Laporan: Wahyu Widodo

BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM — Jalanan Dukuh Rempelas Bodeh, Desa Guwo, Boyolali, mendadak berubah menjadi panggung budaya, Minggu (16/8/2026). Lebih dari 300 warga dari sembilan RT tumpah ruah merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan karnaval penuh warna, kreativitas, dan kekompakan.

Dari anak-anak hingga orang tua, seluruh lapisan masyarakat ikut ambil bagian. Jalanan yang biasanya menjadi ruang aktivitas warga, siang itu dipenuhi aneka pertunjukan. Setiap RT datang membawa konsep masing-masing, menjadikan karnaval bukan sekadar arak-arakan, tetapi benar-benar menjadi ajang adu kreativitas.

Beragam pertunjukan ditampilkan. Mulai tari India, drama, kisah Rama dan Sinta, tari kreasi, hingga reog bergantian menyedot perhatian warga.

Sorak-sorai dan tepuk tangan pun pecah setiap kali rombongan peserta melintas. Kreativitas warga seolah tidak ada habisnya. Masing-masing RT berusaha menyuguhkan penampilan terbaik demi merebut predikat juara.

Di tengah semaraknya karnaval, mahasiswa KKN Arunika Abhripraya UIN Salatiga juga turut mengambil peran.

Namun, mereka bukan sekadar ikut meramaikan acara. Para mahasiswa justru dipercaya menjadi dewan juri dalam rangkaian lomba antar-RT tersebut.

Baca Juga:  Truk Tronton Mogok di Tengah Jalan, Begini Antisipasi Petugas Patroli Satlantas Salatiga Jaga Kelancaran Arus Lalu Lintas

Penjurian bahkan sudah dimulai sejak lomba K3 atau kebersihan lingkungan pada 14 Agustus. Selanjutnya, penilaian berlanjut hingga puncak karnaval pada Minggu siang.

Selama kurang lebih empat jam, mahasiswa KKN harus menyaksikan satu per satu penampilan dari sembilan RT. Mereka dituntut jeli melihat berbagai aspek penampilan agar penilaian yang diberikan dapat berlangsung objektif.

Kreativitas menjadi salah satu poin penting dalam penilaian. Selain itu, dewan juri juga memperhatikan penampilan, kesesuaian tema, teknik, serta kualitas pertunjukan.

Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Mereka tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga benar-benar terjun dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Kemeriahan di Rempelas Bodeh ternyata belum berakhir setelah karnaval.

Malam harinya, warga kembali memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan pentas seni. Sejak pukul 19.00 WIB hingga sekitar 23.00 WIB, suasana kembali ramai.

Panggung menjadi pusat perhatian. Warga yang sejak siang telah mengikuti karnaval kembali berkumpul menikmati berbagai hiburan yang disiapkan dalam rangkaian perayaan kemerdekaan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa semangat memperingati HUT RI tidak hanya dibangun melalui seremoni, tetapi juga lewat kebersamaan dan kreativitas masyarakat.

Baca Juga:  Kota Wisata Batu Jadi Perhatian, Kakorlantas Polri Rangkul Ojol, Ajak Jadi Pelopor Tertib Lalu Lintas

Perayaan kemerdekaan dengan konsep seperti ini bukanlah kegiatan baru bagi warga Rempelas Bodeh. Tradisi tersebut telah berlangsung selama lebih dari enam tahun.

Persiapannya pun dilakukan secara gotong royong. Karang Taruna REMBO, pemerintah desa, para ketua RT, ketua RW, hingga tokoh masyarakat terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

Tahun ini, seluruh rangkaian perayaan mengusung tema “Merajut Keberagaman Budaya, Menumbuhkan Semangat Nusantara.”

Sementara itu, karnaval membawa tema “Nusantara Rinengga Budaya, Nyawiji Mbangun Kamulyan Bangsa.”

Tema tersebut terasa dalam setiap penampilan. Keberagaman budaya Indonesia ditampilkan dalam berbagai bentuk, mulai dari seni tari hingga drama dan pertunjukan tradisional.

Kepala Desa Guwo, Suprihanto, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang begitu besar. Ia juga menyambut positif keterlibatan mahasiswa KKN UIN Salatiga dalam rangkaian kegiatan.

Menurutnya, kemeriahan kegiatan tidak lepas dari kekompakan seluruh elemen masyarakat.

“Pagi, siang sampai sore hari ini sudah berjalan dengan lancar, meriah. Masyarakat saling mendukung, kompak, dan menunjukkan kebersamaan,” kata Suprihanto.

Semangat tersebut terlihat sejak persiapan hingga pelaksanaan. Warga dari sembilan RT tidak hanya berlomba menjadi yang terbaik, tetapi juga bersama-sama menjaga agar seluruh rangkaian acara berlangsung meriah dan tertib.

Baca Juga:  Dicatut Namanya, Rinto Berencana Gugat DPC PBB Kota Salatiga ke Jalur Hukum

Bagi warga Rempelas Bodeh, perayaan HUT ke-81 RI tahun ini bukan sekadar persoalan menang atau kalah.

Sembilan RT menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mempererat persaudaraan.

Sementara bagi mahasiswa KKN Arunika Abhripraya UIN Salatiga, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman nyata dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Mereka ikut merasakan bagaimana sebuah perayaan besar dibangun dari bawah melalui rapat RT, kegiatan sosial, kerja sama antarwarga, hingga keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

Karnaval yang menyedot lebih dari 300 warga itu pun akhirnya menjadi gambaran kecil tentang wajah Indonesia: berbeda-beda dalam kreativitas, tetapi tetap satu dalam semangat kebersamaan.

Rangkaian lomba selanjutnya ditutup dengan pengumuman juara pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Di Rempelas Bodeh, merah putih bukan sekadar berkibar di tiang. Semangat kemerdekaan benar-benar turun ke jalan, menari, berkreasi, dan hidup dalam kebersamaan ratusan warga. (*)