Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga. Kali ini, Rutan Salatiga menggandeng Dinas Kesehatan Kota Salatiga menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekaligus skrining Tuberkulosis (TBC) melalui pemeriksaan rontgen dada, Selasa (3/11/2026).

Sebanyak 106 warga binaan mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan tersebut. Langkah ini menjadi bentuk perhatian serius jajaran Rutan Salatiga terhadap kondisi kesehatan warga binaan, sekaligus upaya mengantisipasi penyebaran penyakit menular, khususnya TBC, di lingkungan hunian pemasyarakatan.

Program pemeriksaan kesehatan tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang lebih humanis, profesional, dan mengedepankan pemenuhan hak dasar setiap warga binaan.

Diawali Penyuluhan, Warga Binaan Diberikan Edukasi Kesehatan

Sebelum menjalani pemeriksaan medis, kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan yang disampaikan dokter dari Puskesmas Sidorejo Lor.

Dalam sesi edukasi tersebut, para warga binaan mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh, mengenali berbagai gejala penyakit, serta memahami perlunya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Edukasi ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran warga binaan agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan, terutama ketika mengalami gejala yang berpotensi mengarah pada penyakit tertentu.

Pengenalan gejala sejak dini juga diharapkan dapat mendorong warga binaan lebih terbuka dalam menyampaikan keluhan kesehatan kepada petugas medis sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Baca Juga:  Pemasyarakatan Hadir untuk Rakyat: Kanwil Ditjenpas Jateng Gelar Bansos dan Bersih Kota Lama

Skrining TBC hingga Rontgen Dada, 106 Warga Binaan Jalani Pemeriksaan

Usai mendapatkan penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Sejumlah tahapan pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing warga binaan. Pemeriksaan tersebut meliputi skrining TBC, pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengecekan gula darah sewaktu, pengukuran tekanan darah, serta pemeriksaan rontgen dada.

Pemeriksaan rontgen dada menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini karena dapat membantu mendeteksi adanya kelainan pada paru-paru yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk indikasi yang berkaitan dengan penyakit TBC.

Dengan melibatkan 106 warga binaan, pelaksanaan skrining diharapkan mampu memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan mereka sekaligus mengidentifikasi faktor risiko maupun indikasi gangguan kesehatan yang membutuhkan tindak lanjut medis.

Apabila ditemukan hasil pemeriksaan yang mengarah pada gangguan kesehatan tertentu, warga binaan dapat memperoleh penanganan lanjutan sesuai prosedur dan rekomendasi tenaga medis.

Upaya deteksi dini ini juga penting untuk mendukung pencegahan penularan penyakit di lingkungan rutan, mengingat hunian pemasyarakatan membutuhkan perhatian khusus dalam pengendalian penyakit menular.

Anda Tuning: Kesehatan Warga Binaan Merupakan Hak yang Harus Dipenuhi

Kepala Rutan Kelas IIB Salatiga, Anda Tuning, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Salatiga dan Puskesmas Sidorejo Lor atas dukungan serta sinergi yang telah diberikan dalam menyukseskan kegiatan CKG dan skrining TBC tersebut.

Baca Juga:  Masyarakat Batahan Dukung Polisi 100 Persen, Berantas Kejahatan Narkoba

Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan bagian penting yang tidak boleh dipisahkan dari proses pembinaan warga binaan.

Ia menegaskan bahwa setiap warga binaan tetap memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, meskipun sedang menjalani masa pidana maupun proses pembinaan di dalam rutan.

“Kesehatan merupakan hak setiap orang, termasuk Warga Binaan yang sedang menjalani masa pembinaan. Melalui kegiatan CKG dan skrining TBC ini, kami ingin memastikan bahwa kondisi kesehatan Warga Binaan mendapatkan perhatian yang optimal. Deteksi dini sangat penting agar apabila ditemukan indikasi penyakit, dapat segera dilakukan penanganan dan tindak lanjut sesuai prosedur medis,” ungkap Anda Tuning.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan menjadi salah satu prioritas dalam penyelenggaraan pelayanan pemasyarakatan.

Baginya, warga binaan tidak hanya membutuhkan pembinaan kepribadian dan kemandirian, tetapi juga harus mendapatkan perlindungan kesehatan agar dapat menjalani masa pembinaan dengan kondisi tubuh yang lebih baik.

Perkuat Sinergi dengan Dinas Kesehatan, Pelayanan Rutan Terus Ditingkatkan

Lebih lanjut, Anda Tuning berharap kerja sama antara Rutan Kelas IIB Salatiga dengan Dinas Kesehatan Kota Salatiga dapat terus terjalin dan dikembangkan.

Sinergi lintas instansi tersebut dinilai sangat penting untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan dapat berjalan secara berkesinambungan.

Baca Juga:  Empat Kelurahan Baru Segera Hadir, Salatiga Perkuat Pemerataan Pembangunan, Ini Jelasnya

Melalui kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat, Rutan Salatiga diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan penyakit, meningkatkan kesadaran hidup sehat, serta mempercepat penanganan apabila ditemukan warga binaan yang membutuhkan pelayanan medis.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelayanan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan serta kesejahteraan warga binaan.

Pemasyarakatan Humanis, Kesehatan Menjadi Prioritas

Pelaksanaan CKG dan skrining TBC bagi 106 warga binaan tersebut menjadi salah satu wujud nyata komitmen Rutan Kelas IIB Salatiga dalam meningkatkan standar pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, edukasi medis, serta deteksi dini penyakit menular, diharapkan potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal dan memperoleh penanganan yang sesuai.

Langkah ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan instansi kesehatan dalam menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat dan aman.

Pada akhirnya, pembinaan warga binaan bukan hanya berbicara tentang perubahan perilaku dan kesiapan kembali ke tengah masyarakat. Lebih dari itu, pembinaan juga harus memastikan bahwa hak-hak dasar mereka tetap terpenuhi, termasuk hak memperoleh pelayanan kesehatan yang manusiawi dan berkualitas.

Rutan Salatiga pun terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap kesehatan seluruh warga binaan. (*)