu sepeda motor diketahui melaju searah dengan truk, sedangkan dua lainnya datang dari arah berlawanan.

“Dalam keadaan tak terkendali truk menabrak tiga sepeda motor. Satu sepeda motor yang berjalan searah dengan truk dan dua sepeda motor dari arah berlawanan,” ujarnya.

Situasi semakin genting ketika pengemudi berupaya menyelamatkan diri dan pengguna jalan lainnya. Sopir truk sempat membanting kemudi ke kiri untuk menghindari tabrakan.

Namun manuver tersebut justru membuat kendaraan oleng ke kanan hingga akhirnya terguling.

“Sopir truk sempat akan banting stir ke kiri, namun kemudian truk oleng ke kanan hingga terguling dan menutup badan jalan,” jelas Henry.

Truk yang mengangkut celana dalam tersebut bahkan menghantam sejumlah pohon di sepanjang JLS. Beberapa pohon dan tiang lampu penerangan jalan dilaporkan roboh akibat benturan.

Kondisi truk yang terguling dan material di sekitar lokasi membuat badan jalan tertutup serta arus lalu lintas tersendat. Petugas Satlantas Polres Salatiga kemudian melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan melalui jalur dalam kota.

Baca Juga:  Pasca Banjir, Polres Jember Turun Tangan Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak

Salah satu korban paling parah adalah AY (30), pengendara Honda Beat bernomor polisi H 6609 TI, warga Kebondowo, Banyubiru, Kabupaten Semarang.

AY mengalami cedera kepala berat akibat kecelakaan tersebut. Nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara pembonceng sepeda motor tersebut, RD, yang juga warga Kebondowo, Banyubiru, mengalami memar pada bagian kepala serta patah tulang kaki kanan. Korban kemudian mendapatkan penanganan medis.

Korban lainnya, LA (34), pengendara Honda Genio bernomor polisi H 4984 OL, warga Daleman, Tuntang, Kabupaten Semarang, mengalami luka pada bagian kepala. Korban sempat dilaporkan dalam kondisi tidak sadar dan harus mendapatkan perawatan medis.

Satu sepeda motor lainnya yang terlibat dalam kecelakaan adalah Honda Beat T 4657 ZB. Polisi masih melakukan pendataan serta pendalaman untuk memastikan kondisi seluruh korban dan rangkaian kejadian secara lengkap.

Begitu menerima laporan kecelakaan, petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Salatiga langsung bergerak ke lokasi.

Baca Juga:  Tim Sparta Polresta Surakarta Amankan 25 Remaja yang Terlibat Aksi Perang Sarung di Jebres

Petugas melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, olah TKP, mengevakuasi kendaraan yang terlibat, serta mengamankan sejumlah barang bukti.

Selain itu, polisi juga memeriksa keterangan para saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar JLS turut diperiksa untuk membantu mengungkap kronologi kecelakaan.

Petugas juga melakukan pendataan terhadap kendaraan dan korban yang terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut.

Hingga saat ini, perkara tersebut masih ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Salatiga. Polisi masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk memastikan kondisi kendaraan sebelum kejadian serta rangkaian peristiwa hingga truk akhirnya terguling.

Kecelakaan ini sekaligus menjadi pengingat keras bagi para pengemudi kendaraan berat agar memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, benar-benar dalam keadaan laik sebelum melintas di jalan raya.

Terlebih ketika kendaraan melaju di jalur dengan arus lalu lintas padat. Gangguan teknis yang terjadi dalam hitungan detik dapat berubah menjadi kecelakaan beruntun dengan konsekuensi fatal. (*)