375 Penjaga Tahanan Resmi Jadi PNS, Kakanwil Ditjenpas Jateng: Jaga Integritas, Jangan Main-Main dengan Pelanggaran

Laporan: Rusmono
CILACAP | SUARAGLOBAL.COM — Sebanyak 375 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi Penjaga Tahanan di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah resmi mengakhiri masa penantian. Mereka kini menyandang status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah dilantik dan diambil sumpah dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Lapangan Tenis Lapas Batu, Nusakambangan, Rabu (2/9).
Bagi ratusan pegawai tersebut, momen itu bukan sekadar pergantian status kepegawaian. Pengambilan sumpah menjadi penanda dimulainya babak baru dalam perjalanan mereka sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan tugas di bidang pemasyarakatan.
Prosesi pelantikan berlangsung dengan dihadiri sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Tengah. Hadir pula Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Suparno.
Sementara itu, Kepala Lapas Terbuka Nusakambangan Agung Nurbani dan Kepala Lapas Nirbaya Helmi Najih bertindak sebagai saksi dalam prosesi tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, dalam sambutannya memberikan penekanan khusus kepada para PNS yang baru dilantik.
Ia mengingatkan bahwa pengambilan sumpah bukanlah sekadar agenda seremonial ataupun formalitas administratif untuk melengkapi proses kepegawaian.
Lebih dari itu, sumpah PNS merupakan momentum dimulainya tanggung jawab dan pengabdian sebagai aparatur negara.
Karena itu, para PNS baru diminta memahami betul konsekuensi dari status yang kini mereka sandang. Kepercayaan yang diberikan negara harus dijawab melalui sikap profesional, disiplin, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi integritas.
“Saya berpesan, jaga integritas sejak hari pertama. Jangan mudah tergoda oleh kepentingan pribadi, jangan menyalahgunakan kewenangan, dan jangan pernah menganggap remeh sebuah pelanggaran,” tegas Mardi Santoso.
Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting yang disampaikan kepada 375 PNS baru. Sebab, bekerja di lingkungan pemasyarakatan memiliki tantangan tersendiri dan menuntut setiap pegawai mampu menjaga sikap serta profesionalitas dalam menjalankan tugas.
Mardi juga mengingatkan bahwa status sebagai PNS membawa konsekuensi berupa kepercayaan dari negara dan masyarakat.
Kepercayaan tersebut, menurutnya, harus dijaga melalui pelaksanaan tugas yang penuh tanggung jawab. Setiap kewenangan yang melekat pada pekerjaan harus digunakan secara benar dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
Terlebih, para penjaga tahanan berada dalam lingkungan kerja yang membutuhkan ketegasan sekaligus kepedulian. Karena itu, kemampuan teknis saja dinilai belum cukup.
Seorang petugas pemasyarakatan juga harus memiliki karakter kuat dan mampu menjaga integritas dalam berbagai situasi.
“Tugas di bidang pemasyarakatan memiliki tantangan yang tidak ringan sehingga membutuhkan pegawai yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter, ketegasan, kepedulian, dan integritas yang kuat,” pesan Mardi.
Ia pun mendorong seluruh PNS baru untuk tidak berhenti belajar dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.
“Jadikan setiap pekerjaan sebagai bentuk pengabdian dan berikan kontribusi terbaik bagi organisasi,” lanjutnya.
Rangkaian kegiatan tidak langsung berakhir setelah prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah selesai.
Suasana justru semakin semarak ketika para PNS baru menampilkan atraksi bongkar pasang senjata serta flashmob.
Atraksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sekaligus memberikan warna tersendiri dalam momentum pelantikan ratusan PNS baru tersebut.
Di balik suasana penuh semangat itu, terselip pesan bahwa perjalanan sebagai PNS di lingkungan pemasyarakatan baru saja dimulai.
Status baru bukan garis akhir, melainkan pintu masuk menuju tanggung jawab yang lebih besar.
Kebahagiaan juga dirasakan para PNS yang baru saja dilantik.
Salah satunya Mona Reli M. Ia mengungkapkan rasa syukur setelah berhasil melewati berbagai tahapan hingga akhirnya resmi menjadi PNS.
Bagi Mona, pengangkatan tersebut menjadi sebuah pencapaian sekaligus motivasi untuk menjalankan tugas dengan lebih baik.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa sampai di titik ini. Tentunya saya merasa bahagia dan akan tetap semangat untuk menjalankan tugas serta memberikan yang terbaik,” ungkap Mona.

Kini, 375 pegawai tersebut menghadapi fase baru sebagai PNS formasi Penjaga Tahanan di lingkungan Ditjenpas Jawa Tengah.
Pesan integritas yang disampaikan Kakanwil pun menjadi bekal penting bagi mereka. Sebab, di balik seragam dan status sebagai aparatur negara, terdapat tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan, menjalankan kewenangan secara benar, serta ikut mempertahankan nama baik institusi.
Pelantikan di Nusakambangan akhirnya bukan hanya menjadi catatan administratif tentang perubahan status dari CPNS menjadi PNS. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian sebagai aparatur negara menuntut integritas sejak hari pertama hingga seterusnya. (*)












Tinggalkan Balasan