Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Nilai-nilai kebangsaan tidak boleh berhenti sebatas hafalan atau slogan. Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika harus benar-benar hadir dalam sikap dan perilaku masyarakat sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Anggota MPR RI, Dr. H. Muh Haris, M.Si., saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama masyarakat Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Qur’an Center Nurul Islam Tengaran itu menjadi ruang bertemunya masyarakat dengan wakil rakyat untuk memperkuat kembali pemahaman mengenai nilai-nilai dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam kegiatan tersebut, Muh Haris mengajak masyarakat tidak hanya memahami empat pilar secara teori, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara harus tercermin dalam perilaku masyarakat. Begitu pula UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan yang menegaskan persatuan dalam keberagaman.

Baca Juga:  Pengamanan Lebaran Diperkuat! 20 Brimob Turun ke Salatiga Amankan Ops Ketupat Candi 2026

“Nilai-nilai Pancasila, konstitusi, persatuan dalam NKRI, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari keluarga, lingkungan masyarakat, hingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Muh Haris.

Ia menekankan, pengamalan nilai kebangsaan justru dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan terdekat. Saling menghormati, menjaga kerukunan, mengedepankan musyawarah, menghargai perbedaan serta membangun kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari upaya menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Bagi Muh Haris, keluarga dan lingkungan masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga negara. Karena itu, pemahaman mengenai empat pilar perlu terus ditanamkan secara berkelanjutan agar nilai persatuan tetap kuat di tengah perubahan zaman.

Dalam kesempatan itu, Muh Haris juga mengingatkan masyarakat Tengaran untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan. Indonesia memiliki masyarakat dengan latar belakang suku, agama, budaya dan karakter yang beragam. Perbedaan tersebut tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi justru menjadi modal untuk membangun kehidupan yang rukun.

“Indonesia dibangun atas keberagaman. Karena itu, semangat persatuan harus terus dijaga. Kita boleh berbeda, tetapi tetap satu sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga:  Desakan Ekonomi Yang Begitu Sulit, Seorang Residivis Kasus Narkoba Ahkirnya Harus Berurusan Kembali Dengan Hukum, Ini Jelasnya

Pesan tersebut menjadi penting karena kehidupan bermasyarakat tidak pernah lepas dari perbedaan. Ketika perbedaan dikelola dengan sikap saling menghormati, kehidupan sosial dapat berjalan secara harmonis.

Sebaliknya, perbedaan yang tidak disikapi secara bijak dapat memicu gesekan di tengah masyarakat. Karena itu, penguatan nilai kebangsaan dinilai perlu dilakukan secara terus-menerus melalui berbagai ruang, termasuk melalui pertemuan langsung dengan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Butuh, Andi Susanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di wilayah Tengaran.

Menurut Andi, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat karena menjadi kesempatan untuk kembali mengingat sekaligus memperdalam pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan.

“Kami mengapresiasi Pak Muh Haris yang telah hadir dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini penting agar nilai-nilai kebangsaan terus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Andi Susanto.

Andi menilai, pemahaman tentang persatuan dan kerukunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun lembaga negara. Masyarakat di tingkat desa juga mempunyai peran penting dalam menjaga suasana kehidupan yang aman, damai dan saling menghargai.

Baca Juga:  Polri Amankan Tiga Venue Utama World Water Forum di Bali

Kegiatan di Qur’an Center Nurul Islam Tengaran tersebut pun diharapkan tidak berhenti sebagai forum seremonial. Pesan-pesan kebangsaan yang disampaikan dapat dibawa pulang dan diterapkan peserta di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Empat Pilar MPR RI sendiri mencakup Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. MPR RI menjelaskan bahwa sosialisasi keempat nilai tersebut merupakan bagian dari tugas MPR untuk memasyarakatkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dengan penguatan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa menjaga Indonesia bukan hanya menjadi tugas lembaga negara. Persatuan juga tumbuh dari kehidupan sehari-hari, mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal hingga ruang sosial yang lebih luas.

Dari Tengaran, pesan kebangsaan itu kembali digaungkan: berbeda bukan alasan untuk terpecah. Justru dalam keberagaman itulah semangat persatuan dan kebersamaan Indonesia harus terus dirawat. (*)