Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Ketika hujan tak kunjung turun dan sumur-sumur warga mulai mengering, setiap tetes menjadi begitu berharga. Di tengah kondisi tersebut, secercah kepedulian hadir di Dusun Ngoho, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.

Bukan sekadar datang membawa pesan keagamaan, keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Sumowono turun langsung membantu warga yang tengah menghadapi kesulitan air bersih. Melalui kegiatan Jum’at Berkah KUA Sumowono Peduli, sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat terdampak kekeringan, Jumat (18/9/2026).

Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi sekitar 200 kepala keluarga atau 752 warga yang terdampak kekeringan. Air bersih itu diberikan langsung kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sekaligus wujud pelaksanaan Asta Protas Kementerian Agama Berdampak.

Kegiatan dipimpin Kepala KUA Sumowono Ahmadi Putera bersama seluruh pegawai dan keluarga besar KUA Sumowono. Penyaluran juga melibatkan Kepala Desa Kemitir Puji Utomo beserta warga serta dukungan BPBD Kecamatan Sumowono.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kecamatan Sumowono diwakili Eko Sudarmo, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Duren, Kecamatan Sumowono.

Bagi warga Ngoho, kedatangan bantuan air bersih tersebut bukan sekadar kegiatan sosial. Di tengah sumur yang telah mengering, setiap liter air menjadi kebutuhan yang sangat berarti untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

Kepala KUA Sumowono Ahmadi Putera mengatakan, bantuan tersebut lahir dari inisiatif bersama seluruh pegawai dan keluarga besar KUA Sumowono.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Magang! Undika Resmikan Praktik Profesional 40 SKS, Mahasiswa Turun Langsung ke Industri

“Alhamdulillah pada hari Jumat 18 September 2026 KUA Sumowono ikut donasi air bersih. Semoga bermanfaat bagi warga Dusun Ngoho, Desa Kemitir. Kegiatan ini atas inisiatif kita semua, seluruh pegawai keluarga besar KUA Sumowono. Semoga air bersih ini bermanfaat bagi warga yang membutuhkan,” ujar Ahmadi.

Menurutnya, persoalan kekurangan air bersih selama musim kemarau membutuhkan kepedulian dari berbagai pihak. Karena itu, ia mengajak seluruh instansi dan elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu warga yang masih mengalami krisis air.

“Untuk membantu kekurangan air, kami menghimbau semua instansi yang ada di Kecamatan Sumowono, baik kepala desa maupun instansi lain yang ada di Kabupaten Semarang. Bagi panjenengan semua yang mau ikut donasi air bersih, warga Ngoho selama masih musim kemarau masih membutuhkan bantuan panjenengan semua,” katanya.

Ahmadi berharap kepedulian tersebut dapat menjadi ladang amal bagi seluruh pihak yang turut membantu.

“Semoga menjadi amal ibadah panjenengan semua,” imbuhnya.

Sumur Mati, Hujan Tak Kunjung Turun

Kepala Desa Kemitir Puji Utomo mengungkapkan, kondisi warga Dusun Ngoho memang membutuhkan perhatian. Kekeringan membuat sumber air yang selama ini menjadi andalan masyarakat tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan warga.

Menurut Puji, sumur-sumur warga telah mengering sekitar dua bulan. Sementara hujan sudah tidak turun selama kurang lebih tiga setengah bulan.

Baca Juga:  Bentrokan Gangster SSTB vs All Star di Kalilom Lor Surabaya: 9 Remaja Diamankan Polisi, Ada yang Masih di Bawah Umur

“Saya mewakili warga masyarakat di Ngoho mengucapkan terima kasih bagi keluarga besar KUA Sumowono dan kawan semuanya. Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan air bersih 10.000 liter ini,” ungkap Puji.

Ia menyebut air bersih saat ini menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi warga.

“Air sangat dibutuhkan bagi warga kami karena sudah sekitar dua bulan sumur-sumur sudah mati, sudah tiga bulan setengah tidak hujan,” jelasnya.

Puji berharap musim kemarau tidak berlangsung terlalu panjang sehingga warga dapat kembali mendapatkan sumber air secara normal.

“Sekali lagi terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan air bersih. Harapannya ke depan semoga kemaraunya jangan panjang. Tapi apabila ke depan masih kemarau, apabila ada bantuan lagi, kami ucapkan terima kasih,” ujarnya.

Warga: Bantuan Air Sangat Berarti

Kehadiran bantuan air bersih juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah seorang warga Dusun Ngoho, Titik Hariyati, menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga besar KUA Sumowono dan seluruh pihak yang telah membantu.

“Kami semua sangat terima kasih atas bantuannya panjenengan sedoyo. Mugi-mugi diparingi berkah. Bantuan panjenengan sangat berarti bagi kami. Pak KUA, terima kasih nggih,” tutur Titik.

Ungkapan sederhana tersebut menjadi gambaran betapa pentingnya bantuan air bersih bagi warga yang sedang menghadapi kekeringan.

Di tengah keterbatasan sumber air, bantuan yang datang secara langsung membuat masyarakat merasa tidak sendirian menghadapi musim kemarau.

Baca Juga:  Di Tengah Dominasi BUMN dan Korporasi, Fraksi PKS DPR RI Raih Penghargaan PR Nasional

Kepedulian Diharapkan Menular ke ASN

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Sumowono Chusaeni RA berharap semangat kepedulian yang telah dibangun melalui kegiatan tersebut dapat terus berlanjut.

Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat yang sedang membutuhkan tidak seharusnya berhenti pada satu kegiatan. Semangat berbagi diharapkan dapat tumbuh dan menjalar kepada lebih banyak aparatur negara.

“Jiwa-jiwa kepedulian yang dipupuk oleh Bapak Kepala KUA kepada warga Ngoho semoga istiqomah, meluas kepada seluruh ASN terhadap rakyat Indonesia pada umumnya yang membutuhkan,” ungkap Chusaeni.

Kegiatan Jum’at Berkah KUA Sumowono Peduli tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberadaan KUA di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelayanan administrasi dan pembinaan keagamaan.

Melalui aksi nyata seperti penyaluran air bersih, nilai kepedulian, gotong royong dan kemanusiaan dapat hadir langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sebanyak 10.000 liter air bersih yang disalurkan mungkin menjadi bantuan sementara di tengah kemarau panjang. Namun bagi 200 KK atau 752 warga Dusun Ngoho, bantuan itu memiliki arti besar.

Dari sebuah kegiatan sederhana bertajuk Jum’at Berkah, pesan kepedulian pun mengalir: ketika masyarakat membutuhkan, berbagai elemen dapat bergandengan tangan untuk meringankan beban warga.

KUA Sumowono pun berupaya menerjemahkan semangat Asta Protas Kementerian Agama Berdampak melalui aksi yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. (*)