Laporan: Wahono

MAGELANG | SUARAGLOBAL.COM – Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Desa Losari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Pasangan suami istri (pasutri) bersama anak mereka yang masih berusia empat tahun meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan maut di jalur Magelang–Kopeng, tepatnya di kawasan Tanjakan Slumut, Dusun Dadapan, Desa Pakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Selasa (20/10/2026) pagi.

Kecelakaan tragis yang melibatkan sebuah truk boks dan dua sepeda motor itu terjadi sekitar pukul 06.25 WIB. Insiden tersebut merenggut tiga nyawa sekaligus, sementara pengemudi truk boks mengalami luka serius dan harus mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa nahas itu menjadi perhatian karena satu keluarga yang tengah berkendara menggunakan Honda PCX menjadi korban paling fatal dalam kecelakaan tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Magelang, Ipda Riky S. Hartono, menjelaskan kecelakaan bermula ketika truk boks bernomor polisi B 9836 YM melaju dari arah Kopeng menuju Magelang.

Saat melintasi ruas jalan yang menurun dan menikung, truk tersebut diduga kehilangan kendali hingga bergerak ke jalur berlawanan. Dalam kondisi itu, truk kemudian menabrak dua sepeda motor yang melintas.

“Truk kemudian menabrak dua sepeda motor, yakni Honda PCX bernomor polisi AA 2904 OB dan Honda Beat bernomor polisi AA 3155 ZG,” kata Riky.

Baca Juga:  Diduga Microsleep, Mobil Taxi Tabrak Pembatas dan Libatkan Kendaraan Lain di Ungaran, Ini Jelasnya

Benturan tersebut mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka. Namun, dampak paling memilukan dialami tiga orang yang berada di atas Honda PCX, yakni ayah, ibu, dan anak mereka yang masih berusia empat tahun.

Satu Keluarga Jadi Korban Paling Fatal

Ketiga korban pengendara sepeda motor meninggal dunia diketahui merupakan warga Desa Losari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Dengan inisial A (30), istrinya, RO (27), serta A (4).

Saat kejadian, Ardiyanto mengendarai Honda PCX dengan membonceng istri dan anaknya. Perjalanan keluarga tersebut berakhir tragis setelah sepeda motor yang mereka tumpangi terlibat tabrakan dengan truk boks.

Ardiyanto mengalami patah tulang pada kaki kanan. Ia sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Tentara (RST) Dr. Soedjono Magelang. Namun, nyawanya tidak tertolong ketika menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Nasib serupa dialami sang istri, RO. Perempuan berusia 27 tahun itu mengalami cedera kepala berat akibat kecelakaan tersebut. Meski sempat mendapatkan penanganan medis di RST Dr. Soedjono Magelang, R akhirnya meninggal dunia.

Sementara itu, anak mereka yang masih berusia empat tahun juga mengalami cedera kepala berat. A sempat menjalani perawatan di rumah sakit yang sama dengan kedua orang tuanya, tetapi akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga:  PT. ISG Bergas Kedatangan Anggota Polres Semarang

Tiga anggota keluarga itu pun menjadi korban meninggal dunia dalam insiden yang terjadi di jalur Magelang–Kopeng tersebut.

Pengendara Honda Beat Selamat, Sopir Truk Alami Patah Tulang

Di tengah tragedi yang merenggut tiga nyawa tersebut, pengendara Honda Beat bernomor polisi AA 3155 ZG dilaporkan selamat tanpa mengalami luka-luka.

Pengendara berinisial H (27), seorang perempuan asal Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, menjadi pengendara motor lain yang terlibat dalam kecelakaan itu.

Sementara itu, pengemudi truk boks berinisial W mengalami luka serius. Ia dilaporkan mengalami patah tulang pada kedua kaki dan tangan kanan sehingga membutuhkan penanganan medis.

Kondisi para korban tersebut menjadi bagian dari penanganan dan pendalaman yang dilakukan pihak kepolisian untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.

Dugaan Rem Blong Masih Diselidiki

Polisi menduga kecelakaan terjadi ketika truk boks kehilangan kendali saat melintasi jalan menurun dan menikung. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.

Salah satu kemungkinan yang tengah didalami adalah adanya gangguan pada sistem pengereman kendaraan. Namun, dugaan rem blong belum dapat dipastikan dan tidak bisa langsung disimpulkan sebagai penyebab kecelakaan.

“Kami masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk kemungkinan gangguan pada sistem pengereman. Dugaan rem blong belum dapat dipastikan dan masih menjadi bagian dari penyelidikan,” jelas Riky.

Baca Juga:  Candi Borobudur Budaya Leluhur Nusantara Warisan Dunia

Penyelidikan tersebut diperlukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan truk boks bergerak ke jalur berlawanan hingga menabrak dua sepeda motor.

Polisi masih harus mengungkap penyebab pasti kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan dan pendalaman terhadap kecelakaan tersebut.

Jalur Menurun dan Tikungan Perlu Diwaspadai

Kecelakaan maut di Tanjakan Slumut kembali menjadi pengingat bahwa pengendara harus meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalan menurun dan menikung.

Pengemudi kendaraan besar, khususnya truk boks, perlu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan, termasuk sistem pengereman, sebelum melakukan perjalanan. Pengendalian kecepatan dan kehati-hatian saat menghadapi tikungan juga menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan di jalan.

Meski begitu, faktor-faktor tersebut tidak dapat serta-merta dianggap sebagai penyebab insiden kali ini sebelum penyelidikan kepolisian selesai.

Tragedi di jalur Magelang–Kopeng itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Sebuah perjalanan yang semestinya berlangsung biasa berubah menjadi musibah yang merenggut nyawa ayah, ibu, dan anak mereka sekaligus.

Kini, kepastian mengenai penyebab kecelakaan maut tersebut masih menunggu hasil pendalaman Satlantas Polresta Magelang. (*)