Lupa Pastikan Tungku Padam, Rumah Limasan dan Kandang Kambing di Boyolali Terbakar

Laporan: Wahyu Widodo
BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Siang bolong yang seharusnya menjadi waktu warga beraktivitas mendadak berubah menjadi kepanikan. Kobaran api muncul dari bagian belakang sebuah rumah di Dukuh Sidomulyo, Desa Pojok, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan rumah milik Rejeb (63), seorang petani/pekebun warga setempat. Tak hanya rumah, kobaran api juga merembet hingga melalap kandang kambing yang berada di sekitar bangunan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Begitu menerima laporan adanya kebakaran, personel Polsek Nogosari Polres Boyolali langsung bergerak menuju lokasi. Polisi melakukan pengecekan sekaligus berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk mempercepat proses penanganan.
Kapolsek Nogosari AKP Suparmi menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh anak korban, Tri Haryono, yang baru pulang setelah bekerja.
Saat tiba di rumah, Tri Haryono melihat api sudah membakar bagian belakang rumah. Melihat kondisi tersebut, saksi langsung berteriak meminta pertolongan.
Teriakan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Warga kemudian berdatangan dan bergotong royong membantu memadamkan kobaran api sekaligus menyelamatkan barang-barang milik korban yang masih memungkinkan untuk dievakuasi.
“Setelah menerima laporan, personel Polsek Nogosari segera mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan,” ujar AKP Suparmi.
Tak lama kemudian, kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi. Satu unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Kabupaten Boyolali bersama dua unit mobil pemadam kebakaran lainnya dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.
Petugas bersama warga berjibaku melakukan pemadaman. Setelah kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan.
Diduga Berawal dari Tungku Kayu
Dari pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi menduga kebakaran bermula dari aktivitas korban saat memasak air menggunakan tungku berbahan bakar kayu.
Sekitar pukul 11.00 WIB, korban diketahui memasak air menggunakan tungku tersebut. Setelah itu, korban meninggalkan rumah untuk mencari pakan ternak.
Korban diduga mengira api pada tungku sudah benar-benar padam. Namun, ternyata bara atau api masih menyala.
Api dari tungku tersebut kemudian diduga menjalar ke bagian rumah, terutama bangunan dapur yang banyak menggunakan material kayu. Kobaran api selanjutnya merembet dan membakar kandang kambing.
Dalam waktu singkat, api mengakibatkan bagian bangunan rumah dan kandang mengalami kerusakan cukup parah.
Bangunan rumah limasan beserta dapur berbahan kayu yang memiliki ukuran sekitar 16 x 24 meter terbakar. Sementara kandang kambing berukuran sekitar 7 x 10 meter juga turut mengalami kerusakan.
Sejumlah Barang dan Ternak Ikut Terbakar
Kebakaran tersebut tidak hanya merusak bangunan. Sejumlah barang milik korban juga ikut menjadi korban keganasan si jago merah.
Barang-barang yang terbakar antara lain sejumlah peralatan elektronik dan perabot rumah tangga, tiga ekor kambing, empat buku sertifikat tanah, satu sepeda onthel, serta sekitar 10 karung gabah.
Total kerugian materi akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Meski mengalami kerugian besar, keluarga korban patut bersyukur karena tidak ada korban jiwa maupun laporan adanya warga yang mengalami luka akibat peristiwa tersebut.
Polisi Lakukan Pemeriksaan di Lokasi
Usai api berhasil dipadamkan, personel Polsek Nogosari melakukan serangkaian tindakan kepolisian di lokasi kejadian.
Petugas melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dalam proses penanganan kebakaran.
Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, dugaan sementara mengarah pada sumber api dari tungku berbahan bakar kayu yang ditinggalkan dalam kondisi belum sepenuhnya padam.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut untuk memastikan penyebab kebakaran.
Polisi Ingatkan Warga Jangan Tinggalkan Sumber Api
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menganggap remeh sumber api di dalam maupun sekitar rumah.
Kapolsek Nogosari AKP Suparmi mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan tungku, kompor maupun sumber api lainnya benar-benar dalam kondisi padam sebelum meninggalkan rumah.
Menurutnya, kelalaian kecil terhadap sumber api dapat berujung pada kerugian yang jauh lebih besar.
“Pastikan tungku dan sumber api lainnya sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah. Kelalaian kecil dapat menimbulkan kerugian besar,” pungkasnya.
Gerak cepat personel Polsek Nogosari bersama petugas pemadam kebakaran dan warga dalam menangani kejadian tersebut menjadi bagian penting dalam mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas ke bangunan maupun lingkungan di sekitarnya. (*)












Tinggalkan Balasan