Dari Administrasi hingga Ruang Tahanan Diperiksa, Dit Tahti Polda Jateng ‘Sambangi’ Polres Salatiga

Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Pengelolaan tahanan bukan perkara sepele. Satu kesalahan kecil dalam administrasi, pengamanan, pelayanan hingga pengawasan bisa berujung pada persoalan besar.
Karena itu, standar pengelolaan tahanan dan barang bukti kembali menjadi perhatian serius jajaran Polda Jawa Tengah.
Kamis (3/9/2026), Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Jawa Tengah turun langsung ke Polres Salatiga. Bukan sekadar kunjungan biasa, kedatangan tim tersebut membawa agenda supervisi untuk memastikan pelaksanaan tugas Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sattahti) berjalan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.
Supervisi dipimpin langsung Dirtahti Polda Jateng AKBP Dr. I Gede Nyoman Bratasena, S.I.K., M.I.K., bersama tim yang terdiri dari AKP Achmad Nurul Fajar, S.T., Aipda Adhi Tirtavianto, S.H., Aipda Adie, J.H.S., Psi., Bripka Nur Prasetyo Nugroho, S.H., Brigadir Dicky Putra Arista dan Brigadir Arnanda Tegar B.P., S.H.
Kedatangan rombongan Dit Tahti Polda Jateng diterima langsung Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H.
Kapolres didampingi Wakapolres Salatiga Kompol Maria Herawatie, S.H., S.I.K., M.M., M.H., para pejabat utama Polres Salatiga serta personel Sat Tahti.
Suasana supervisi pun menjadi momentum penting untuk membedah pelaksanaan tugas Sattahti Polres Salatiga, mulai dari pengelolaan tahanan hingga tata kelola barang bukti.
Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono menyambut positif supervisi yang dilakukan Dit Tahti Polda Jateng.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting untuk melakukan evaluasi sekaligus memastikan seluruh proses pengelolaan tahanan dan barang bukti telah berjalan sesuai ketentuan.
Setelah memaparkan kondisi tahanan dan sarana prasarana Sattahti, Kapolres menegaskan bahwa pengelolaan tahanan merupakan tugas dengan tanggung jawab besar.
Bukan hanya soal menjaga tahanan tetap aman di dalam ruang tahanan, tetapi juga memastikan keamanan, keselamatan, kesehatan serta pemenuhan hak-hak tahanan tetap menjadi perhatian.
“Kami menyambut baik pelaksanaan supervisi ini sebagai sarana evaluasi dan pembenahan. Kami berharap melalui supervisi ini dapat diketahui apa yang sudah berjalan dengan baik maupun hal-hal yang masih perlu ditingkatkan,” jelas AKBP Jonathan David Harianthono.
Ia berharap hasil supervisi tersebut mampu mendorong pelaksanaan tugas Sattahti Polres Salatiga menjadi semakin profesional, tertib, humanis dan sesuai standar yang telah ditentukan.
Kapolres juga memberikan penekanan kepada personel yang bertugas di Sattahti agar tidak menganggap remeh aspek keamanan.
Kewaspadaan, kedisiplinan dan tanggung jawab harus menjadi bagian dari setiap pelaksanaan tugas.
Pasalnya, pengamanan tahanan memiliki potensi risiko yang harus diantisipasi secara optimal.
Sementara itu, Dirtahti Polda Jateng AKBP Dr. I Gede Nyoman Bratasena menegaskan bahwa supervisi merupakan bagian dari fungsi pembinaan dan pengawasan Dit Tahti terhadap pelaksanaan tugas Sattahti di jajaran Polda Jawa Tengah.
Supervisi bukan ditujukan semata-mata untuk mencari kesalahan atau kekurangan.
Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk melihat secara langsung pelaksanaan tugas di lapangan sekaligus memberikan penguatan dan pembenahan apabila ditemukan hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.
“Supervisi ini bukan semata-mata untuk mencari kekurangan, tetapi lebih kepada bagaimana kita bersama-sama melakukan evaluasi dan pembenahan agar pelaksanaan tugas Sattahti semakin baik, sesuai standar dan ketentuan yang berlaku,” terang AKBP Dr. I Gede Nyoman Bratasena.
Pesannya jelas: pengelolaan tahanan maupun barang bukti tidak boleh dilakukan secara serampangan.
Setiap tahapan harus memiliki prosedur yang jelas dan dijalankan secara konsisten.
Mulai dari penerimaan tahanan, penempatan, pengamanan, pemeriksaan kondisi tahanan, pelayanan kesehatan, administrasi hingga proses pengeluaran tahanan menjadi bagian yang harus dipahami dan dilaksanakan personel.
Dari Ruang Tahanan hingga Barang Bukti Dicek
Dalam supervisi tersebut, Tim Dit Tahti Polda Jateng melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah aspek pelaksanaan tugas Sattahti Polres Salatiga.
Pengecekan meliputi administrasi tahanan, kondisi ruang tahanan, aspek keamanan dan pengawasan, pelayanan terhadap tahanan hingga kelengkapan sarana dan prasarana.
Tak berhenti di ruang tahanan, tata kelola barang bukti juga ikut menjadi perhatian.
Administrasi barang bukti harus dilakukan secara tertib. Penyimpanan harus aman. Pencatatan harus jelas. Seluruh proses juga harus dapat dipertanggungjawabkan.
Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pencatatan maupun penyimpanan barang bukti.
Dengan kata lain, setiap barang bukti yang berada dalam pengelolaan Sattahti harus memiliki administrasi yang jelas dan dapat ditelusuri.
Tim supervisi kemudian memberikan sejumlah arahan dan penekanan kepada personel Sattahti Polres Salatiga.
Arahan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas ke depan.
Profesional, Tertib dan Humanis
Supervisi Dit Tahti Polda Jateng di Polres Salatiga menjadi pengingat bahwa pengelolaan tahanan merupakan bagian penting dari sistem penegakan hukum.
Tahanan tetap memiliki hak yang harus dihormati, sementara aspek keamanan dan ketertiban juga wajib dijaga.
Karena itu, keseimbangan antara keamanan, pelayanan, profesionalitas, transparansi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan.
Melalui supervisi tersebut, diharapkan pelaksanaan tugas Sattahti Polres Salatiga semakin profesional dan memiliki standar yang seragam dengan satuan jajaran lainnya di lingkungan Polda Jawa Tengah.
Polres Salatiga pun menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan.
Termasuk memastikan pengelolaan tahanan dan barang bukti berjalan aman, tertib, profesional, transparan serta tetap mengedepankan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Sebab dalam urusan tahanan dan barang bukti, ketelitian bukan pilihan, melainkan kewajiban. (*)












Tinggalkan Balasan