JOGO OMAH Digelorakan, Kapolda Jatim Dorong Warga Jaga Keluarga dan Lingkungan dari Narkoba

Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba menjadi perhatian serius Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono. Tidak hanya mengandalkan penindakan aparat kepolisian, orang nomor satu di Polda Jatim tersebut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turun tangan memerangi narkoba, dimulai dari lingkungan keluarga.
Pesan tegas itu disampaikan Kapolda Jatim saat melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Suling) bersama masyarakat di Masjid Al-Hidayah, Jalan Ketintang Baru 15, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Sabtu (7/11/2026).
Di hadapan jamaah dan masyarakat yang hadir, Kapolda menekankan bahwa perang melawan narkoba bukan semata-mata tugas polisi. Peran orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan barang terlarang tersebut.
Menurutnya, ancaman narkoba saat ini semakin mengkhawatirkan. Bahkan, masyarakat tidak boleh menganggap persoalan tersebut hanya terjadi di lingkungan tertentu, sebab peredaran narkotika dapat menyusup ke berbagai lapisan kehidupan, termasuk lingkungan tempat tinggal dan keluarga sendiri.
“Persoalan narkoba ini sudah sangat mengkhawatirkan. Kita tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh lapisan masyarakat. Jangan sampai narkoba yang awalnya kita anggap jauh, ternyata sudah masuk ke lingkungan bahkan keluarga kita sendiri,” ujar Irjen Pol Dekananto.
Kapolda Soroti Modus Narkoba, Vape Jadi Perhatian
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jatim juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap perkembangan modus penyalahgunaan narkotika.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah potensi penyalahgunaan rokok elektrik atau vape sebagai media konsumsi zat terlarang.
Perkembangan modus tersebut perlu disikapi dengan kewaspadaan bersama. Masyarakat, khususnya para orang tua, diminta tidak mengabaikan perubahan perilaku anak maupun aktivitas pergaulan yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan narkoba.
Kapolda menegaskan, keluarga mempunyai posisi strategis sebagai benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan.
Karena itu, komunikasi antara orang tua dan anak harus terus diperkuat. Pengawasan terhadap pergaulan, aktivitas sehari-hari, serta lingkungan pertemanan juga perlu menjadi perhatian.
Menurutnya, pencegahan sejak dini jauh lebih penting agar generasi muda tidak sampai menjadi korban penyalahgunaan narkotika.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis apabila mengetahui adanya dugaan aktivitas peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
Informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan potensi gangguan keamanan perlu disampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.
Layanan 110, Kapolda Ajak Warga Berani Melapor
Untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, Kapolda Jatim mengingatkan warga agar memanfaatkan layanan kepolisian 110.
Layanan tersebut dapat diakses secara gratis oleh masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun informasi terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Melalui layanan ini, masyarakat diharapkan tidak ragu melaporkan apabila menemukan dugaan peredaran narkoba, tindak kriminalitas, maupun kejadian lain yang berpotensi mengganggu ketenteraman lingkungan.
Kapolda berharap komunikasi antara masyarakat dan kepolisian semakin terbuka sehingga berbagai persoalan keamanan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.
Baginya, keberhasilan menjaga keamanan bukan hanya diukur dari banyaknya kasus yang berhasil diungkap, tetapi juga dari kemampuan bersama mencegah terjadinya tindak kejahatan.
Tegaskan Komitmen Polri Humanis, Anggota Nakal Diminta Dilaporkan
Tidak hanya berbicara mengenai pemberantasan narkoba, Kapolda Jatim juga menyampaikan pesan penting terkait peningkatan kualitas pelayanan kepolisian.
Ia menegaskan komitmennya untuk membangun institusi Polri yang profesional, berintegritas, serta semakin dekat dengan masyarakat.
Seluruh personel kepolisian diminta mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas, menjaga kepercayaan publik, serta tidak menyalahgunakan kewenangan.
Bahkan, Kapolda memberikan penegasan keras kepada seluruh anggota agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan maupun meresahkan masyarakat.
“Saya selalu mengingatkan seluruh anggota, ambil hati masyarakat, jangan ambil harta masyarakat. Jika ada anggota yang melakukan tindakan meresahkan, silakan laporkan. Saya akan tindak tegas,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa pelayanan kepolisian harus berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.
Kapolda juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, masukan, maupun laporan apabila menemukan pelayanan kepolisian yang dinilai belum sesuai harapan.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat sikap maupun pelayanan anggota kepolisian yang belum memenuhi harapan masyarakat.
Menurutnya, kritik dan masukan masyarakat merupakan bagian penting dalam proses pembenahan institusi agar Polri semakin dipercaya.
Subuh Keliling Perkuat JOGO OMAH dan Sinergi Masyarakat
Kegiatan Subuh Keliling di Masjid Al-Hidayah tersebut bukan sekadar agenda ibadah bersama, melainkan juga menjadi sarana membangun kedekatan emosional antara kepolisian dan masyarakat.
Melalui komunikasi langsung di tengah warga, berbagai pesan mengenai keamanan, ketertiban, serta persoalan sosial dapat disampaikan secara lebih terbuka.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi langsung antara Polri dengan masyarakat, sejalan dengan semangat program Polisi Bersama Masyarakat yang digaungkan Kapolri.
Semangat tersebut juga selaras dengan gerakan JOGO OMAH, yang mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketenteraman mulai dari rumah serta lingkungan masing-masing.
Kapolda Jatim berharap masyarakat tidak hanya menyerahkan seluruh persoalan keamanan kepada aparat kepolisian. Sebaliknya, setiap warga diharapkan memiliki kepedulian dan tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman.
Terlebih, ancaman narkoba tidak hanya berdampak terhadap individu yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat merusak masa depan keluarga, kehidupan sosial, hingga kualitas sumber daya manusia.
Perlindungan terhadap generasi muda menjadi salah satu investasi penting dalam mempersiapkan Indonesia menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
Melalui kegiatan Subuh Keliling, Kapolda Jatim mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.
Pesannya jelas, perang melawan narkoba harus dimulai dari rumah, diperkuat melalui lingkungan masyarakat, dan didukung dengan penegakan hukum yang tegas serta pelayanan kepolisian yang profesional.
Dengan sinergi tersebut, diharapkan Jawa Timur semakin aman, masyarakat semakin peduli, dan generasi muda terlindungi dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. (*)












Tinggalkan Balasan