Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Menjelang pemanfaatan lahan produktif untuk budidaya tanaman, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga mengambil langkah antisipatif dengan melakukan pengendalian hama tikus. Bersama Dinas Pertanian, jajaran Rutan Salatiga melaksanakan kegiatan pemusnahan dan pengendalian hama tikus di area brandgang serta lingkungan sekitar lahan produktif, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan lahan agar benar-benar siap digunakan untuk kegiatan budidaya tanaman. Keberadaan hama tikus dinilai perlu diantisipasi sejak awal karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman sekaligus berpotensi menimbulkan kerugian apabila tidak segera dikendalikan.

Dengan menggandeng Dinas Pertanian, Rutan Salatiga melakukan penanganan pada sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi berkembangnya hama tikus. Area brandgang dan kawasan di sekitar lahan produktif menjadi sasaran pengendalian guna menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi pelaksanaan program budidaya tanaman.

Langkah tersebut bukan sekadar kegiatan pemberantasan hama. Lebih jauh, pengendalian tikus menjadi bagian dari tahapan awal dalam membangun pengelolaan lahan produktif yang sehat, terencana, dan berkelanjutan.

Lahan produktif membutuhkan persiapan matang sebelum digunakan. Selain kondisi tanah dan ketersediaan sarana pendukung, faktor organisme pengganggu tanaman juga menjadi perhatian penting.

Baca Juga:  Lima Napiter Kembali ke Pelukan Ibu Pertiwi: Ikrar Setia NKRI Menggema di Nusakambangan

Karena itu, Rutan Salatiga memilih melakukan langkah pencegahan sejak sebelum tanaman dibudidayakan. Pengendalian hama tikus diharapkan mampu meminimalkan potensi gangguan ketika kegiatan bercocok tanam mulai berjalan.

Kepala Rutan Kelas IIB Salatiga, Anda Tuning, mengatakan pengendalian hama tersebut merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan lahan produktif siap dimanfaatkan.

“Pengendalian hama ini merupakan langkah awal yang penting sebelum lahan produktif mulai ditanami. Kami ingin memastikan lahan dalam kondisi aman dan siap dimanfaatkan sehingga tanaman nantinya dapat tumbuh dengan baik dan tidak terganggu oleh hama tikus,” ujar Anda Tuning.

Menurutnya, persiapan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pemanfaatan lahan produktif. Dengan kondisi lahan yang lebih siap, kegiatan budidaya tanaman diharapkan dapat berjalan secara optimal.

Sinergi dengan Dinas Pertanian juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pendampingan dari instansi yang memiliki kompetensi di bidang pertanian diharapkan dapat membantu Rutan Salatiga menentukan langkah pengendalian hama yang tepat serta mendukung pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Warga Sipil Tewas Ditembak KKB di Intan Jaya: Satgas Damai Cartenz Buru Pelaku Hingga ke Perbukitan

Pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Rutan Salatiga memiliki makna yang lebih luas. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan tanaman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Melalui kegiatan kerja produktif, warga binaan dapat memperoleh pengalaman dalam mengelola lahan dan melakukan aktivitas pertanian secara terarah. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan keterampilan praktis yang dapat menjadi salah satu bekal ketika mereka nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Konsep pembinaan melalui kegiatan produktif juga mendorong warga binaan untuk memiliki aktivitas yang positif, terarah, dan memiliki nilai manfaat. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal dapat dioptimalkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus sarana mendukung program ketahanan pangan.

Dari proses menyiapkan lahan, mengendalikan hama, hingga nantinya melakukan budidaya tanaman, setiap tahapan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan yang memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan.

Kegiatan pengendalian hama tikus bersama Dinas Pertanian memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam mendukung program pemanfaatan lahan produktif.

Baca Juga:  Terungkap! Misteri Hilangnya Lansia di Bancak Berujung Tragis di Dalam Sumur Sudah Tak Beryawa

Rutan Salatiga tidak berjalan sendiri. Dukungan dan pendampingan dari Dinas Pertanian diharapkan dapat membantu memastikan pengelolaan lahan dilakukan berdasarkan langkah-langkah yang tepat, termasuk dalam menghadapi potensi gangguan hama.

Anda Tuning menambahkan bahwa sinergi tersebut diharapkan terus terjalin sehingga pengelolaan lahan produktif dapat berkembang secara optimal.

Dengan persiapan yang dilakukan sejak awal, Rutan Salatiga optimistis lahan produktif dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan.

Pengendalian hama tikus pun menjadi langkah pembuka. Setelah lahan dipastikan lebih siap dan aman, kegiatan budidaya tanaman diharapkan dapat berjalan dengan lebih baik.

Pada akhirnya, lahan produktif di lingkungan Rutan Salatiga bukan hanya tentang tanaman yang tumbuh dan hasil yang dipanen. Di baliknya terdapat misi pembinaan—mendorong warga binaan untuk belajar bekerja, mengenal proses pertanian, mengembangkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Kelas IIB Salatiga untuk terus mengembangkan program pembinaan yang produktif, terarah, dan berkelanjutan, sembari berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan. (*)