Satukan Doa, Perkuat Pengabdian! Jajaran Pemasyarakatan Jateng dan Warga Binaan Gelar Doa Bersama

Laporan: Wahyu Widodo
SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Ada suasana berbeda di lingkungan Pemasyarakatan Jawa Tengah pada Jumat (25/09). Setelah pelaksanaan Salat Jumat, lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa menggema serentak di berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.
Bukan sekadar rutinitas keagamaan, pengajian dan doa bersama tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemasyarakatan Jawa Tengah bersama warga binaan untuk sejenak menundukkan hati, memperkuat ketakwaan, sekaligus memanjatkan harapan demi keselamatan dan keberkahan dalam menjalankan tugas pengabdian.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak oleh seluruh jajaran Pemasyarakatan Jawa Tengah bersama warga binaan di seluruh UPT Pemasyarakatan.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, petugas dan warga binaan duduk bersama mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan tidak hanya menyentuh aspek kedisiplinan dan kehidupan sosial, tetapi juga memberikan ruang bagi penguatan spiritual.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pengajian, pembacaan Surah Ar-Rahman, serta doa bersama.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Melalui doa yang dipanjatkan bersama, seluruh peserta memohon kepada Allah SWT agar jajaran Pemasyarakatan dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan senantiasa memperoleh perlindungan, keselamatan, kemudahan dalam menjalankan tugas, keberkahan dalam pengabdian, serta kemuliaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi antara petugas dan warga binaan.
Ikhtiar Spiritual dalam Menjalankan Amanah
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, menyampaikan bahwa pengajian dan doa bersama merupakan bentuk ikhtiar bersama sekaligus pengingat bagi seluruh jajaran agar senantiasa mengedepankan nilai-nilai keimanan dalam menjalankan tugas dan pengabdian.
“Pengajian dan doa bersama ini menjadi ikhtiar kita untuk memohon kepada Allah SWT agar seluruh jajaran Pemasyarakatan dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan senantiasa diberikan keselamatan, kemudahan, keberkahan, dan kemuliaan dalam menjalankan amanah serta memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Mardi Santoso.
Menurutnya, tugas di bidang Pemasyarakatan merupakan sebuah amanah yang membutuhkan keteguhan, kesabaran, integritas, serta rasa tanggung jawab.
Karena itu, penguatan spiritual dinilai menjadi salah satu bagian penting untuk mendukung jajaran dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Doa bersama juga tidak hanya ditujukan bagi petugas. Kehadiran warga binaan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan yang mengedepankan pendekatan humanis.
Petugas dan Warga Binaan Duduk Bersama
Kebersamaan antara petugas dan warga binaan dalam kegiatan keagamaan menjadi salah satu pesan penting yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
Mardi menekankan bahwa kegiatan keagamaan bersama dapat menjadi sarana untuk menciptakan suasana pembinaan yang lebih humanis sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada warga binaan.
“Kami berharap doa yang dipanjatkan bersama ini dapat menjadi penguat bagi kita semua untuk terus menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, integritas, dan tanggung jawab. Semoga seluruh jajaran senantiasa diberikan kekuatan dan keteguhan dalam melaksanakan pengabdian,” tambahnya.
Suasana kebersamaan yang tercipta diharapkan mampu memberikan energi positif bagi petugas maupun warga binaan.
Bagi petugas, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk kembali menguatkan niat dan semangat dalam menjalankan amanah pelayanan.
Sementara bagi warga binaan, kegiatan keagamaan menjadi bagian dari proses pembinaan mental dan spiritual selama menjalani masa pidana.
Menguatkan Pembinaan yang Humanis
Pengajian dan doa bersama tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan ketenangan batin serta memperkuat kepedulian di lingkungan Pemasyarakatan.
Nilai-nilai keagamaan yang disampaikan diharapkan dapat memberikan dorongan bagi seluruh peserta untuk terus memperbaiki diri, membangun sikap positif, dan menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab.
Pelaksanaan kegiatan secara serentak di seluruh jajaran Pemasyarakatan Jawa Tengah juga memperlihatkan adanya semangat kebersamaan dalam membangun lingkungan kerja dan pembinaan yang lebih positif.
Tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, doa bersama diharapkan mampu menjadi pengingat bahwa pengabdian membutuhkan keseimbangan antara profesionalitas dalam menjalankan tugas dan kekuatan spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan.
Dengan doa yang dipanjatkan bersama, seluruh jajaran Pemasyarakatan Jawa Tengah berharap senantiasa memperoleh perlindungan dan kekuatan dalam menjalankan amanah.
Sementara bagi warga binaan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari perjalanan pembinaan untuk membangun kesadaran, ketenangan batin, dan semangat memperbaiki diri.
Pada akhirnya, pengajian dan doa bersama tersebut menjadi simbol sederhana tentang kekuatan kebersamaan. Dari petugas hingga warga binaan, semuanya menyatukan harapan dalam doa yang sama: agar pengabdian Pemasyarakatan senantiasa berjalan dengan penuh keikhlasan, integritas, kemanusiaan, dan tanggung jawab.
Dengan dilaksanakannya kegiatan secara serentak di seluruh jajaran Pemasyarakatan Jawa Tengah, doa dan harapan yang dipanjatkan bersama diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan pelaksanaan tugas Pemasyarakatan yang semakin baik, humanis, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)












Tinggalkan Balasan