Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Ada banyak cara mengisi waktu selama menjalani masa pembinaan. Salah satunya dengan membaca dan memperkaya pengetahuan. Hal inilah yang terus didorong Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga melalui layanan perpustakaan keliling bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Selasa (15/9/2026), suasana di Rutan Salatiga terasa berbeda. Sejumlah warga binaan mendapatkan kesempatan untuk memilih berbagai koleksi buku yang dibawa melalui layanan perpustakaan keliling hasil kerja sama Rutan Salatiga dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Salatiga.

Program tersebut bukan sekadar menghadirkan buku ke dalam lingkungan Rutan. Lebih dari itu, perpustakaan keliling menjadi bagian dari upaya menciptakan proses pembinaan yang edukatif, produktif, sekaligus memberikan ruang bagi warga binaan untuk terus mengembangkan diri.

Layanan perpustakaan keliling ini dijadwalkan hadir secara rutin seminggu sekali. Warga binaan diberikan kesempatan memilih sendiri bahan bacaan yang mereka minati. Koleksi yang tersedia cukup beragam, mulai dari buku pengetahuan, agama, keterampilan, hingga berbagai bacaan umum.

Kehadiran buku-buku tersebut menjadi angin segar bagi warga binaan. Di tengah rutinitas menjalani masa pembinaan, membaca dapat menjadi kegiatan positif untuk mengisi waktu sekaligus membuka wawasan mengenai berbagai hal di luar lingkungan Rutan.

Baca Juga:  Menhan Sjafrie Cek Kesiapan Yonif TP 935 di Kendal, Tegaskan Prajurit Harus Siap Bela NKRI dari Sabang sampai Merauke

Buku pun seolah menjadi jendela yang membuka pandangan lebih luas. Melalui bacaan, warga binaan bisa mendapatkan pengetahuan baru, memahami berbagai informasi, hingga mempelajari keterampilan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan mereka ke depan.

Kepala Rutan Salatiga, Anda Tuning Supiluhu, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi yang terus diberikan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Salatiga.

Menurutnya, keberadaan perpustakaan keliling memberikan akses bacaan yang lebih luas kepada warga binaan. Program tersebut juga menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung proses pembinaan di Rutan Salatiga.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Salatiga. Kehadiran perpustakaan keliling ini memberikan akses bacaan yang lebih luas bagi warga binaan. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bisa menjadi bekal positif bagi mereka setelah kembali ke masyarakat,” ujar Anda Tuning.

Pesan tersebut menjadi penting karena pembinaan warga binaan tidak hanya berkaitan dengan menjalani masa pidana, tetapi juga bagaimana mempersiapkan mereka agar memiliki bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Baca Juga:  Jejak Darah Para Pejuang Tak Boleh Dilupakan! Tabur Bunga di TMP Ratna Negara, Kapolres Boyolali Kenang Pengorbanan Para Pahlawan

Dengan membaca, warga binaan memiliki kesempatan untuk terus belajar meskipun berada di lingkungan Rutan. Pengetahuan yang diperoleh dari buku diharapkan dapat menjadi modal untuk membangun pola pikir yang lebih positif dan produktif.

Antusiasme juga datang dari warga binaan. Pramono, salah satu warga binaan Rutan Salatiga, mengaku senang dengan hadirnya perpustakaan keliling yang rutin menyambangi Rutan.

Menurutnya, program tersebut memberikan pilihan kegiatan positif untuk mengisi waktu luang. Terlebih, koleksi buku yang dibawa juga dapat berganti sehingga warga binaan memiliki kesempatan menemukan bacaan baru.

“Kami senang karena setiap minggu ada buku-buku baru yang bisa dibaca. Jadi waktu luang bisa digunakan untuk membaca dan menambah pengetahuan. Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan,” ungkap Pramono.

Bagi warga binaan, rutinitas membaca juga dapat menjadi aktivitas sederhana yang memberikan manfaat besar. Waktu yang sebelumnya mungkin hanya berlalu begitu saja dapat dimanfaatkan untuk belajar, menggali informasi, dan memperluas wawasan.

Baca Juga:  Kenakan Baju Adat Jawa, Dandim Hadiri Upacara HUT Kota Salatiga

Kerja sama antara Rutan Salatiga dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Salatiga pun menjadi contoh bahwa pembinaan warga binaan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan. Tidak hanya melalui program keterampilan atau kegiatan pembinaan lainnya, tetapi juga melalui penguatan budaya literasi.

Rutan Salatiga terus mendorong terciptanya lingkungan pembinaan yang edukatif dan produktif. Kehadiran perpustakaan keliling diharapkan mampu menjaga semangat belajar warga binaan sekaligus memberikan akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas.

Program tersebut juga menunjukkan bahwa akses terhadap pengetahuan tetap penting bagi setiap orang. Sebab, ketika pintu ruang gerak seseorang terbatas, buku masih bisa membuka cakrawala yang jauh lebih luas.

Dengan kolaborasi bersama berbagai pihak, Rutan Salatiga berharap program literasi dapat terus berkembang. Bukan hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga membantu warga binaan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih berpengetahuan, memiliki keterampilan, dan siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Buku datang ke Rutan, wawasan pun ikut berjalan. Dari balik jeruji, literasi tetap bisa menjadi jalan menuju perubahan. (*)