Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Malam yang semestinya berjalan biasa mendadak berubah menjadi petaka. Suara benturan dan kepanikan pecah di Jalan Raya Suruh–Tingkir, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (3/10/2026) malam.

Seorang pengendara sepeda motor Honda Revo, Basir (76), warga Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah truk Hino.

Korban diduga terlindas roda truk setelah sepeda motor yang dikendarainya tergelincir ketika hendak mendahului kendaraan besar tersebut dari sisi kiri.

Peristiwa tragis itu terjadi tidak jauh dari Gerbang Tol Salatiga. Kerasnya benturan membuat korban mengalami luka parah pada bagian kepala. Nyawanya tidak dapat diselamatkan dan Basir dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Doa Bersama Ratusan Driver Ojol di Lapangan Pancasila, Pengamanan Humanis Polres Salatiga Tuai Apresiasi

Sementara itu, cucu korban yang saat kejadian turut membonceng sepeda motor tersebut mengalami luka ringan.

Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Henry Sulistyanta menjelaskan, kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Revo bernomor polisi H 3226 JK yang dikendarai Basir dan truk Hino bernomor polisi AA 8933 YG yang dikemudikan Arif Budi Pratama (32), warga Desa Madyogondo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

“Kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai korban berboncengan dengan cucunya melaju dari arah Simpang Tiga Exit Tol Salatiga menuju Terminal Tingkir. Di depannya, melaju truk Hino yang dikemudikan Arif Budi Pratama,” jelas Henry.

Menurut keterangan kepolisian, kedua kendaraan tersebut melaju dalam arah yang sama. Sesampainya di depan Kantor Kelurahan Tingkir Tengah, korban diduga berupaya mendahului truk dari sisi kiri.

Baca Juga:  Ketika Emosi Tak Terkendali: Pria Pecahkan Kaca Rumah Mantan Istri di Blotongan

Namun, manuver tersebut berujung celaka.

Sepeda motor yang dikendarai korban diduga tergelincir hingga masuk ke bahu jalan. Korban kemudian terjatuh ke arah kanan, sementara posisi truk berada sangat dekat dengan sepeda motor.

“Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, pengemudi truk diduga tidak sempat menghindari kecelakaan. Akibatnya, korban diduga terlindas roda truk dan mengalami luka parah pada bagian kepala hingga meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan cucu korban hanya luka ringa,” ungkapnya.

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga di sekitar lokasi. Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan penanganan.

Petugas Satlantas Polres Salatiga kemudian melakukan evakuasi, pendataan, serta pemeriksaan terhadap kendaraan yang terlibat kecelakaan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga mendapat penanganan petugas agar proses penanganan kecelakaan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Baca Juga:  Tinggal Seorang Diri, Pensiunan PNS 78 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Ini Jelasnya 

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian serta faktor yang menjadi penyebab kecelakaan maut tersebut.

Henry menambahkan, petugas Satlantas Polres Salatiga telah melakukan penanganan di lokasi kejadian dan masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Kepolisian juga mengingatkan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika berhadapan dengan kendaraan besar seperti truk. Manuver mendahului kendaraan besar membutuhkan perhitungan matang karena terdapat area yang sulit terlihat oleh pengemudi kendaraan maupun pengendara sepeda motor.

Kecelakaan di Jalan Raya Suruh–Tingkir tersebut kembali menjadi pengingat bahwa satu manuver di jalan raya dapat berujung fatal. Terlebih ketika sepeda motor harus berbagi ruang dengan kendaraan bertonase besar dalam jarak yang sangat dekat. (*)