Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Pemetaan jaringan perpipaan bukan sekadar soal titik dan garis di atas peta. Di baliknya ada ketepatan data yang menentukan seberapa cepat perusahaan air minum membaca kondisi jaringan, mengambil keputusan, hingga memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pun turun tangan. Kampus teknologi tersebut kembali memperkuat dukungannya kepada Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada Kota Surabaya melalui pemanfaatan teknologi geospasial.

Terbaru, ITS menghibahkan perangkat pemetaan Smart Geo PD ITS versi terbaru kepada PAM Surya Sembada. Perangkat tersebut diharapkan mampu membuat proses pemetaan jaringan perpipaan semakin cepat, efisien, dan akurat.

Serah terima perangkat berlangsung di Kantor PAM Surya Sembada Kota Surabaya, Kamis (1/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nurcahyadi dari ITS menyerahkan perangkat secara simbolis kepada Direktur Utama PAM Surya Sembada Kota Surabaya, Tias Alvin Papatria.

Hibah teknologi ini bukan muncul tiba-tiba. Penyerahan perangkat merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS dengan PAM Surya Sembada.

Kolaborasi kedua institusi tersebut mempertemukan dua kekuatan. ITS membawa kemampuan riset, pengembangan teknologi, dan inovasi, sedangkan PAM Surya Sembada memiliki pengalaman dalam penerapan sekaligus pengujian teknologi secara langsung di lapangan.

Bagi PAM Surya Sembada, kerja sama tersebut dinilai memberikan manfaat nyata.

Tias Alvin Papatria menegaskan kolaborasi dengan ITS tidak berhenti pada penyerahan perangkat. Kerja sama tersebut justru akan terus dikembangkan untuk mendukung pelayanan air minum kepada warga Surabaya.

Baca Juga:  Lima Pelaku Beraksi Saat Penjaga Terlelap, Polres Boyolali Ungkap Sindikat Pembobol Gudang

“Kolaborasi antara PAM Surya Sembada dan ITS, khususnya dengan tim yang dipimpin oleh Prof. Nurcahyadi, telah terjalin sebelumnya dan akan terus berlanjut karena sangat positif dan bermanfaat untuk pelayanan PAM ke masyarakat Kota Surabaya,” ujar Tias.

Dari Lapangan, Teknologi Terus Disempurnakan

Menariknya, Smart Geo PD ITS bukan teknologi yang baru pertama kali digunakan PAM Surya Sembada.

Sebelum mendapatkan versi terbaru, perusahaan tersebut telah menggunakan 10 unit perangkat serupa yang diberikan ITS.

Perangkat-perangkat tersebut hingga kini masih berfungsi dengan baik. PAM Surya Sembada pun terus memanfaatkannya untuk menunjang berbagai kegiatan operasional yang membutuhkan data pemetaan.

Pengalaman penggunaan di lapangan kemudian menjadi bahan penting bagi pengembangan teknologi berikutnya.

Tim Pengendalian Proyek Jaringan Distribusi (Dalpro GIS) PAM Surya Sembada memberikan berbagai masukan berdasarkan pengalaman menggunakan perangkat tersebut dalam pekerjaan sehari-hari.

Masukan dari lapangan itu kemudian dimanfaatkan ITS untuk melakukan penyempurnaan terhadap Smart Geo PD.

Artinya, perangkat terbaru tersebut lahir dari proses kolaborasi yang tidak hanya mengandalkan teori, tetapi juga mendapatkan sentuhan pengalaman pengguna secara langsung.

GNSS RTK, Akurasi di Bawah Satu Meter

Smart Geo PD ITS versi terbaru mengusung penerima sinyal navigasi satelit global atau Global Navigation Satellite System (GNSS) berbasis Real-Time Kinematic (RTK).

Baca Juga:  Satlantas Tanjung Perak Sapa Sopir Truk di Prapat Kurung: Edukasi ODOL Lewat Pendekatan Humanis

Teknologi tersebut dikembangkan ITS dengan konsep low-cost, sehingga dapat menjadi pilihan teknologi pemetaan yang lebih efisien dalam mendukung kebutuhan operasional.

Bukan hanya mengandalkan teknologi positioning, perangkat anyar ini juga dibekali sejumlah fitur tambahan.

Salah satunya adalah layar indikator persentase penggunaan baterai. Fitur tersebut membuat pengguna dapat memantau kondisi daya perangkat secara lebih mudah ketika melakukan pekerjaan di lapangan.

Fitur tagging titik koordinat juga dibuat lebih praktis untuk membantu proses pencatatan lokasi.

Dari sisi desain, Smart Geo PD terbaru dirancang lebih ergonomis. Perangkat ini dilengkapi modul pemosisian multifrekuensi serta baterai yang terintegrasi.

Untuk konektivitas, perangkat mendukung jaringan nirkabel maupun kabel. Fleksibilitas tersebut membuat perangkat dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengukuran dan pengolahan data di lapangan.

Kemampuan pemrosesan data pemosisian geospasialnya pun menjadi salah satu keunggulan utama.

Teknologi tersebut mampu menghasilkan data dengan akurasi di bawah satu meter, baik ketika pengukuran dilakukan secara real-time maupun melalui proses post-processing.

Peta Jaringan Makin Akurat, Layanan Masyarakat Jadi Taruhan

Bagi perusahaan pengelola air minum, akurasi data jaringan perpipaan bukan perkara sepele.

Data lokasi jaringan yang semakin presisi dapat membantu PAM Surya Sembada mengetahui posisi dan kondisi jaringan secara lebih baik. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi dasar dalam pengelolaan jaringan yang lebih efektif dan terintegrasi.

Baca Juga:  Pria Surabaya Dilaporkan Atas Dugaan Penggelapan Mobil Rental, PT SMM Janjikan Imbalan untuk Informasi

Dengan dukungan Smart Geo PD, proses pemetaan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sekaligus menghasilkan data yang lebih akurat.

Data geospasial tersebut juga dapat diintegrasikan ke dalam sistem cerdas perusahaan. Dengan begitu, pengelolaan jaringan perpipaan tidak hanya bergantung pada pencatatan konvensional, tetapi semakin diarahkan pada pengelolaan berbasis data.

Bagi ITS, hibah perangkat ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan hasil riset agar tidak berhenti di lingkungan kampus.

Teknologi yang dikembangkan di dunia akademik diharapkan dapat digunakan secara langsung untuk menjawab kebutuhan di lapangan.

ITS berharap pemanfaatan Smart Geo PD memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan PAM Surya Sembada kepada masyarakat Kota Surabaya.

Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dan perusahaan daerah dapat berjalan beriringan dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi.

ITS menghadirkan riset dan inovasi. PAM Surya Sembada membawa pengalaman operasional serta kebutuhan nyata di lapangan.

Ketika keduanya bertemu, peta jaringan air bukan lagi sekadar gambar. Data yang lebih presisi menjadi pijakan untuk membangun pengelolaan jaringan air minum yang semakin cerdas, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, teknologi geospasial bukan hanya tentang kecanggihan perangkat. Muara akhirnya tetap sama: mendorong pelayanan air minum yang semakin efektif bagi warga Kota Surabaya. (*)