Laporan: Budi Santoso

NGAWI | SUARAGLOBAL.COM — Kobaran api kembali mengancam kawasan hutan di Kabupaten Ngawi. Kebakaran lahan hutan pinus terjadi di wilayah Petak 2D RPH Salam, BKPH Lawu Utara, Dusun Krajan, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Minggu sore.

Api yang mulai terlihat di kawasan hutan tersebut dilaporkan semakin meluas hingga mendekati kawasan hutan rakyat. Kondisi itu membuat TNI-Polri bersama relawan, perangkat desa dan masyarakat bergerak cepat melakukan pemantauan sekaligus membuat sekat bakar atau ilaran untuk menghambat laju kobaran api.

Informasi kebakaran diterima Koramil 0805/10 Sine bersama Polsek Sine sekitar pukul 17.00 WIB. Laporan tersebut disampaikan Mantri Hutan P. Gunawan yang menginformasikan adanya kebakaran di kawasan hutan pinus Petak 2D RPH Salam.

Mendapat laporan tersebut, anggota Koramil Sine dan Polsek Sine bersama relawan, perangkat Desa Kuniran serta masyarakat Dusun Krajan langsung menuju lokasi.

Setibanya di kawasan hutan, petugas mendapati kobaran api mulai meluas. Bahkan, pergerakan api telah menjangkau kawasan hutan rakyat yang berada di sekitar lokasi.

Titik kebakaran berada di sekitar koordinat -7,5170172, 111,1747906.

Melihat kondisi tersebut, petugas bersama masyarakat tidak tinggal diam. Upaya pencegahan segera dilakukan dengan membuat ilaran atau sekat bakar di sejumlah bagian kawasan yang dinilai berpotensi menjadi jalur penjalaran api.

Baca Juga:  Video Viral Bupati Cilacap Berjoget, Ini Jawaban Bupati

Pembuatan ilaran dilakukan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan relawan secara bersama-sama. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus jalur bahan bakar sekaligus membatasi agar kobaran api tidak semakin mudah merambat ke kawasan lain.

Sekitar pukul 18.30 WIB, kawasan Petak 2D yang termasuk wilayah hutan rakyat berhasil diamankan dari jangkauan api melalui pembuatan ilaran.

Meski demikian, ancaman kebakaran belum sepenuhnya berakhir.

Api dilaporkan mulai bergerak naik menuju kawasan Gunung Botak yang merupakan wilayah hutan produksi.

Medan yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala dalam upaya penanganan secara langsung. Selain itu, keberadaan pohon-pohon pinus yang berpotensi tumbang juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan petugas ketika melakukan pemantauan maupun penanganan di sekitar lokasi kebakaran.

Dengan kondisi tersebut, keselamatan personel dan masyarakat menjadi perhatian utama.

Dari upaya yang dilakukan, lahan pinus di Petak 2D dengan luas sekitar 4 hektare berhasil diamankan dari jangkauan api.

Petugas bersama masyarakat kemudian tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api maupun kemungkinan kobaran menjalar ke kawasan lain.

Danramil Sine Imbau Warga Tak Lengah

Kebakaran hutan menjadi perhatian serius, terutama ketika kondisi kawasan hutan dan lahan berada dalam keadaan rawan terbakar.

Baca Juga:  Ki Ageng Giring, Dalam Cerita Masyarakat Desa Gumelem Sebagai Bagian Dari Cerita Kebesaran Mataram Islam

Danramil Sine Kapten Cba Ahmad Mubangit mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat menjadi pemicu kebakaran.

Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak meninggalkan sumber api di sekitar kawasan hutan maupun lahan yang kondisinya kering.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Apabila melihat adanya titik api atau asap di kawasan hutan, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” pesan Kapten Cba Ahmad Mubangit.

Menurutnya, laporan sedini mungkin sangat penting agar titik api dapat segera diketahui dan dilakukan langkah pencegahan sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat, relawan, perangkat desa serta unsur TNI-Polri yang bersama-sama melakukan pemantauan dan pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.

Sinergi seluruh pihak dinilai penting karena kawasan hutan memiliki medan yang cukup sulit. Di sisi lain, terdapat potensi bahaya lain berupa pohon pinus tumbang yang dapat membahayakan petugas maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Karena itu, pemantauan terus dilakukan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan.

Baca Juga:  Nguri-uri Budaya! Ratusan Warga Padati Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk

Kebakaran di kawasan hutan pinus Kuniran tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan masyarakat sangat dibutuhkan. Tidak hanya ketika api sudah membesar, tetapi juga sejak munculnya tanda-tanda awal seperti asap atau titik api di kawasan hutan.

Kolaborasi antara aparat, relawan, perangkat desa dan masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah kobaran api menjalar lebih luas dan menimbulkan kerusakan yang lebih besar. (*)

 

Api Merayap di Hutan Pinus Kuniran, TNI-Polri dan Warga Gerak Cepat Bikin Ilaran

Kobaran Api Mengarah ke Gunung Botak, Hutan Pinus Kuniran Dijaga TNI-Polri dan Warga

Hutan Pinus Kuniran Terbakar, Sekitar 4 Hektare Diamankan dari Jangkauan Api

Api Mulai Menjalar ke Hutan Rakyat, Babinsa-Bhabinkamtibmas Bergerak Bikin Sekat Bakar

Kebakaran Hutan Pinus di Sine Meluas, Medan Terjal dan Pohon Tumbang Jadi Kendala

Kobaran Api Ancam Hutan Produksi Gunung Botak, Warga dan Aparat Pasang Ilaran

Sore-Sore Api Berkobar di Hutan Kuniran, TNI-Polri dan Relawan Berjibaku Cegah Penjalaran

Hutan Pinus Kuniran Terbakar, Danramil Sine Minta Warga Waspada Titik Api

4 Hektare Hutan Pinus Diamankan dari Api, Kobaran Mulai Bergerak ke Gunung Botak

Api Mengganas di Hutan Pinus Kuniran, Sekat Bakar Jadi Benteng Cegah Kobaran Meluas