Mokha Memanas, Serangan Udara Tewaskan 6 Warga Sipil, 8 Orang Luka-Luka

YAMAN | SUARAGLOBAL.COM – Kota pelabuhan Mokha di pesisir Laut Merah kembali menjadi titik panas konflik Yaman. Sedikitnya enam orang tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka setelah serangan yang disebut diluncurkan koalisi pimpinan Arab Saudi pada Selasa (22/9/26).
Kabar tersebut menambah panjang rentetan ketegangan di kawasan pesisir barat Yaman. Mokha sendiri merupakan wilayah yang memiliki posisi strategis karena berada di jalur yang berdekatan dengan Selat Bab Al Mandab, salah satu kawasan perairan penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Laporan mengenai korban berasal dari kantor berita Saba yang berafiliasi dengan kelompok Houthi. AFP kemudian mengutip laporan tersebut dalam pemberitaan mengenai serangan di Mokha.
“Enam warga sipil, termasuk dua anak-anak dan seorang wanita tewas. Sementara delapan lainnya termasuk seorang anak dan seorang wanita terluka dalam serangan udara koalisi pimpinan Saudi di Mokha,” demikian laporan kantor berita Saba afiliasi Houthi, seperti dikutip AFP.
Dengan demikian, laporan tersebut menyebut warga sipil menjadi korban dalam serangan yang terjadi di tengah perebutan wilayah antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi. AFP juga melaporkan bahwa enam korban tewas mencakup dua anak-anak dan seorang perempuan, sedangkan korban luka mencakup seorang anak dan seorang perempuan.
Serangan di Mokha terjadi ketika kelompok Houthi disebut tengah melakukan ofensif cepat untuk memperluas penguasaan wilayahnya di pesisir Laut Merah.
Milisi Houthi telah melancarkan serangan kilat dalam beberapa pekan terakhir untuk menguasai seluruh pesisir Laut Merah, termasuk Mokha. Serangan ini disebut membuat pemerintahan resmi Yaman yang dibekingi Saudi kewalahan dalam merespons.
Pergerakan tersebut membuat peta konflik di Yaman kembali berubah. Houthi yang didukung Iran telah memperluas pengaruhnya ke sejumlah wilayah strategis, termasuk kawasan yang mengarah ke Bab Al Mandab. Reuters melaporkan bahwa pasukan Houthi bulan ini mengambil sejumlah area penting di sekitar selat tersebut dalam sebuah ofensif cepat.
Bagi pemerintah Yaman yang didukung Saudi, perkembangan itu menjadi tantangan besar. Hilangnya kendali atas wilayah pesisir strategis berpotensi mempersempit ruang gerak pasukan pemerintah sekaligus memperkuat posisi Houthi di kawasan Laut Merah.
Di tengah situasi yang semakin genting, pemerintah Yaman berusaha mencari dukungan dari Amerika Serikat.
Pada Senin (21/9/26), kepala badan pemerintahan Yaman Rashad Al Alimi melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Donald Trump, untuk meminta bantuan Amerika Serikat melawan milisi Houthi.
Pembicaraan tersebut berlangsung ketika Houthi terus memperluas pengaruhnya di sekitar Bab Al Mandab. Reuters melaporkan bahwa Alimi meminta dukungan AS bagi pemerintahnya yang didukung Saudi dalam menghadapi Houthi.
Namun, permintaan tersebut belum menghasilkan komitmen bantuan militer langsung dari Washington.
Meski demikian, Trump disebut tidak menjanjikan dukungan militer untuk Yaman. Sumber menyebut pembicaraan itu dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas terhadap pemerintah Yaman.
Menurut Reuters, dua sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut—masing-masing dari Yaman dan pihak Barat—menyatakan tidak ada janji langsung mengenai dukungan militer AS dalam percakapan tersebut.
Sikap Washington itu menjadi bagian penting dalam perkembangan terbaru konflik Yaman. Di satu sisi, pemerintah Yaman meminta bantuan menghadapi ofensif Houthi. Di sisi lain, Amerika Serikat belum menyatakan komitmen untuk terlibat langsung secara militer.
Sementara itu, perkembangan di Yaman juga menjadi perhatian serius pemerintah Arab Saudi.
Sebelumnya The New York Times juga melaporkan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MbS) juga telah mendesak Trump untuk menyerang Houthi. Kendati begitu, Trump menolak permintaan itu.
Laporan mengenai permintaan tersebut muncul ketika Houthi terus bergerak mendekati kawasan strategis Bab Al Mandab. Axios juga melaporkan bahwa Trump sempat mempertimbangkan serangan terhadap Houthi, tetapi kemudian memilih untuk tidak melancarkannya.
Reuters sebelumnya juga melaporkan bahwa Trump telah menolak permintaan Saudi untuk memberikan dukungan militer dalam menghadapi Houthi.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa persoalan keterlibatan Amerika Serikat menjadi salah satu bagian penting dalam dinamika konflik yang kembali meningkat di Yaman.
Houthi kini menguasai wilayah pesisir strategis yang menghadap Selat Bab Al Mandab, setelah merebutnya dari pasukan pemerintah yang didukung Saudi.
Kawasan Bab Al Mandab bukan sekadar wilayah geografis dalam konflik Yaman. Selat tersebut merupakan jalur perairan penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan memiliki arti besar bagi aktivitas pelayaran internasional.
Karena itu, perubahan kendali di sekitar kawasan tersebut mendapat perhatian luas. Penguasaan wilayah pesisir oleh Houthi dapat memberikan kelompok tersebut posisi strategis terhadap jalur laut yang sangat penting bagi kawasan.
Penguasaan terhadap wilayah ini semakin memperkuat cengkeraman Houthi yang dibekingi Iran dan sekutunya, atas dua jalur perairan yang menjadi tumpuan kawasan Teluk.
Perkembangan tersebut membuat konflik Yaman memiliki dimensi yang lebih luas. Pertempuran antara Houthi dan pemerintahan yang didukung Saudi kini bersinggungan dengan kepentingan regional dan keamanan jalur pelayaran di Laut Merah.
Di tengah perebutan wilayah dan kepentingan strategis tersebut, warga sipil kembali menjadi pihak yang terdampak.
Enam orang dilaporkan tewas dalam serangan di Mokha, sementara delapan lainnya terluka. Laporan Saba yang dikutip AFP secara khusus menyebut adanya anak-anak dan perempuan di antara korban.
Informasi mengenai korban tersebut berasal dari kantor berita yang berafiliasi dengan Houthi, sehingga atribusi sumber menjadi penting dalam pemberitaan mengenai jumlah korban dan pihak yang bertanggung jawab atas serangan.
Di sisi lain, perkembangan di lapangan menunjukkan bahwa ofensif Houthi telah mengubah situasi keamanan di pesisir Laut Merah. Kelompok tersebut terus memperkuat posisi di kawasan strategis, sementara pemerintah Yaman berupaya mendapatkan dukungan dari negara-negara sekutunya.
Perebutan Mokha dan wilayah di sekitar Bab Al Mandab memperlihatkan bagaimana konflik Yaman kembali memasuki fase yang penuh ketegangan.
Pemerintah Yaman kini menghadapi tekanan akibat meluasnya penguasaan Houthi. Arab Saudi berada di posisi sebagai pendukung pemerintah Yaman, sementara Amerika Serikat menghadapi permintaan untuk memberikan dukungan tanpa terlibat lebih jauh dalam konflik.
Di tengah tarik-menarik tersebut, Mokha kembali menjadi saksi jatuhnya korban sipil.
Serangan yang menewaskan enam orang dan melukai delapan lainnya menambah catatan kelam konflik Yaman. Sementara pertempuran dan perebutan wilayah terus berlangsung, perhatian internasional kini tertuju pada perkembangan di pesisir Laut Merah dan kawasan Bab Al Mandab yang memiliki arti strategis bagi keamanan regional serta pelayaran internasional. (*)












Tinggalkan Balasan