Laporan: Wahyu Widodo

GROBOGAN | SUARAGLOBAL.COM – Dari balik tembok lembaga pemasyarakatan, keterampilan dan kreativitas terus diasah. Bukan sekadar menjalani masa pidana, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi justru diberi ruang untuk belajar, bekerja, dan mempersiapkan bekal kehidupan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Salah satu program yang menjadi wadah pengembangan potensi tersebut adalah pembinaan kemandirian bidang otomotif, khususnya perakitan dan pengecatan sepeda motor.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIB Purwodadi dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan memiliki manfaat nyata bagi warga binaan.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan mendapatkan kesempatan untuk mempelajari berbagai keterampilan praktis di bidang otomotif. Mulai dari proses perakitan kendaraan, perawatan, perbaikan komponen, hingga pengerjaan bagian bodi dan pengecatan motor.

Tidak hanya dituntut mampu mengerjakan pekerjaan teknis, warga binaan juga dibiasakan untuk bekerja secara teliti, disiplin, bertanggung jawab serta memperhatikan aspek keselamatan kerja.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan terlibat langsung dalam setiap tahapan pengerjaan kendaraan. Mereka melakukan pembongkaran dan pemasangan komponen, melakukan proses perbaikan, hingga menyelesaikan bagian bodi kendaraan melalui tahapan pengecatan.

Baca Juga:  Dari Balik Jeruji Besi, Buku Jadi Jendela Dunia! Rutan Salatiga Genjot Literasi Warga Binaan

Aktivitas tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik. Dengan terlibat langsung dalam pengerjaan kendaraan, warga binaan diharapkan memperoleh pengalaman yang mendekati situasi kerja nyata di bidang otomotif.

Keterampilan tersebut dinilai penting karena dapat menjadi modal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, mengatakan pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan.

Menurutnya, pembinaan tidak hanya berorientasi pada pemberian keterampilan semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal yang dapat digunakan setelah bebas.

“Kami terus mendorong agar warga binaan mendapatkan keterampilan yang benar-benar bermanfaat dan dapat dikembangkan setelah selesai menjalani masa pidana. Melalui pembinaan bidang otomotif, perakitan dan pengecatan motor ini, kami berharap mereka memiliki kompetensi, pengalaman, serta kepercayaan diri untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif,” ujar Erik, Minggu (04/10).

Baca Juga:  Program Pembinaan Hukum Masyarakat, Polres Semarang Adakan FGD Dengan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Semarang

Erik menambahkan, keterampilan yang diberikan diharapkan tidak berhenti selama warga binaan berada di dalam Lapas. Lebih jauh, kemampuan tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi ketika mereka kembali ke masyarakat.

Dengan memiliki keterampilan di bidang otomotif, warga binaan mempunyai peluang untuk bekerja di sektor jasa maupun mengembangkan usaha secara mandiri sesuai kompetensi yang telah diperoleh.

Pembinaan semacam ini juga menjadi bagian dari upaya membangun pola pemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan peningkatan kapasitas warga binaan.

Sebab, keberhasilan proses pemasyarakatan tidak hanya dilihat dari selesainya masa pidana, tetapi juga dari kesiapan seseorang untuk kembali menjalani kehidupan secara positif, produktif dan bertanggung jawab.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Purwodadi terus berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi.

Bidang otomotif menjadi salah satu pilihan karena memiliki keterampilan praktis yang dapat terus dikembangkan. Pengalaman merakit, merawat, memperbaiki hingga mengecat kendaraan diharapkan mampu menjadi bekal yang bernilai ketika warga binaan telah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Baca Juga:  Persempit Celah Pelanggaran, Lapas Purwodadi Gandeng TNI-Polri dan BNNP Gelar Razia

Program tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak berhenti pada aspek kepribadian. Warga binaan juga diarahkan untuk memiliki kemampuan kerja yang dapat menunjang kehidupan mereka setelah masa pidana berakhir.

Dengan tangan yang terampil, pengalaman yang terus bertambah dan kepercayaan diri yang dibangun melalui proses pembinaan, warga binaan Lapas Purwodadi diharapkan mampu membuka lembaran baru kehidupan dengan lebih mandiri.

Pada akhirnya, keterampilan otomotif bukan sekadar aktivitas mengutak-atik mesin, memasang komponen atau mengecat bodi kendaraan. Di balik kegiatan tersebut terdapat upaya menyiapkan masa depan warga binaan agar ketika kembali ke masyarakat, mereka tidak hanya membawa pengalaman masa lalu, tetapi juga membawa bekal keterampilan untuk menatap kehidupan yang lebih produktif. (*)