Laporan: Wahyu Widodo

BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Suasana tenang di Dukuh Ngegot RT 003 RW 001, Desa Sumberagung, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, mendadak berubah menjadi kepanikan. Kobaran api muncul dari dapur sebuah rumah warga hingga kemudian membesar dan merambat ke rumah di sekitarnya, Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Rumah yang pertama kali dilanda kebakaran diketahui milik Muklas (75). Saat api mulai berkobar, rumah tersebut dalam kondisi kosong karena pemilik sedang pergi ke sawah.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh dua orang saksi yang melihat adanya kobaran api dari bagian dapur rumah Muklas. Dalam waktu singkat, api semakin membesar dan mengancam bangunan di sekitarnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan. Kepanikan pun segera menyebar di lingkungan permukiman. Sejumlah warga bergegas mendatangi lokasi dan melakukan upaya pemadaman secara manual sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Tak hanya berusaha menjinakkan kobaran api, warga juga bahu-membahu menyelamatkan barang-barang berharga yang masih memungkinkan untuk dievakuasi. Hewan ternak milik warga di sekitar lokasi juga turut diamankan untuk menghindari dampak kebakaran yang semakin meluas.

Baca Juga:  Babak Baru Kasus Lora Bangkalan! UF Resmi Diserahkan ke Kejaksaan 

Namun, kobaran api ternyata cukup cepat membesar. Bangunan rumah Muklas yang sebagian besar menggunakan material papan kayu membuat api lebih mudah melalap bagian rumah.

Panas dan kobaran api kemudian merambat hingga mengenai rumah milik Komeri (50) yang berada di sekitar lokasi. Akibatnya, dua rumah warga terdampak dalam peristiwa tersebut.

Mendapat laporan mengenai kejadian itu, personel Polsek Klego segera mendatangi lokasi untuk membantu penanganan sekaligus memastikan situasi tetap terkendali. Petugas pemadam kebakaran juga diterjunkan ke lokasi.

Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Boyolali bersama satu unit tangki BNPB dikerahkan untuk mengatasi kobaran api.

Petugas bersama warga kemudian berjibaku melakukan pemadaman. Upaya tersebut dilakukan dengan cepat agar api tidak semakin merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.

Setelah dilakukan penanganan, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Baca Juga:  Setetes Pengabdian: Polda Jatim Gelar Donor Darah Massal Peringati HUT Korpri ke-54

Situasi di lokasi selanjutnya dinyatakan kondusif. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Dari pemeriksaan awal di lokasi kejadian, kebakaran diduga dipicu oleh api tungku kayu yang digunakan untuk memasak dan belum sepenuhnya dimatikan.

Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari pemeriksaan petugas. Untuk memastikan penyebab kebakaran, personel Polsek Klego melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan dari sejumlah saksi, serta mengumpulkan alat bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan cukup besar.

Rumah milik Muklas mengalami kerusakan cukup parah. Selain bangunan yang sebagian besar berbahan papan kayu, sejumlah perabot rumah tangga serta dokumen penting turut terdampak kebakaran.

Kerugian yang dialami Muklas diperkirakan mencapai Rp80 juta.

Sementara itu, rumah milik Komeri yang turut terdampak kebakaran diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp50 juta.

Dengan demikian, total kerugian materiil akibat kebakaran dua rumah tersebut ditaksir mencapai Rp130 juta.

Meski kerugian cukup besar, tidak adanya korban jiwa menjadi hal yang patut disyukuri. Kecepatan warga dalam memberikan pertolongan serta respons petugas yang segera datang ke lokasi turut membantu mencegah dampak kebakaran semakin meluas.

Baca Juga:  Kapolres Pamekasan Dorong Kolaborasi Desa dan Polri Ciptakan Lingkungan Aman dari Premanisme

Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menganggap remeh sumber api di lingkungan rumah.

Polres Boyolali mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan tungku, kompor, maupun sumber panas lainnya benar-benar dalam kondisi padam setelah selesai digunakan.

Khususnya bagi masyarakat yang masih menggunakan tungku berbahan bakar kayu, pemeriksaan kembali terhadap bara api menjadi langkah penting sebelum meninggalkan rumah.

Masyarakat juga diminta tidak meninggalkan sumber api dalam kondisi menyala tanpa pengawasan. Sebab, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar, terlebih apabila berada di dekat material yang mudah terbakar seperti papan kayu, kain, kertas, atau bahan rumah tangga lainnya.

Kebakaran di Dukuh Ngegot ini pun menjadi pelajaran penting bahwa kewaspadaan sederhana terhadap sumber api dapat mencegah kerugian besar. Respons cepat warga, kepedulian lingkungan, serta kesiapsiagaan petugas menjadi kunci dalam mengendalikan situasi sehingga kobaran api tidak semakin meluas.