Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM — Misteri hilangnya Mozza (18), remaja perempuan asal Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang selama ini menyisakan tanda tanya bagi keluarga, perlahan mulai menemukan titik terang.

Lebih dari setahun setelah laporan kehilangan dibuat, polisi akhirnya mengamankan seorang pria berinisial MD (22). Pria yang disebut memiliki hubungan dekat dengan korban tersebut diamankan jajaran Satreskrim Polres Semarang di rumahnya, wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada 3 September 2026.

Namun, pengungkapan kasus ini justru menghadirkan fakta yang jauh lebih mengejutkan.

Dalam interogasi awal, MD diduga mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap Mozza. Polisi kemudian bergerak menindaklanjuti keterangan tersebut hingga menemukan lokasi yang diduga menjadi tempat pembuangan korban.

Kerangka manusia yang diduga merupakan korban pun ditemukan di kawasan lereng Tol Jangli.

Meski demikian, polisi masih berhati-hati. Pengakuan MD belum dianggap sebagai kesimpulan akhir perkara. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, serta melakukan pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas korban dan mengungkap rangkaian kejadian secara ilmiah.

Laporan Kehilangan Membuka Pintu Penyelidikan

Kasus ini bermula ketika keluarga Mozza melaporkan bahwa gadis tersebut meninggalkan rumah dan tidak kunjung kembali.

Korban diketahui merupakan warga Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Laporan kehilangan tersebut diterima Polres Semarang pada 28 Juni 2025.

Sejak laporan masuk, polisi tidak tinggal diam. Berbagai informasi dikumpulkan dan sejumlah petunjuk ditelusuri untuk mengetahui keberadaan remaja tersebut.

Penyelidikan dilakukan dengan menelusuri keterangan keluarga, kerabat maupun pihak lain yang diduga mengetahui aktivitas korban sebelum menghilang.

Salah satu petunjuk penting ditemukan di wilayah Semarang Utara, Kota Semarang, berupa telepon seluler dan identitas milik korban.

Petunjuk tersebut kemudian menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan yang terus dikembangkan penyidik.

Baca Juga:  Tingkatkan Soliditas Dan Sinergitas, Polres Salatiga Gelar Olahraga Bersama

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., membenarkan adanya pengamanan terhadap seorang pria yang diduga memiliki hubungan dekat dengan korban.

Keterangan itu disampaikan Kapolres saat ditemui di sela kegiatan di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang, Jumat, 4 September 2026.

“Benar, dalam rangkaian penyelidikan kasus seorang remaja perempuan yang sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah, pada 3 September 2026 kami berhasil mengamankan seorang laki-laki yang diduga memiliki hubungan dekat dengan korban,” ungkap Kapolres.

Penyelidikan Marathon Memburu Titik Terang

Perjalanan mengungkap kasus ini bukan perkara singkat. Setelah laporan diterima, penyidik melakukan penyelidikan secara intensif dan berkesinambungan.

Keterangan dari orang-orang terdekat korban menjadi salah satu bagian penting dalam menyusun kembali jejak Mozza sebelum dinyatakan hilang.

Dari berbagai informasi tersebut, polisi akhirnya memperoleh petunjuk yang mengarah kepada seorang pria.

Petunjuk itu kemudian ditindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan hingga keberadaan MD diketahui berada di Kabupaten Blora.

Petugas kemudian bergerak dan mengamankan pria tersebut pada 3 September 2026.

“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan secara intensif serta informasi yang kami peroleh dari keluarga dan kerabat korban, kami kemudian mendapatkan petunjuk yang mengarah kepada seseorang. Petugas selanjutnya melakukan penyelidikan hingga akhirnya yang bersangkutan berhasil diamankan di Kabupaten Blora,” jelas AKBP Heru Dwi Purnomo.

Pengakuan MD Bikin Kasus Berubah Drastis

Setelah diamankan, penyidik melakukan interogasi awal terhadap MD.

Dari proses tersebut, muncul pengakuan mengejutkan. MD diduga mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap Mozza.

Peristiwa tersebut berdasarkan keterangan awal diduga terjadi pada 25 Juni 2025, hanya beberapa hari sebelum keluarga melaporkan korban hilang ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP M. Bodia Teja Lelana, S.Tr.K., S.I.K., M.H.Li., mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan sementara, peristiwa tersebut diduga diawali cekcok antara MD dan korban.

Baca Juga:  KTT Margoraharjo Terima Predikat KTT Andalan

Keduanya disebut sempat berada di tempat kos terduga pelaku.

Situasi yang awalnya berupa pertengkaran tersebut kemudian diduga berubah menjadi tindakan kekerasan yang berujung pada kematian korban.

“Dari hasil interogasi awal, yang bersangkutan mengakui adanya peristiwa pembunuhan. Berdasarkan keterangan sementara, sebelum kejadian keduanya diduga sempat terjadi cekcok di tempat kos terduga pelaku pada 25 Juni 2025 silam. Terduga pelaku melakukan pembunuhan dengan mencekik leher korban, lalu korban dibuang di daerah lereng Tol Jangli. Dan setelah kami cek lokasi berdasar keterangan terduga pelaku, memang lokasinya curam dan jauh dari pantauan warga melintas, dibantu tim SAR korban ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka. ” jelas AKP Bodia.

Lereng Tol Jangli Jadi Titik Penting

Keterangan MD kemudian tidak berhenti di ruang pemeriksaan.

Polisi melakukan pengecekan terhadap lokasi yang disebut dalam keterangan awal tersebut.

Kawasan yang dimaksud berada di daerah lereng Tol Jangli. Kondisi medan yang curam serta relatif jauh dari pantauan warga menjadi salah satu alasan lokasi tersebut diduga dipilih untuk membuang korban.

Dengan melibatkan tim SAR, petugas kemudian melakukan pencarian.

Hasilnya mengejutkan.

Korban ditemukan dalam kondisi yang telah tinggal kerangka.

Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyidikan, namun polisi masih harus memastikan secara ilmiah bahwa kerangka yang ditemukan memang merupakan Mozza.

Polisi Tak Mau Gegabah

Meski MD telah memberikan pengakuan awal, penyidik Polres Semarang menegaskan bahwa pengakuan tersebut tidak otomatis menjadi dasar tunggal untuk menyimpulkan perkara.

Polisi masih harus membuktikan seluruh rangkaian kejadian melalui alat bukti dan keterangan lain.

Baca Juga:  Gercep Ungkap Curanmor: Polres Bondowoso Ringkus Tiga Pelaku dalam Hitungan Hari

Hal tersebut penting untuk memastikan bagaimana peristiwa sebenarnya terjadi, siapa yang bertanggung jawab, serta memastikan identitas korban.

“Semua masih kami dalami. Kami tidak hanya mendasarkan pada keterangan dari terduga pelaku, tetapi juga mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan lain untuk memastikan secara ilmiah seluruh rangkaian kejadian,” tegasnya.

Sikap hati-hati tersebut menunjukkan bahwa proses hukum masih berjalan. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap berbagai fakta yang muncul selama penyelidikan.

DNA Jadi Kunci Kepastian Identitas

Salah satu pekerjaan penting yang kini dilakukan penyidik adalah pemeriksaan terhadap kerangka yang ditemukan.

Polisi akan melakukan pencocokan DNA dengan pihak keluarga korban.

Langkah tersebut menjadi penting mengingat kondisi jasad yang ditemukan telah berupa kerangka, sehingga identifikasi tidak bisa hanya mengandalkan pengenalan secara visual.

Pemeriksaan ilmiah diharapkan mampu memberikan kepastian mengenai identitas korban sekaligus memperkuat rangkaian pembuktian perkara.

“Kami terus bekerja untuk melengkapi seluruh fakta dan alat bukti. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemeriksaan DNA dengan pihak keluarga untuk memastikan dan memberikan kepastian dalam penanganan perkara ini,” pungkas AKP Bodia.

Kasus hilangnya Mozza kini memasuki babak baru.

Laporan kehilangan yang semula menjadi misteri panjang perlahan mulai terurai setelah polisi menemukan sejumlah petunjuk dan mengamankan pria yang diduga memiliki hubungan dekat dengan korban.

Namun, perjalanan pengungkapan belum selesai.

Pengakuan awal, lokasi penemuan kerangka, hasil pemeriksaan saksi, alat bukti hingga hasil DNA masih harus dirangkai penyidik untuk mengungkap secara utuh apa yang sebenarnya terjadi pada Mozza.

Polres Semarang pun masih terus bekerja untuk memastikan seluruh fakta terungkap dan perkara tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun ilmiah. (*)