Laporan: Noviyanto

KENDAL | SUARAGLOBAL.COM – Persoalan asmara diduga menjadi pemicu perkelahian maut yang merenggut nyawa seorang pria bernama Tubari di Dusun Gecos, Desa Gentinggunung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal. Tubari meninggal dunia setelah terlibat perkelahian fisik dengan Rokhadi di rumah seorang perempuan bernama Haryanti, Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa yang terjadi pada malam hari tersebut kini tengah menjadi perhatian kepolisian. Tubari dilaporkan mengalami luka di bagian kepala sebelum akhirnya meninggal dunia. Sementara itu, Rokhadi yang juga mengalami sejumlah luka memar telah diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy membenarkan adanya perkelahian yang berujung kematian tersebut. Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh kepolisian, insiden itu diduga berkaitan dengan persoalan asmara.

“Ya, memang benar telah terjadi perkelahian dua orang di Dusun Gecos, Desa Gentinggunung, Kecamatan Sukorejo, Kendal. Pemicu kedua orang ini saling berkelahi adalah masalah asmara,” ungkap Ratna, Kamis (15/10/2026).

Meski dugaan awal mengarah pada persoalan hubungan asmara, polisi masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan penyebab kematian Tubari sekaligus mengungkap peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut.

Berawal dari Kedatangan Rokhadi ke Rumah Haryanti

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi, kejadian bermula ketika Rokhadi mendatangi rumah Haryanti, perempuan yang disebut memiliki hubungan asmara dengannya.

Baca Juga:  HUT RI ke-81 Jadi Momentum Kebangkitan Boyolali, Kapolres Tekankan Persatuan

Saat Rokhadi berada di ruang tengah rumah tersebut, Tubari tiba-tiba datang dan melayangkan pukulan. Situasi yang semula berada di dalam rumah itu kemudian berubah menjadi perkelahian fisik antara keduanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga perkelahian berlangsung menggunakan tangan kosong. Belum ditemukan keterangan yang memastikan adanya penggunaan senjata ataupun benda lain dalam pertikaian tersebut.

Perkelahian itu kemudian berujung pada kondisi Tubari yang tergeletak di dalam rumah. Namun, bagaimana tepatnya korban mengalami luka hingga akhirnya meninggal dunia masih menjadi bagian dari penyelidikan aparat kepolisian.

Di tengah situasi tersebut, Haryanti sempat keluar rumah untuk meminta pertolongan. Ketika kembali masuk, ia mendapati Tubari sudah tergeletak.

Meski kondisinya telah terjatuh, Tubari disebut masih dalam keadaan sadar dan sempat berbicara dengan Haryanti.

“Saksi Haryanti sempat keluar rumah meminta pertolongan. Namun, ketika sampai di dalam rumah, kondisi korban sudah tergeletak, tetapi masih dalam keadaan sadar dan sempat berbicara dengannya,” jelas Ratna.

Keterangan saksi tersebut menjadi salah satu bagian penting yang didalami penyidik untuk menyusun kronologi kejadian secara utuh.

Baca Juga:  Sinergi Polres Salatiga dan BPBD: Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

Tubari Sempat Dibawa ke Depan Rumah

Setelah mendapati Tubari tergeletak, Rokhadi bersama Haryanti membawa korban ke bagian depan rumah. Rokhadi juga meminta bantuan warga sekitar untuk menghubungi istri Tubari.

Namun, kondisi korban dilaporkan terus memburuk. Ketika istri Tubari tiba di lokasi, korban disebut sudah tidak sadarkan diri.

Tubari kemudian dibawa pulang ke rumahnya. Sayangnya, nyawa pria tersebut tidak berhasil diselamatkan.

Peristiwa yang bermula dari perkelahian di dalam rumah itu pun berakhir dengan kematian salah satu pihak. Polisi kini berupaya mengungkap secara terperinci apa yang terjadi selama pertikaian berlangsung, termasuk bagaimana korban mengalami luka hingga akhirnya meninggal dunia.

Ditemukan Luka di Kepala, Rokhadi Juga Mengalami Memar

Dalam penanganan perkara ini, polisi menemukan adanya luka pada bagian kepala Tubari yang diduga akibat benturan benda tumpul. Temuan tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Di sisi lain, Rokhadi juga dilaporkan mengalami sejumlah luka memar pada tubuhnya. Luka-luka tersebut diduga terjadi ketika perkelahian berlangsung.

Meski demikian, temuan luka pada kedua pihak belum dengan sendirinya menjelaskan secara utuh bagaimana perkelahian terjadi dan apa yang menyebabkan Tubari kehilangan nyawanya.

Baca Juga:  Bakal Ada Persaingan Ketat Pada Pilkada Salatiga 2024, Luqman Hakim Muncul sebagai Kandidat Unggulan dari PKB

Penyidik masih perlu mencocokkan keterangan para saksi dengan hasil pemeriksaan serta bukti-bukti lain yang ditemukan di lokasi kejadian.

Kepolisian juga mendalami kemungkinan adanya rangkaian peristiwa sebelum Tubari datang ke rumah Haryanti, termasuk latar belakang perselisihan yang diduga memicu perkelahian tersebut.

Rokhadi Diperiksa, Polisi Dalami Penyebab Kematian

Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy menegaskan bahwa perkara tersebut telah ditangani kepolisian. Rokhadi telah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mapolres Kendal.

Penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi untuk memperjelas kronologi, mengungkap latar belakang pertikaian, serta menentukan peran masing-masing pihak dalam kejadian tersebut.

Persoalan asmara memang disebut sebagai dugaan pemicu perkelahian. Namun, polisi masih harus memastikan seluruh fakta sebelum menarik kesimpulan mengenai rangkaian kejadian yang berujung pada kematian Tubari.

Hingga kini, penyebab pasti kematian korban dan pertanggungjawaban hukum atas peristiwa tersebut masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut dari kepolisian.

Kasus di Dusun Gecos, Desa Gentinggunung, Kecamatan Sukorejo, itu menjadi pengingat bahwa perselisihan yang tidak terkendali dapat berujung pada konsekuensi serius. Kini, pengungkapan fakta secara menyeluruh menjadi penting agar perkara tersebut dapat ditangani berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku. (*)