Laporan: Yuanta

JAKARTA | SUARAGLOBAL.COM – Memasuki penghujung tahun 2026, pemerintah kembali menyiapkan sejumlah program perlindungan masyarakat. Bantuan pangan hingga Bantuan Subsidi Upah (BSU) dipersiapkan untuk kuartal IV 2026 sebagai bagian dari langkah pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Program tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, rapat tersebut secara khusus membahas sejumlah program bantuan pemerintah yang akan dijalankan pada tiga bulan terakhir tahun ini.

“Hari ini tadi rapat dengan Bapak Presiden terkait dengan program-program bantuan pemerintah yang disiapkan untuk kuartal keempat,” ujar Airlangga dalam keterangan pers seusai rapat di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Salah satu agenda yang ikut dibahas adalah program pembukaan rekening bagi warga negara berusia di atas 17 tahun. Sasaran program tersebut diarahkan kepada masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4.

Namun, jumlah penerima program tersebut masih dalam proses verifikasi. Pemerintah melakukan pencocokan data bersama kementerian terkait sebelum angka penerima ditetapkan.

“Jadi tadi dibahas program untuk di kuartal keempat, antara lain pembukaan rekening kepada warga negara yang di atas 17 tahun dan diarahkan pada desil sampai dengan desil 4. Nah nanti angkanya sedang di cross-check dengan kementerian terkait,” ungkap Airlangga.

Baca Juga:  Estafet Kepemimpinan LPAI Bergulir! Man Sam Terpilih Aklamasi, Gantikan Kak Seto Periode 2026–2031

33,2 Juta Keluarga Dapat Bantuan Beras

Program berikutnya yang menjadi perhatian adalah bantuan pangan berupa beras. Pemerintah menyiapkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan untuk periode Oktober hingga Desember 2026.

Berdasarkan keterangan pemerintah, bantuan tersebut menyasar 33.244.408 keluarga penerima manfaat (KPM) yang berada dalam kelompok desil 1 hingga desil 4.

Menariknya, penyaluran bantuan tersebut direncanakan dilakukan sekaligus untuk periode tiga bulan tersebut. Kebutuhan anggarannya diperkirakan mencapai sekitar Rp17,5 triliun.

“Yang kedua konfirmasi bantuan pangan yang besarnya 10 kilogram untuk 3 bulan dan nanti akan diserahkan 1 kali untuk Oktober dan Desember. Dan ini diberikan kepada 33.244.408 keluarga penerima manfaat. Ini desilnya 1 sampai 4 dan kebutuhan anggarannya kira-kira Rp17,5 triliun,” kata Airlangga.

Bantuan pangan ini menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok pada akhir tahun. Dengan jumlah penerima mencapai lebih dari 33 juta keluarga, program tersebut mencakup kelompok masyarakat yang berada pada desil 1 sampai 4.

Subsidi Upah Rp300 Ribu per Bulan

Tak hanya bantuan pangan, pemerintah juga kembali menyiapkan Bantuan Subsidi Upah atau BSU bagi pekerja.

Dalam program tersebut, bantuan diberikan untuk periode tiga bulan dengan besaran Rp300 ribu per bulan. Sasaran penerima diperkirakan mencapai 13,3 juta pekerja.

Baca Juga:  Lupa Pastikan Bara Padam, Lahan dan Tanaman Bambu Warga Tingkir Lor Dilalap Si Jago Merah

Dengan mekanisme pemberian satu kali untuk periode tiga bulan, total nilai bantuan yang diterima penerima yang memenuhi ketentuan mencapai Rp900 ribu.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran untuk program BSU tersebut mencapai hampir Rp12 triliun.

“Dan yang ketiga adalah pemerintah akan memberikan lagi bantuan subsidi upah, di mana bantuan subsidi upah ini diberikan 1 kali untuk 3 bulan dan perbulannya sebesar 300 ribu dan ini diberikan kepada 13,3 juta pekerja. Dan ini kebutuhan anggarannya diperkirakan sebesar hampir Rp12 triliun,” ujar Airlangga.

BSU tersebut menjadi bagian dari paket program perlindungan masyarakat yang disiapkan pemerintah menjelang akhir tahun. Selain memberikan dukungan langsung kepada pekerja, program tersebut juga diarahkan untuk mempertahankan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi.

Ada Program Pembukaan Rekening

Selain bantuan beras dan BSU, pemerintah juga menyiapkan program pembukaan rekening bagi warga negara yang berusia di atas 17 tahun.

Kelompok sasaran diarahkan kepada masyarakat yang masuk desil 1 hingga desil 4. Namun, pemerintah masih melakukan pencocokan data untuk memastikan jumlah penerima yang tepat.

Proses verifikasi tersebut melibatkan kementerian terkait. Langkah ini dilakukan agar data penerima program dapat disesuaikan sebelum pelaksanaan.

Baca Juga:  Sidang Isbat! Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh Sabtu, 21 Maret 2026

Dengan demikian, paket kebijakan yang dibahas dalam rapat bersama Presiden Prabowo tidak hanya menyentuh kebutuhan pangan, tetapi juga dukungan bagi pekerja serta perluasan akses layanan keuangan bagi kelompok masyarakat yang menjadi sasaran.

Menjaga Daya Beli hingga Pengujung Tahun

Pemerintah menempatkan daya beli masyarakat sebagai salah satu perhatian dalam menghadapi kuartal IV 2026. Bantuan pangan dan subsidi upah menjadi dua program yang secara langsung menyasar kebutuhan masyarakat dan pekerja.

Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran yang disebutkan untuk bantuan pangan dan BSU mencapai hampir Rp29,5 triliun. Angka tersebut berasal dari sekitar Rp17,5 triliun untuk bantuan pangan dan hampir Rp12 triliun untuk BSU.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah memperkuat perlindungan masyarakat dan menjaga aktivitas ekonomi memasuki penghujung 2026.

Dengan program yang menyasar puluhan juta keluarga dan jutaan pekerja, pemerintah berharap dukungan tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pada tiga bulan terakhir tahun ini.

Di sisi lain, pemerintah masih melakukan proses verifikasi dan penyesuaian data untuk sejumlah program sebelum pelaksanaannya. Artinya, tahapan administrasi dan pencocokan data menjadi bagian penting agar bantuan dapat disalurkan sesuai kelompok sasaran yang telah ditetapkan. (*)