Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Kebakaran tak mengenal waktu dan tempat. Ketika si jago merah tiba-tiba menyambar permukiman, kecepatan informasi dan respons awal menjadi salah satu kunci untuk mencegah api berkembang semakin besar.

Menyadari pentingnya respons cepat hingga tingkat lingkungan, Pemerintah Kota Salatiga mulai memperkuat penanganan kebakaran berbasis masyarakat melalui pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).

Langkah tersebut diawali di Kecamatan Argomulyo. Sebanyak 30 relawan yang berasal dari seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Argomulyo dikukuhkan sebagai Redkar dalam acara launching SIGAP-KITA, Selasa (6/10/2026).

Pembentukan Redkar di Argomulyo menjadi langkah awal sekaligus wilayah percontohan sebelum program serupa diterapkan di kecamatan lain di Kota Salatiga.

Kehadiran relawan ini diharapkan mampu memperpendek jarak antara masyarakat dengan petugas pemadam kebakaran. Sebab, ketika kebakaran terjadi, informasi pertama biasanya justru muncul dari warga yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian.

Baca Juga:  Pusat Koperasi Kartika Tidar Gelar RAT Tutup Buku Tahun 2018

Kabid Damkar Satpol PP Kota Salatiga, Ponco Margono Hasan, menjelaskan bahwa Redkar dibentuk sebagai mitra masyarakat yang dapat membantu petugas pemadam kebakaran ketika terjadi kebakaran, khususnya di wilayah kelurahan.

“Relawan ini dibentuk dengan tujuan untuk membantu pemadam kebakaran jika terjadi kebakaran di wilayah, khususnya di kelurahan,” kata Ponco kepada suaraglobal.com, Selasa (6/10/2026).

Menurut Ponco, keberadaan Redkar tidak semata-mata diarahkan untuk membantu ketika api sudah berkobar. Para relawan juga memiliki peran penting dalam membangun sistem informasi dan komunikasi cepat di tingkat bawah.

Dengan berada di tengah masyarakat, relawan diharapkan dapat menjadi mata dan telinga petugas pemadam kebakaran di wilayah masing-masing. Setiap informasi mengenai kejadian yang berpotensi membahayakan masyarakat dapat segera disampaikan kepada pihak terkait.

Baca Juga:  Ngopi Keliling ala Polisi: Warga Jabaran Diajak Bersatu Jaga Kondusifitas Sidoarjo

“Selain itu juga menjadi agen-agen kami di tingkat bawah untuk menyampaikan informasi jika terjadi kebakaran maupun nonkebakaran,” ujarnya.

Bukan Sekadar Relawan Pemadam

Program SIGAP-KITA dirancang tidak hanya berorientasi pada penanganan kebakaran. Relawan juga diharapkan memiliki kepedulian terhadap berbagai kondisi darurat atau kejadian nonkebakaran yang membutuhkan perhatian dan informasi cepat dari masyarakat.

Posisi relawan di tingkat kelurahan menjadi penting karena mereka berada paling dekat dengan lingkungan warga. Ketika terjadi suatu peristiwa, informasi yang cepat, tepat dan akurat dapat membantu petugas menentukan langkah penanganan di lapangan.

Pengukuhan Redkar SIGAP-KITA dilakukan oleh Kepala Satpol PP Kota Salatiga. Kecamatan Argomulyo sengaja dipilih sebagai wilayah percontohan dalam pembentukan jaringan relawan pemadam kebakaran tersebut.

Model yang diterapkan di Argomulyo selanjutnya akan menjadi bagian dari evaluasi sebelum program diperluas ke wilayah lainnya.

Baca Juga:  Polres Semarang Turun Tangan Dampingi Dugaan Perundungan Siswa SD, Perlindungan Anak Jadi Prioritas

Bertahap ke Kecamatan Lain

Setelah Argomulyo, Pemerintah Kota Salatiga melalui jajaran terkait berencana membentuk Redkar di kecamatan lain secara bertahap.

Dengan demikian, keberadaan relawan nantinya diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah, tetapi dapat menjangkau seluruh kelurahan di Kota Salatiga.

Penguatan relawan berbasis kelurahan ini sekaligus menjadi upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa penanganan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam.

Masyarakat memiliki peran penting, terutama dalam memberikan informasi sedini mungkin, membantu mengantisipasi risiko, serta mendukung petugas ketika proses penanganan berlangsung.

Melalui Redkar SIGAP-KITA, Salatiga mulai membangun sistem kesiapsiagaan dari tingkat paling bawah. Harapannya sederhana, tetapi sangat penting: ketika api muncul, informasi tidak terlambat dan bantuan bisa bergerak lebih cepat. (*)