Laporan: Wahyu Widodo

MAGELANG | SUARAGLOBAL.COM – Suasana Hotel Atria Magelang dipenuhi semangat kebangsaan saat sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar Apel Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026).

Apel tersebut dipimpin langsung Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag., dan diikuti jajaran pimpinan serta peserta Workshop Koordinasi, Sinkronisasi, dan Penyusunan Anggaran Tahun 2027 UIN Salatiga.

Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Wakil Rektor, para Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala Biro, Kepala Bagian (Kabag), serta seluruh peserta workshop. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda workshop yang dilaksanakan UIN Salatiga di Magelang.

Dalam amanatnya, Prof. Zakiyuddin menekankan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat kembali komitmen kebangsaan, khususnya di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.

Baca Juga:  Jatim Perluas Akses Pendidikan lewat Beasiswa Sekolah Swasta, DPRD Apresiasi Komitmen Pemerataan

Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila perlu diinternalisasikan dalam kehidupan sivitas akademika, termasuk dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

“Kesaktian Pancasila menegaskan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kembali komitmen kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan. Kita harus menginternalisasikan nilai-nilainya, yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan dalam setiap Tridharma perguruan tinggi,” ujar Prof. Zakiyuddin.

Pesan tersebut dinilai relevan dengan agenda workshop yang tengah dilaksanakan. Sebab, selain membahas koordinasi dan sinkronisasi program, para pimpinan UIN Salatiga juga tengah mematangkan penyusunan anggaran untuk tahun 2027.

Menurut Prof. Zakiyuddin, nilai Pancasila harus menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan, termasuk dalam menentukan arah penggunaan anggaran lembaga.

Baca Juga:  Festival Pasar Karya Raya di School of Life Lebah Putih Salatiga: Mengasah Jiwa Wirausaha Anak Lewat Praktik Berniaga dan Berkarya Kreatif

“Pancasila mengajarkan kita tentang keadilan dan gotong royong. Maka, penyusunan anggaran 2027 harus berlandaskan prinsip keadilan, transparansi, dan kebermanfaatan untuk umat. Anggaran bukan sekadar angka, tetapi instrumen untuk mewujudkan visi UIN Salatiga sebagai kampus yang unggul dan moderat,” tambahnya.

Ia menegaskan, perencanaan anggaran tidak hanya berbicara mengenai besaran alokasi dana, tetapi juga menyangkut bagaimana setiap program dapat memberikan manfaat bagi pengembangan institusi dan masyarakat.

Karena itu, prinsip keadilan, transparansi, gotong royong, serta kebermanfaatan perlu menjadi pertimbangan dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan program UIN Salatiga.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Salatiga juga mengajak seluruh pimpinan dan pegawai untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan.

Baca Juga:  Pantau Kesiapan Angkutan Lebaran di Lintas Jalur Rel Cepu - Brumbung

Menurutnya, penerapan nilai Pancasila harus dapat dirasakan dalam berbagai lini pelayanan kampus, bukan hanya ketika mengikuti kegiatan kenegaraan atau upacara peringatan hari besar nasional.

“Kita harus pastikan, dari proses penerimaan mahasiswa baru di Bidang Admisi hingga pelayanan akademik, semuanya mencerminkan nilai Pancasila: jujur, adil, dan melayani,” pungkasnya.

Apel Hari Kesaktian Pancasila tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh peserta workshop bahwa agenda penguatan kelembagaan dan penyusunan program kerja harus berjalan seiring dengan penguatan nilai kebangsaan.

Dengan demikian, proses penyusunan anggaran tahun 2027 diharapkan tidak hanya menghasilkan perencanaan yang terukur, tetapi juga mampu mendukung terwujudnya UIN Salatiga sebagai perguruan tinggi yang unggul, moderat, berintegritas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)